Kesejahteraan Petani



Soal tahu dan tempe ternyata membawa hikmah juga “Blessing in disquase” ternyata masalah utamanya adalah lahan. Artinya sejak awal sudah diprogramkan bahwa swasembada kedelai baru dapat dicapai jika ada tambahan lahan seluas 500 ribu hektar. Ternyata tambahan lahan ini tidak terrealisasi maka kedelaipun harus diimpor. Pemecahannya tidak terlalu serius. Sehingga kalaupun luas lahan dan produksi menurun, suasana tenang-tenang saja. Soal lahan ini harus dijadikan masalah serius, jika berbicara soal pangan. Data Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa pada tahun 2008 terdapat sekitar 44 juta keluarga petani, tetapi pada 2011 jumlah petani berkuranag 3,1 juta. Rata-rata kepemilikan lahan petani hanya 0,34 ha. Luas lahan ini akan terus menyusut apabila anak anak petani juga memilih melanjutkan pekerjaan orangtuanya, karena lahan yang 0,34 ini akan dibagi bagi oleh anak anaknya sebagai warisan. Tak heran bila kehidupan petani Indonesia tetap miskin, bahkan bertambah miskin. Saat ini luas lahan sawah di Indonesia mencapai 8,1 juta ha. Sampai saat ini diperkirakan luas lahan sawah terus menyusut karena proses alih fungsi lahan. Alih fungsi lahan ini ternyata sulit untuk dibendung, karena kebutuhan pemukiman akibat pertambahan penduduk meningkat dan pengembangan kawasan industri. Kenyataaan ini sudah tentu berdampak pada nasib petani. Bagaimanapun untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan meningkatkan produksi komoditi pangan, penambahan luas kepemilikan lahan petani dan luas areal pertanaman mutlak perlu. Pertanyaannya dari mana dan di mana lahannya ? Soal ini sebenarnya sudah menjadi perhatian pemerintah. Tahun 2006 telah diluncurkan Reformasi Agraria atau Program Pembaharuan Agraria Nasional (PPAN).
[Read More...]


Stop Impor Bawang Merah dengan Varietas Manjung



Bawang merah varietas manjung produktivitasnya bagus, bentuknya lebih besar dan tahan terhadap perubahan iklim. Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan, pada acara Jambore Varietas Bawang Merah Tahun 2012 di Brebes, Jawa Tengah, menyatakan kehadiran varietas baru bawang merah ini bisa menghentikan impor. Acara yang bertema ‘Mengangkat Potensi dan Keunggulan Bawang Merah Nasional dalam Rangka Kemandirian dan Kedaulatan Benih Bawang Merah’ ini dihadiri oleh Dewan Bawang Merah Nasional, Asosiasi Perbenihan Bawang Merah Indonesia, pelaku usaha agribisnis, petani, penangkar, mahasiswa, dan lain-lain. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengeksplorasi berbagai jenis varietas bawang merah nasional sesuai dengan potensi, kondisi dan kesesuaian agroklimat wilayah. “Tujuannya adalah silaturahim antar petani bawang merah, pembelajaran mengenai contoh hidup proses pertanaman bawang baik dari berbagai varietas yang memang ada di lapangan, menjadi pengetahuan buat petani agar petani bisa mengambil keputusan varietas mana yang paling pas ditanam oleh petani, kita harus berikrar jika semua berjalan maka tahun depan kita tidak usah impor bibit bawang merah lagi. Sekarang bagaimana bibit manjung ini dapat direkayasa,” tambah Rusman. Ketika ditanya mengenai apakah bibit manjung yang berasal dari Desa Batu Bintang, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur ini akan dijadikan bibit nasional, Rusman menjawab itu tergantung kedaulatan petani memilih. “Tugas kita adalah mensosialisasi manjung ini dengan segala keunggulannya dan bertanggungjawab. Harus jujur mengenai kelebihan dan keterbatasannya serta bagaimana cara mengatasi kelemahan-kelemahannya, semua harus terbuka,” tutupnya. Yang pasti, varietas ini harus bisa bersaing dengan bawang-bawang impor sehingga kita tidak perlu melakukan impor lagi.
[Read More...]


Beberapa Fakta coklat yang Belum Terungkap



Banyak orang menyukai makan coklat. Entah menyukai efek nyaman yang ditimbulkan, atau karena rasanya yang memang membuat ketagihan. Jika Anda termasuk penggemar cokelat, beberapa fakta berikut ini mungkin akan berguna untuk Anda. 1. Meningkatkan energi saat olahraga Anda tak perlu mengonsumsi sports drink atau protein shakes yang banyak disediakan untuk pendongkrak energi saat berolahraga. Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Applied Physiology, Nutrition, and Metabolism, membandingkan efek sports drinks dengan susu cokelat pada daya tahan atlet untuk memulihkan diri usai serangkaian sesi bike sprints, diikuti dengan latihan sepeda untuk daya tahan pada hari berikutnya. Ternyata, susu cokelat mampu meredakan nyeri otot setelah sesi sprints sama efektifnya dengan sports drinks, dan memberikan energi bagi atlet untuk melakukan sesi daya tahan hari berikutnya. 2. Menstruasi tidak menyebabkan Anda ngidam cokelat Separuh dari perempuan Amerika sering ngidam cokelat, dan separuh dari yang ngidam itu mengalaminya sekitar waktu menstruasi. Namun peneliti dari University of Pennsylvania mendapati, setelah membandingkan masa pra dan pasca menstruasi, terlihat bahwa hormon-hormon menstrual bukanlah penyebab Anda ingin makan cokelat banyak-banyak. Peneliti hanya menemukan bahwa perempuan yang mengalami PMS (premenstrual syndrome) mengalami kecenderungan ngidam yang lebih tinggi. Hal ini ada kaitannya dengan psikologi di balik comfort foods. "Cokelat itu secara sosial dianggap sebagai comfort food, dan orang mendambakan comfort food ketika merasa tidak nyaman," ujar Annmarie Kostyk, pakar cokelat dari Professional School of Chocolate Arts, Ecole Chocolat, di Canada. 3. Bukan untuk penahan kantuk Pernyataan bahwa cokelat mengandung kafein itu kerap menimbulkan kesalahpahaman, demikian menurut Kostyk. Sebab, kandungan kafein pada cokelat itu sangat kecil. Dark chocolate (cokelat murni) sebanyak 28 gr mengandung sekitar 20 mg kafein, sedangkan 28 gr cokelat susu mengandung sekitar 5 mg kafein. Jumlah ini sama dengan 226 ml kopi decaf (tanpa kafein). Bandingkan dengan secangkir kopi yang mengandung sekitar 100 mg kafein, bahkan secangkir teh yang kandungan kafeinnya 50 mg. 4. Mengandung flavonoids Flavonoids adalah sejenis fitokemikal, yang terdapat dalam cokelat secara alami. Menurut Giana Angelo, PhD, peneliti yang berspesialisasi di bidang penelitian mikronutrien di Linus Pauling Institute, Oregon State University, karena struktur kimianya yang unik, flavonoids dapat mendorong efek antioksidan, antiperadangan, dan pelindung sel. Mengonsumsi makanan yang kaya flavonoid dikatakan dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Namun untuk mendapatkan manfaat tersebut, pilihlah cokelat murni. Rata-rata cokelat murni mengandung sekitar 60 persen kakao, dan mengandung 536 mg flavonoid per 40 gr porsi. Konsumsi 80 mg flavonoid sehari dapat menurunkan tekanan darah.
[Read More...]


swasembada Kedelai itu perlu



Harga kedelai impor kini mencapai Rp. 8.200 per kg, naik 49% dibandingkan dengan awal tahun sebesar Rp. 5.500 per kg. Perajin mengkhawatirkan harga itu diprediksi bisa menembus Rp. 10.000. Perajin tempe langsung menjerit. Biaya produksi naik signifikan, tetapi di sisi lain mereka tidak berani menaikkan harga jual. Tidak sedikit perajin yang harus bersedia mengurangi keuntungannya hingga 30%. Lalu mereka ramai-ramai menyatakan “mogok” berproduksi. Aksi unjuk rasa ini ditujukan sekedar mendapat perhatian pemerintah antara lain mengambil alih tata niaga kedelai, menghapus bea masuk kedelai sebesar 5% menjadi 0% sehingga setidaknya meredam gejolak harga kedelai impor. Unjuk rasa ini ternyata mendapat perhatian dari pemerintah dengan menetapkan kebijakan menghapus bea masuk kedelai sebesar 5% menjadi 0% sejak 1 Agustus hingga akhir tahun 2012. Kebijakan ini sebenarnya hanya program jangka pendek. Padahal sebenarnya Indonesia sudah mempunyai program jangka panjang yang terukur yaitu peningkatan produksi sehingga tercapai swasembada kedelai tahun 2014. Swasembada kedelai ini sudah ada roadmap-nya. Roadmap inilah yang seharusnya digunakan sebagai acuan untuk mencapai swasembada kedelai. Bahkan investasinya tahun 2012 telah dihitung untuk investasi jagung, kedelai dan padi sebesar Rp. 43,44 triliun yang bersumber dari pemerintah dan swasta. Sekarang yang dibutuhkan negeri ini hanya konsistensi dengan roadmap dan investasi yang ditetapkan sehingga swasembada itu bisa direalisasikan pada tahun 2014. Jadi kembalilah ke jalan yang benar pasti swasembada kedelai itu tercapai. Harus diakui untuk meraih swasembada kedelai ini tidak mudah. Sejumlah tantangan menghadang salah satunya adalah Luas lahan untuk kedelai perlu ditambah. Menurut Mentan diperlukan minimal tambahan sebesar 500.000 ha. Persoalan lahan baru untuk tanaman kedelai ini belum terealisasi. Sumber

[Read More...]


Pertanian Konservasi lebih menjanjikan



Pertanian Konservasi menjanjikan keberhasilan dan keberlanjutan dengan meniru kebijakan proses asli alami. Tetapi keberhasilan butuh waktu, kesabaran dan keuletan, apalagi di lahan tidak subur atau sudah rusak. Cara pandang pertanian tradisional dan konvensional harus pula ditinggalkan. Badan Pangan dan Pertanian (FAO) PBB yang mempromosikan pertanian konservasi (PK) mengakui tidak mudah mengajak petani mengadopsi PK karena masih gamang, ragu, dan takut akan risikonya. Ada bayangan belum bisa berhasil pada tahun-tahun pertama. Terutama pada mereka yang merasa menguasai cara pertanian yang baik dan berhasil. Tiga prinsip praktek PK adalah tanpa olah tanah, penutup tanah permanen dari bahan organik, dan rotasi atau diversifikasi tanaman. Tetapi secara tradisional petani memiliki persepsi bahwa mengolah tanah baik bagi penanaman benih dan pengendalian gulma. Ada hambatan cultural bagi adopsi PK. Tanpa olah tanah memberi kesan lahan tidak bersih, rawan terhadap gulma, hama dan penyakit. Penutup tanah tidak pula serta merta menyediakan cukup hara bagi tanaman, perlu waktu. Tidak pula mudah memilih tanaman rotasi atau diversifikasi. Belajar dari Alam Konsep pertanian konservasi diilhami proses alam di luar jamahan manusia. PK menurut FAO didasarkan pada kehidupan tanah: “Tanah harus dipelihara agar dalam kondisi di mana hidup bisa berkembang.” Tujuannya melestarikan, memajukan dan menggunakan secara lebih efisien sumberdaya alam melalui manajemen terpadu sum erdaya tanah, air dan biologis digabung dengan asupan eksternal. Mendukung pelestarian lingkungan, meningkatkan dan menopang produksi pertanian. Alam menunjukkan tanaman bisa bertumbuh tanpa olah tanah. Kesuburan dan struktur tanah perawan biasanya lebih dari tanah yang beberapa dekade diolah untuk ditanami. Pengolahan tanah menyebabkan aerasi sehingga mempercepat mineralisasi bahan organik dalam tanah yang diserap tanaman sehingga cepat habis. Peresapan air paling tinggi terjadi pada tanah tanpa olah yang secara terus menerus ditutupi bahan tumbuhan. Limbah tanaman penutup tanah mengurangi tekanan gulma, meningkakan infiltrasi air hujan dan melindungi tanah dari evaporasi. Penutup tanah melindungi dan memberi makan unsur pendukung kehidupan tanah yakni flora dan fauna mikro dan makro seperti cacing tanah, serangga, bakteri, jamur dan akar tanaman. Juga menjaga kestabilan dan kebaikan struktur tanah. Sumber

[Read More...]


Mari Menanam Sayuran Sistem Verticultur



Pernahkah Anda mengalami kejadian seperti dibawah ini? Suami Anda tiba-tiba ingin makan sayur kangkung. Si sulung minta makan dengan sayur bayam. Si bungsu minta makan dengan tambahan selada dan timun. Ketika melihat lemari es tidak satu pun sayur yang diminta oleh anggota keluarga, mau ke warung jauh, mau ke pasar menyita waktu. Sebagai rumah tangga sering kali mengalami kejadian di atas. Padahal andai saja ada kebun sayur di halaman belakang rumah yang ditanami sayuran, bisa langsung memetiknya. Tapi bagaimana kalau tidak memiliki halaman, tidak memiliki tanah di sekitar rumah untuk menanam sayuran? Ada solusi yang bisa penulis tawarkan pada sesama ibu rumah tangga yang memiliki masalah yang sama. Dengan menggunakan budidaya sayuran sistem vertikultur. Sistem pertanian vertikultur adalah sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat. Vertikultur organik adalah budidaya tanaman secara vertikal dengan menggunakan sarana media tanam, pupuk, dan pestisida berasal dari bahan organik non kimiawi. Sistem vertikultur merupakan solusi atau jawaban bagi yang berminat dalam budidaya tanaman namun memiliki ruang atau lahan sangatterbatas. Kelebihan sistem pertanian vertikultur: (1) Efisiensi dalam penggunaan lahan. (2) Penghematan pemakaian pupuk dan pestisida. (3) Dapat dipindahkan dengan mudah karena tanaman diletakkan dalam wadah tertentu. (4) Mudah dalam hal monitoring/pemeliharaan tanaman. Jenis tanaman yang dapat ditanam dengan sistem ini sangat banyak, misalnya a) tanaman sayur semusim (sawi,selada, kubis, wortel, tomat, terong, cabai dan lain-lainnya), b) tanaman bunga seperti anggrek, mawar, melati, azalea, kembang sepatu, dll; dan c) tanaman obat-obatan yang sekulen. Terdapat tiga aspek yang harus dipersiapkan dalam budidaya tanaman organik secara vertikultur, yaitu: (1) Pembuatan rak vertikultur. (2) Penyiapan dan penggunaan pupuk organik. (3) Penanaman dan pemeliharaan. Pada tulisan ini akan dipaparkan ketiga aspek tersebut secara singkat dan jelas. PEMBUATAN RAK VERTIKULTUR Pelaksanaan vertikultur dapat menggunakan bangunan khusus (modifikasi dari sistem green house) maupun tanpa bangunan khusus, misalnya di pot gantung dan penempelan di tembok-tembok. Wadah tanaman sebaiknya disesuaikan dengan bahan yang banyak tersedia di pasar lokal. Bahan yang dapat digunakan, misalnya kayu, bambu, pipa paralon, pot, kantong plastik dan gerabah. Bentuk bangunan dapat dimodifikasi menurut kreativitas dan lahan yang tersedia. Yang penting perlu diketahui lebih dahulu adalah karakteristik tanaman yang ingin dibudidayakan sehingga kita dapat merancang sistemnya dengan benar. Pembuatan Unit Vertikultur dari Bambu atau Paralon Pembuatan Unit Vertikultur Sistem Rak Penyiapan Media Tanam PENANAMAN DAN PEMELIHARAAN TANAM Pada dasarnya ada tiga tahap dalam proses ini, yaitu persemaian, pemindahan, dan penanaman. Seperti halnya menanam, menyemaikan benih juga memerlukan wadah dan media tanam. Wadah diisi media tanam seperlunya dan memiliki lubang di bagian bawah untuk mengeluarkan kelebihan air. Jumlah benih yang dapat disemaikan disesuaikan dengan ukuran wadahnya, dalam hal ini jarak tanam benih diatur sedemikian rupa agar tidak berdempetan. (SumberI : Ramadhan Pratama, Gaul Edukasi, Mulok Pertanian) Sumber II:m.kompasiana.com/post/hobi/2012/09/18/mari-menanam-sayuran-dengan-vertikultur/
[Read More...]


Indonesia Mulai Kurangi Export Karet





Indonesia akan ikut mengurangi ekspor karet alam sebagai kesepakatan dengan sejumlah negara produsen di Asia Tenggara guna memulihkan harga komoditas itu yang terus naik.

Sedikitnya 100.000 ton bakal dikurangi dari kuota ekspor tahun ini sesuai kesepakatan dengan Malaysia dan Thailand. RI, Thailand, dan Malaysia sepakat mengurangi ekspor 300.000 ton guna memulihkan harga komoditas itu.

Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Asril Sutan Amir mengatakan Indonesia masuk kedalam anggota The International Tripartite Rubber Council (ITRC) bersama Thailand dan Malaysia menyepakati peran masing-masing negara untuk melakukan pembatasan ekspor dan pengendalian produksi karet di tingkat hulu.

Indonesia ikut andil kurangi ekspor 100.000 ton dan Malaysia 50.000 ton. Tiga negara menyepakati pemangkasan ekspor sebanyak 300.000 ton.

Sementara, untuk peremajaan pohon karet seluas 160.000 hektar, Thailand akan menebang pohon karet berusia tua di atas lahan seluas 80.000 hektar (ha), Indonesia 53.333 ha, sedangkan Malaysia 26.667 ha. “Ketiganya menyepakati rasio 3:2:1.”

Karena pemangkasan itu, ekspor karet alam Indonesia berkurang menjadi 2,3 juta ton dari perkiraan sebelumnya sebanyak 2,4 juta ton hingga akhir tahun. Produksi pun akan berkurang dari 2,98 juta ton pada 2011 menjadi 2,8 juta ton tahun ini.

Sumber :http://www.harianterbit.com/2012/08/23/ri-kurangi-eskpor-karet-alam-100-ribu-ton/
[Read More...]


Mengenal Tanaman Buah Naga





Siapa sih yang tidak mengenal buah ini.? Selain rasanya manis buah ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi daging buahnya ada yang merah ada juga yang putih.yap...buah tersebut adalah Buah naga (Inggris: pitaya) adalah buah dari beberapa jenis kaktus dari marga Hylocereus dan Selenicereus. Buah ini berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan namun sekarang juga dibudidayakan di negara-negara Asia seperti Taiwan, Vietnam, Filipina, Indonesia dan Malaysia. Buah ini juga dapat ditemui di Okinawa, Israel, Australia utara dan Tiongkok selatan. Hylocereus hanya mekar pada malam hari.
Pada tahun 1870 tanaman ini dibawa orang Perancis dari Guyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Oleh orang Vietnam dan orang Cina buahnya dianggap membawa berkah. Oleh sebab itu, buah ini selalu diletakkan di antara dua ekor patung naga berwarna hijau di atas meja altar. Warna merah buah terlihat mencolok di antara warna naga-naga yang hijau. Dari kebiasaan inilah buah itu di kalangan orang Vietnam yang sangat terpengaruh budaya Cina dikenal sebagai thang loy (buah naga). Istilah Thang loy kemudian diterjemahkan di Eropa dan negara lain yang berbahasa Inggris sebagai dragon fruit (buah naga).

Varietas Buah Naga

Untuk saat ini buah naga memiliki 4 varietas yang dibudidayakan yaitu:
•Hylocereus undatus, yang buahnya berwarna merah dengan daging buah putih.
•Hpolyrhizus,yang buahnya berwarna merah muda dengan daging buah merah.
•Selenicereus megalanthus dengan kulit buah kuning dan daging buah putih.
•Hylocereus costaricensis, buah naga dengan warna buah yang sangat merah.

Manfaat buah naga

Selain rasanya yang manis menyegarkan, buah naga kaya akan manfaat. Banyak orang percaya buah ini dapat menurunkan kolesterol dan penyeimbang gula darah. Belum ada penelitian tentang manfaat buah ini, namun karena asalnya dari jenis buah kaktus dipercaya buah naga mengandung vitamin C, beta karoten, kalsium, dan karbohidrat. Buah naga mengandung serat yang tinggi sebagai pengikat zat karsinogen penyebab kanker dan memperlancar proses pencernaan.

Sumber refrensi :Google
:Wikipedia


[Read More...]


Sejarah Pestisida dan Apa Pestisida itu.?



PENDAHULUAN
Pestisida adalah substansi kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang digunakan untuk mengendalikan berbagai hama. Yang dimaksud hama di sini adalah sangat luas, yaitu serangga, tungau, tumbuhan pengganggu, penyakit tanaman yang disebabkan oleh fungi (jamur), bakteria dan virus, kemudian nematoda (bentuknya seperti cacing dengan ukuran mikroskopis), siput, tikus, burung dan hewan lain yang dianggap merugikan.

Bagi kehidupan rumah tangga, yang dimaksud hama adalah meliputi semua hewan yang mengganggu kesejahteraan hidupnya, seperti lalat, nyamuk, kecoak, ngengat, kumbang, siput, kutu, tungau, ulat, rayap, ganggang serta kehidupan lainnya yang terbukti mengganggu kesejahteraannya.


Pestisida juga diartikan sebagai substansi kimia dan bahan lain yang mengatur dan atau menstimulir pertumbuhan tanaman atau bagian-bagian tanaman.
Sesuai konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT), penggunaan pestisida ditujukan bukan untuk memberantas atau membunuh hama, namun lebih dititiberatkan untuk mengendalikan hama sedemikian rupa hingga berada dibawah batas ambang ekonomi atau ambang kendali.

Di Indonesia untuk keperluan perlindungan tanaman, khususnya untuk pertanian dan kehutanan pada tahun 2008 hingga kwartal I tercatat 1702 formulasi yang telah terdaftar dan diizinkan penggunaannya. Sedangkan bahan aktif yang terdaftar telah mencapai 353 jenis.

Dalam pengendalian hama tanaman secara terpadu, pestisida adalah sebagai alternatif terakhir. Dan belajar dari pengalaman, Pemerintah saat ini tidak lagi memberi subsidi terhadap pestisida . Namun kenyataannya di lapangan petani masih banyak menggunakannya. Menyikapi hal ini, yang terpenting adalah baik pemerintah maupun swasta terus menerus memberi penyuluhan tentang bagaimana penggunaan pestisida secara aman dan benar. Aman terhadap diri dan lingkungannya, benar dalam arti 5 tepat (tepat jenis pestisida, tepat cara aplikasi, tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat takaran).


PERATURAN PEMERINTAH NO. 7 TAHUN 1973

Untuk melindungi keselamatan manusia dan sumber-sumber kekayaan alam khususnya kekayaan alam hayati, dan supaya pestisida dapat digunakan efektif, maka peredaran, penyimpanan dan penggunaan pestisida diatur dengan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1973. Dalam peraturan tersebut antara lain ditentukan bahwa:

* tiap pestisida harus didaftarkan kepada Menteri Pertanian melalui Komisi Pestisida untuk dimintakan izin penggunaannya
* hanya pestisida yang penggunaannya terdaftar dan atau diizinkan oleh Menteri Pertanian boleh disimpan, diedarkan dan digunakan
* pestisida yang penggunaannya terdaftar dan atau diizinkan oleh Menteri Pertanian hanya boleh disimpan, diedarkan dan digunakan menurut ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam izin pestisida itu
* tiap pestisida harus diberi label dalam bahasa Indonesia yang berisi keterangan-keterangan yang dimaksud dalam surat Keputusan Menteri Pertanian No. 429/ Kpts/Mm/1/1973 dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam pendaftaran dan izin masing-masing pestisida.

Dalam peraturan pemerintah tersebut yang disebut sebagai pestisida adalah semua zat kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang dipergunakan untuk:

* memberantas atau mencegah hama atau penyakit yang merusak tanaman, bagian tanaman atau hasil pertanian
* memberantas gulma
* mematikan daun dan mencegah pertumbuhan tanaman yang tidak diinginkan
* mengatur atau merangsang pertumbuhan tanaman atau bagian tanaman, kecuali yang tergolong pupuk
* memberantas atau mencegah hama luar pada ternak dan hewan piaraan
* memberantas atau mencegah hama air
* memberantas atau mencegah binatang dan jasad renik dalam rumah tangga
* memberantas atau mencegah binatang yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia atau binatang yang dilindungi, dengan penggunaan pada tanaman, tanah dan air.

Sesuai dengan definisi tersebut di atas maka suatu bahan akan termasuk dalam pengertian pestisida apabila bahan tersebut dibuat, diedarkan atau disimpan untuk maksud penggunaan seperti tersebut di atas.

Sedangkan menurut The United States Federal Environmental Pesticide Control Act, pestisida adalah semua zat atau campuran zat yang khusus untuk memberantas atau mencegah gangguan serangga, binatang pengerat, nematoda, cendawan, gulma, virus, bakteri, jasad renik yang dianggap hama kecuali virus, bakteria atau jasad renik yang terdapat pada manusia dan binatang lainnya. Atau semua zat atau campuran zat yang digunakan sebagai pengatur pertumbuhan tanaman atau pengering tanaman.


PERANAN PESTISIDA

Pestisida tidak hanya berperan dalam mengendalikan jasad-jasad pengganggu dalam bidang pertanian saja, namun juga diperlukan dalam bidang kehutanan terutama untuk pengawetan kayu dan hasil hutan yang lainnya, dalam bidang kesehatan dan rumah tangga untuk mengendalikan vektor (penular) penyakit manusia dan binatang pengganggu kenyamanan lingkungan, dalam bidang perumahan terutama untuk pengendalian rayap atau gangguan serangga yang lain.

Pada umumnya pestisida yang digunakan untuk pengendalian jasad pengganggu tersebut adalah racun yang berbahaya, tentu saja dapat mengancam kesehatan manusia. Untuk itu penggunaan pestisida yang tidak bijaksana jelas akan menimbulkan efek samping bagi kesehatan manusia, sumber daya hayati dan lingkungan pada umumnya.

Dalam bidang pertanian pestisida merupakan sarana untuk membunuh hama-hama tanaman. Dalam konsep Pengendalian Terpadu Hama, pestisida berperan sebagai salah satu komponen pengendalian. Prinsip penggunaannya adalah:

* harus kompatibel dengan komponen pengendalian lain, seperti komponen hayati
* efisien untuk mengendalikan hama tertentu
* meninggalkan residu dalam waktu yang tidak diperlukan
* tidak boleh persistent, jadi harus mudah terurai
* dalam perdagangan (transport, penyimpanan, pengepakan, labeling) harus memenuhi persyaratan keamanan yang maksimum
* harus tersedia antidote untuk pestisida tersebut
* sejauh mungkin harus aman bagi lingkungan fisik dan biota
* relatif aman bagi pemakai (LD50 dermal dan oral relatif tinggi)
* harga terjangkau bagi petani.

Idealnya teknologi pertanian maju tidak memakai pestisida. Tetapi sampai saat ini belum ada teknologi yang demikian. Pestisida masih diperlukan, bahkan penggunaannya semakin meningkat. Pengalaman di Indonesia dalam menggunakan pestisida untuk program intensifikasi, ternyata pestisida dapat membantu mengatasi masalah hama padi. Pestisida dengan cepat menurunkan populasi hama, hingga meluasnya serangan dapat dicegah, dan kehilangan hasil karena hama dapat ditekan.

Pengalaman di Amerika Latin menunjukkan bahwa dengan menggunakan pestisida dapat meningkatkan hasil 40 persen pada tanaman coklat. Di Pakistan dengan menggunakan pestisida dapat menaikkan hasil 33 persen pada tanaman tebu, dan berdasarkan catatan dari FAO penggunaan pestisida dapat menyelamatkan hasil 50 persen pada tanaman kapas.

Dengan melihat besarnya kehilangan hasil yang dapat diselamatkan berkat penggunaan pestisida, maka dapat dikatakan bahwa peranan pestisida sangat besar dan merupakan sarana penting yang sangat diperlukan dalam bidang pertanian. Usaha intensifikasi pertanian yang dilakukan dengan menerapkan berbagai teknologi maju seperti penggunaan pupuk, varietas unggul, perbaikan pengairan dan pola tanam akan menyebabkan perubahan ekosistem yang sering diikuti oleh meningkatnya problema serangan jasad pengganggu. Demikian pula usaha ekstensifikasi pertanian dengan membuka lahan pertanian baru, yang berarti melakukan perombakan ekosistem, sering kali diikuti dengan timbulnya masalah serangan jasad pengganggu. Dan tampaknya saat ini yang dapat diandalkan untuk melawan jasad pengganggu tersebut yang paling manjur hanya pestisida. Memang tersedia cara lainnya, namun tidak mudah untuk dilakukan, kadang-kadang memerlukan tenaga yang banyak, waktu dan biaya yang besar, hanya dapat dilakukan dalam kondisi tertentu yang tidak dapat diharapkan efektifitasnya. Pestisida saat ini masih berperan besar dalam menyelamatkan kehilangan hasil yang disebabkan oleh jasad pengganggu.


MACAM DAN CONTOH NAMA PESTISIDA

Pestisida dapat digolongkan menjadi bermacam-macam dengan berdasarkan fungsi dan asal katanya. Penggolongan tersebut disajikan sbb.:

* Akarisida, berasal dari kata akari yang dalam bahasa Yunani berarti tungau atau kutu. Akarisida sering juga disebut sebagai mitesida. Fungsinya untuk membunuh tungau atau kutu.
* Algisida, berasal dari kata alga yang dalam bahasa latinnya berarti ganggang laut. Berfungsi untuk melawan alge.
* Avisida, berasal dari kata avis yang dalam bahasa latinnya berarti burung. Berfungsi sebagai pembunuh atau zat penolak burung serta pengontrol populasi burung.
* Bakterisida, berasal dari kata latin bacterium atau kata Yunani bacron. Berfungsi untuk melawan bakteri.
* Fungisida, berasal dari kata latin fungus atau kata Yunani spongos yang berarti jamur. Berfungsi untuk membunuh jamur atau cendawan.
* Herbisida, berasal dari kata latin herba yang berarti tanaman setahun. Berfungsi membunuh gulma (tumbuhan pengganggu).
* Insektisida, berasal dari kata latin insectum yang berarti potongan, keratan atau segmen tubuh. Berfungsi untuk membunuh serangga.
* Larvisida, berasal dari kata Yunani lar. Berfungsi untuk membunuh ulat atau larva.
* Molluksisida, berasal dari kata Yunani molluscus yang berarti berselubung tipis lembek. Berfungsi untuk membunuh siput.
* Nematisida, berasal dari kata latin nematoda atau bahasa Yunani nema yang berarti benang. Berfungsi untuk membunuh nematoda (semacam cacing yang hidup di akar).
* Ovisida, berasal dari kata latin ovum yang berarti telur. Berfungsi untuk membunuh telur.
* Pedukulisida, berasal dari kata latin pedis berarti kutu, tuma. Berfungsi untuk membunuh kutu atau tuma.
* Piscisida, berasal dari kata Yunani piscis yang berarti ikan. Berfungsi untuk membunuh ikan.
* Rodentisida, berasal dari kata Yunani rodera yang berarti pengerat. Berfungsi untuk membunuh binatang pengerat, seperti tikus.
* Predisida, berasal dari kata Yunani praeda yang berarti pemangsa. Berfungsi untuk membunuh pemangsa (predator).
* Silvisida, berasal dari kata latin silva yang berarti hutan. Berfungsi untuk membunuh pohon.
* Termisida, berasal dari kata Yunani termes yang berarti serangga pelubang daun. Berfungsi untuk membunuh rayap.

Berikut ini beberapa bahan kimia yang termasuk pestisida, namun namanya tidak menggunakan akhiran sida:

* Atraktan, zat kimia yang baunya dapat menyebabkan serangga menjadi tertarik. Sehingga dapat digunakan sebagai penarik serangga dan menangkapnya dengan perangkap.
* Kemosterilan, zat yang berfungsi untuk mensterilkan serangga atau hewan bertulang belakang.
* Defoliant, zat yang dipergunakan untuk menggugurkan daun supaya memudahkan panen, digunakan pada tanaman kapas dan kedelai.
* Desiccant. zat yang digunakan untuk mengeringkan daun atau bagian tanaman lainnya.
* Disinfektan, zat yang digunakan untuk membasmi atau menginaktifkan mikroorganisme.
* Zat pengatur tumbuh. Zat yang dapat memperlambat, mempercepat dan menghentikan pertumbuhan tanaman.
* Repellent, zat yang berfungsi sebagai penolak atau penghalau serangga atau hama yang lainnya. Contohnya kamper untuk penolak kutu, minyak sereb untuk penolak nyamuk.
* Sterilan tanah, zat yang berfungsi untuk mensterilkan tanah dari jasad renik atau biji gulma.
* Pengawet kayu, biasanya digunakan pentaclilorophenol (PCP).
* Stiker, zat yang berguna sebagai perekat pestisida supaya tahan terhadap angin dan hujan.
* Surfaktan dan agen penyebar, zat untuk meratakan pestisida pada permukaan daun.
* Inhibitor, zat untuk menekan pertumbuhan batang dan tunas.
* Stimulan tanaman, zat yang berfungsi untuk menguatkan pertumbuhan dan memastikan terjadinya buah.

FORMULASI PESTISIDA

Pestisida sebelum digunakan harus diformulasi terlebih dahulu. Pestisida dalam bentuk murni biasanya diproduksi oleh pabrik bahan dasar, kemudian dapat diformulasi sendiri atau dikirim ke formulator lain. Oleh formulator baru diberi nama. Berikut ini beberapa formulasi pestisida yang sering dijumpai:

1. Cairan emulsi (emulsifiable concentrates/emulsible concentrates)
Pestisida yang berformulasi cairan emulsi meliputi pestisida yang di belakang nama dagang diikuti oleb singkatan ES (emulsifiable solution), WSC (water soluble concentrate). B (emulsifiable) dan S (solution). Biasanya di muka singkatan tersebut tercantum angka yang menunjukkan besarnya persentase bahan aktif. Bila angka tersebut lebih dari 90 persen berarti pestisida tersebut tergolong murni. Komposisi pestisida cair biasanya terdiri dari tiga komponen, yaitu bahan aktif, pelarut serta bahan perata. Pestisida golongan ini disebut bentuk cairan emulsi karena berupa cairan pekat yang dapat dicampur dengan air dan akan membentuk emulsi.
2. Butiran (granulars)
Formulasi butiran biasanya hanya digunakan pada bidang pertanian sebagai insektisida sistemik. Dapat digunakan bersamaan waktu tanam untuk melindungi tanaman pada umur awal. Komposisi pestisida butiran biasanya terdiri atas bahan aktif, bahan pembawa yang terdiri atas talek dan kuarsa serta bahan perekat. Komposisi bahan aktif biasanya berkisar 2-25 persen, dengan ukuran butiran 20-80 mesh. Aplikasi pestisida butiran lebih mudah bila dibanding dengan formulasi lain. Pestisida formulasi butiran di belakang nama dagang biasanya tercantum singkatan G atau WDG (water dispersible granule).
3. Debu (dust)
Komposisi pestisida formulasi debu ini biasanya terdiri atas bahan aktif dan zat pembawa seperti talek. Dalam bidang pertanian pestisida formulasi debu ini kurang banyak digunakan, karena kurang efisien. Hanya berkisar 10-40 persen saja apabila pestisida formulasi debu ini diaplikasikan dapat mengenai sasaran (tanaman).
4. Tepung (powder)
Komposisi pestisida formulasi tepung pada umumnya terdiri atas bahan aktif dan bahan pembawa seperti tanah hat atau talek (biasanya 50-75 persen). Untuk mengenal pestisida formulasi tepung, biasanya di belakang nama dagang tercantum singkatan WP (wettable powder) atau WSP (water soluble powder).
5. Oli (oil)
Pestisida formulasi oli biasanya dapat dikenal dengan singkatan SCO (solluble concentrate in oil). Biasanya dicampur dengan larutan minyak seperti xilen, karosen atau aminoester. Dapat digunakan seperti penyemprotan ULV (ultra low volume) dengan menggunakan atomizer. Formulasi ini sering digunakan pada tanaman kapas.
6. Fumigansia (fumigant)
Pestisida ini berupa zat kimia yang dapat menghasilkan uap, gas, bau, asap yang berfungsi untuk membunuh hama. Biasanya digunakan di gudang penyimpanan.

KIMIA PESTISIDA

Pestisida tersusun dan unsur kimia yang jumlahnya tidak kurang dari 105 unsur. Namun yang sering digunakan sebagai unsur pestisida adalah 21 unsur. Unsur atau atom yang lebih sering dipakai adalah carbon, hydrogen, oxigen, nitrogen, phosphor, chlorine dan sulfur. Sedangkan yang berasal dari logam atau semi logam adalah ferum, cuprum, mercury, zinc dan arsenic.

1. Sifat pestisida
Setiap pestisida mempunyai sifat yang berbeda. Sifat pestisida yang sering ditemukan adalah daya, toksisitas, rumus empiris, rumus bangun, formulasi, berat molekul dan titik didih.
2. Tata Nama Pestisida
Pengetahuan pestisida juga meliputi struktur dan cara pemberian nama atau dikenal dengan tata nama.
3. Cara Kerja Pestisida
* Pestisida kontak, berarti mempunyai daya bunuh setelah tubuh jasad terkena sasaran.
* Pestisida fumigan, berarti mempunyai daya bunuh setelah jasad sasaran terkena uap atau gas
* Pestisida sistemik, berarti dapat ditranslokasikan ke berbagai bagian tanaman melalui jaringan. Hama akan mati kalau mengisap cairan tanaman.
* Pestisida lambung, berarti mempunyai daya bunuh setelah jasad sasaran memakan pestisida.

CARA PENGGUNAAN PESTISIDA

Cara penggunaan pestisida yang tepat merupakan salah satu faktor yang penting dalam menentukan keberhasilan pengendalian hama. Walaupun jenis obatnya manjur, namun karena penggunaannya tidak benar, maka menyebabkan sia-sianya penyemprotan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan pestisida, di antaranya adalah keadaan angin, suhu udara, kelembapan dan curah hujan. Angin yang tenang dan stabil akan mengurangi pelayangan partikel pestisida di udara. Apabila suhu di bagian bawah lebih panas, pestisida akan naik bergerak ke atas. Demikian pula kelembapan yang tinggi akan mempermudah terjadinya hidrolisis partikel pestisida yang menyebabkan kurangnya daya racun. Sedang curah hujan dapat menyebabkan pencucian pestisida, selanjutnya daya kerja pestisida berkurang.

Hal-hal teknis yang perlu diperhatikan dalam penggunaan pestisida adalah ketepatan penentuan dosis. Dosis yang terlalu tinggi akan menyebabkan pemborosan pestisida, di samping merusak lingkungan. Dosis yang terlalu rendah menyebabkan hama sasaran tidak mati. Di samping berakibat mempercepat timbulnya resistensi.

1. Dosis pestisida
Dosis adalah jumlah pestisida dalam liter atau kilogram yang digunakan untuk mengendalikan hama tiap satuan luas tertentu atau tiap tanaman yang dilakukan dalam satu kali aplikasi atau lebih. Ada pula yang mengartikan dosis adalah jumlah pestisida yang telah dicampur atau diencerkan dengan air yang digunakan untuk menyemprot hama dengan satuan luas tertentu. Dosis bahan aktif adalah jumlah bahan aktif pestisida yang dibutuhkan untuk keperluan satuan luas atau satuan volume larutan. Besarnya suatu dosis pestisida biasanya tercantum dalam label pestisida.
2. Konsentrasi pestisida
Ada tiga macam konsentrasi yang perlu diperhatikan dalam hal penggunaan pestisida
* Konsentrasi bahan aktif, yaitu persentase bahan aktif suatu pestisida dalam larutan yang sudah dicampur dengan air.
* Konsentrasi formulasi, yaitu banyaknya pestisida dalam cc atau gram setiap liter air.
* Konsentrasi larutan atau konsentrasi pestisida, yaitu persentase kandungan pestisida dalam suatu larutan jadi.
3. Alat semprot
Alat untuk aplikasi pestisida terdiri atas bermacam-macam seperti knapsack sprayer (high volume) biasanya dengan volume larutan konsentrasi sekitar 500 liter. Mist blower (low volume) biasanya dengan volume larutan konsentrasi sekitar 100 liter. Dan Atomizer (ultra low volume) biasanya kurang dari 5 liter.
4. Ukuran droplet
Ada bermacam-macam ukuran droplet:
Veri coarse spray
lebih 300 µm
Coarse spray
400-500 µm
Medium spray
250-400 µm
Fine spray
100-250 µm
Mist
50-100 µm
Aerosol
0,1-50 µm
Fog
5-15 µm

5. Ukuran partikel
Ada bermacam-macam ukuran partikel:
Macrogranules
lebih 300 µm
Microgranules
100-300 µm
Coarse dusts
44-100 µm
Fine dusts
kurang 44 µm
Smoke
0,001-0,1 µm

6. Ukuran molekul hanya ada satu macam, yatu kurang 0,001 µm

PETUNJUK PENGGUNAAN PESTISIDA

1. Memilih pestisida
Di pasaran banyak dijual formulasi pestisida yang satu sama lain dapat berbeda nama dagangnya, walaupun mempunyai bahan aktif yang sama. Untuk memilih pestisida, pertama yang harus diingat adalah jenis jasad pengganggu yang akan dikendahikan. Hal tersebut penting karena masing-masing formulasi pestisida hanya manjur untuk jenis jasad pengganggu tertentu. Maka formulasi pestisida yang dipilih harus sesuai dengan jasad pengganggu yang akan dikendalikan. Untuk mempermudah dalam memilih pestisida dapat dibaca pada masing-masing label yang tercantum dalam setiap pestisida. Dalam label tersebut tercantumjenis-jenis jasad pengganggu yang dapat dikendahikan. Juga tercantum cara penggunaan dan bahaya-bahaya yang mungkin ditimbulkan.
Untuk menjaga kemanjuran pestisida, maka sebaiknya belilah pestisida yang telah terdaftar dan diizinkan oleb Departemen Pertanian yang dilengkapi dengan wadah atau pembungkus asli dan label resmi. Pestisida yang tidak diwadah dan tidak berlabel tidak dijamin kemanjurannya.
2. Menyimpan pestisida
Pestisida senantiasa harus disimpan dalam keadaan baik, dengan wadah atau pembungkus asli, tertutup rapat, tidak bocor atau rusak. Sertakan pula label asli beserta keterangan yang jelas dan lengkap. Dapat disimpan dalam tempat yang khusus yang dapat dikunci, sehingga anak-anak tidak mungkin menjangkaunya, demikian pula hewan piaraan atau temak. Jauhkan dari tempat minuman, makanan dan sumber api. Buatlah ruang yang terkunci tersebut dengan ventilasi yang baik. Tidak terkena langsung sinar matahari dan ruangan tidak bocor karena air hujan. Hal tersebut kesemuanya dapat menyebabkan penurunan kemanjuran pestisida.
Untuk berjaga-jaga apabila sewaktu-waktu pestisida tumpah, maka harus disediakan air dan sabun ditergent, beserta pasir, kapur, serbuk gergaji atau tanah sebagai penyerap pestisida. Sediakan pula wadah yang kosong, sewaktu-waktu untuk mengganti wadah pestisida yang bocor.
3. Menggunakan pestisida
Untuk menggunakan pestisida harus diingat beberapa hal yang harus diperhatikan:
* Pestisida digunakan apabila diperlukan
* Sebaiknya makan dan minum secukupnya sebelum bekerja dengan pestisida
* Harus mengikuti petunjuk yang tercantum dalam label
* Anak-anak tidak diperkenankan menggunakan pestisida, demikian pula wanita hamil dan orang yang tidak baik kesehatannya
* Apabila terjadi luka, tutuplah luka tersebut, karena pestisida dapat terserap melalui luka
* Gunakan perlengkapan khusus, pakaian lengan panjang dan kaki, sarung tangan, sepatu kebun, kacamata, penutup hidung dan rambut dan atribut lain yang diperlukan
* Hati-hati bekerja dengan pestisida, lebih-lebih pestisida yang konsentrasinya pekat. Tidak boleh sambil makan dan minum
* Jangan mencium pestisida, karena pestisida sangat berbahaya apabila tercium
* Sebaiknya pada waktu pengenceran atau pencampuran pestisida dilakukan di tempat terbuka. Gunakan selalu alat-alat yang bersih dan alat khusus
* Dalam mencampur pestisida sesuaikan dengan takaran yang dianjurkan. Jangan berlebih atau kurang
* Tidak diperkenankan mencampur pestisida lebih dari satu macam, kecuali dianjurkan
* Jangan menyemprot atau menabur pestisida pada waktu akan turun hujan, cuaca panas, angin kencang dan arah semprotan atau sebaran berlawanan arah angin. Bila tidak enak badan berhentilah bekerja dan istirahat secukupnya
* Wadah bekas pestisida harus dirusak atau dibenamkan, dibakar supaya tidak digunakan oleh orang lain untuk tempat makanan maupun minuman
* Pasanglah tanda peringatan di tempat yang baru diperlakukan dengan pestisida
* Setelah bekerja dengan pestisida, semua peralatan harus dibersihkan, demikian pula pakaian-pakaian, dan mandilah dengan sabun sebersih mungkin.

PETUNJUK KEAMANAN, PERTOLONGAN PERTAMA PADA KERACUNAN

* Petunjuk Keamanan
o Jangan makan/minum atau merokok pada waktu bekerja.
o Pakailah sarung tangan, pelindung tubuh, topeng muka, gunakan pakaian berlengan panjang /celana panjang serta jauhkan dari nyala api pada waktu membuka wadah dan memindahkan pada waktu bekerja
o Sebelum makan, minum atau merokok dan setelah bekerja, cucilah tangan atau kulit yang terkena insektisida ini dengan air sabun, yang banyak, jangan menggunakan insektisida ini 10 hari sebelum tanaman dipanen untuk tanaman pangan.
o Setelah digunakan cucilah dengan air semua peralatan semprot dan pakaian pelindung jangan mencemari kolam, perairan dan sumber air lainnya dengan insektisida ini atau wadah bekasnya.
o Simpan insektisida ini secara tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, jauh dari bahan makanan, api, sumber air dan jangkauan anak-anak.
o Rusakkanlah wadah bekasnya, kemudian tanamlah sekurang-kurangnya 0,5 meter di dalam tanah dan jauh dari sumber air.

* Gejala Dini Keracunan
o Kulit atau mata terasa gatal atau terbakar, pusing, sakit kepala, banyak menimbulkan keringat, mual, mencret,badan gemetar, pingsan.
o Apabila satu atau lebih gejala tersebut timbul, segera berhenti bekerja, lakukan tindakan pertolongan pertama dan pergilah ke Puskesmas/dokter terdekat.

* Petunjuk Pertolongan Pertama pada Keracunan
o Tanggalkan pakaian yang terkena insektisida ini.
o Apabila kulit terkena, segera cuci dengan sabun dan air yang banyak.
o Apabila mata terkena, cucilah segera dengan air bersih selama sedikitnya 15 menit.
o Apabila tertelan dan penderita masih sadar, segera usahakan permuntahan dengan memberikan segelas air hangat yang diberi 1 sendok garam dapur atau dengan cara menggelitik tenggorokan penderita dengan jari tangan yang bersih sampai cairan muntahan menjadi jernih.
o Jangan memberi sesuatu melalui mulut kepada penderita yang pingsan/tidak sadar.
o Apabila terhisap segera dibawa ke ruangan yang berudara sejuk/segar, apabila perlu berikan pernafasan buatan melalui mulut atau dengan pemberian oksigen.

* Perawatan oleh Dokter
Perawatan dilakukan secara simptomatik sesuai dengan gejala yang timbul
[Read More...]


Ribuan hektar sawah Terancam gagal panen




JAKARTA - Kekeringan melanda sejumlah wilayah Indonesia. Pada periode Januari hingga Juli 2012, luas kekeringan lahan sawah telah mencapai 53.320 hektare, dengan angka gagal panen atau puso sebesar 1.358 hektare.

Direktur Perindungan Tanaman Pangan Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Erman Budiyanto, menjelaskan kontribusi kekeringan terluas tahun ini berasal dari Jawa Barat dengan luas 18.619 hektare dengan puso 111 hektare, diikuti Jawa Timur seluas 11.155 hektare dengan puso 996 hektare.

Data Ditjen Tanaman Pangan menunjukkan, kekeringan lahan terjadi hampir di seluruh Pulau Jawa. Selain di Jawa Barat dan Jawa Timur, di Jawa Tengah tingkat kekeringanya mencapai 7.568 hektare dengan tingkat puso seluas 23 hektare. Sementara di Luar Jawa, kekeringan melanda Sulawesi Selatan seluas 8.887 hektare, Sumatra Utara seluas 3.833 hektare, dan Aceh seluas 1.636 hektare.

Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Jawa Barat, Uneef Primadi, menyatakan luas lahan pertanian di Jabar yang dinyatakan puso akibat kekeringan dari Januari–Juli 2011 mencapai 2.345 hektare.

Adapun wilayah di Jawa Barat yang mengalami kekeringan puso terbesar adalah Kabupaten Sukabumi dengan luas lahan pertanian yang terkena pusonya mencapai 988 hektare, disusul oleh Cianjur sebanyak 91 hektare, Kabupaten Garut 77 hektare, Tasikmalaya 26 hektar, Ciamis 399 hektare, Kuningan 389 hektare, Cirebon 109 hektare, Majalengka 82 hektare, Sumedang 26 hektare, Subang 136 hektare, dan Purwakarta 22 hektare.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Winarno Tohir, mengatakan jika dilihat dari kondisi riil di lapangan, tingkat kekeringan tahun ini lebih parah dibandingkan periode tahun lalu. Jika di telusuri hingga tingkat kecamatan, rata- rata kekeringan sudah mencapai 50 persen.

"Prediksi saya, kekeringan lebih berat tahun ini, hasil laporan dari petani di beberapa provinsi, seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat bahkan mencapai 50 persen. Di Indramayu dengan luas lahan sekitar 120 ribu hektare, tingkat kekeringannya sudah 60 hektare, itu terjadi karena air semakin berkurang," ungkap dia.

Sementara itu, beberapa daerah di Jawa Barat yang bergantung dari pasokan air dari Waduk Jatiluhur masih bisa menunggu giliran irigasi, sedangkan daerah yang tidak terjangkau pasokan air dari waduk itu tinggal menunggu giliran kekeringan.

Pada Agustus ini, tingkat kekeringan bakal meningkat karena sudah tidak ada hujan dan waduk sekala di bawah 25 miliar kubik, seperti setu, debitnya sudah menyusut drastis dan cenderung kering. Dengan kondisi tersebut, Winarno memprediksi luas kekeringan bakal lebih luas dari data yang di paparkan Kementerian Pertanian, dan itu juga berdampak pada meningkatnya luas puso.

Selain kekeringan, pada periode Januari hingga Juli juga terjadi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) pada tanaman padi di lahan seluas 245.637 hektare, dengan tingkat gagal panen mencapai 1.036 hektare.

Menteri Pertanian, Suswono, mengakui petani di Karawang, Subang, dan Indramayu mengeluhkan terjadinya kekeringan, tetapi keluhan tersebut akibat dari sistem pembagian air yang bergiliran.

Enam Strategi

Dinas Pertanian (Distan) Jawa Barat menyiapkan enam langkah atau strategi khusus untuk mengantisipasi dampak kekeringan tahun ini.

Enam langkah itu, kata Uneef, pertama, melakukan rapat koordinasi di empat wilayah yang ada di Provinsi Jabar. Kedua, melakukan pemantauan secara intensif oleh petugas lapangan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT). Langkah ketiga, lanjut Uneef, adalah gerakan percepatan tanam atau pengaturan pola tanam oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Keempat, pengairan sistem gilir giring dan membuat sumur pantek. Kelima, pada lokasi puso diusulkan bantuan benih dari cadangan benih nasional. Langkah terakhir, ialah dengan hibah melalui perbaikan irigasi di tingkat desa.

Sumer :http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/97600
[Read More...]


Enam Jenis Pestisida berdasarkan kegunaanya



Pestisida dikelompok kan menjadi enam jenis,nah berikut ini jenis-jenis pestisida berdasarkan kegunaanya.
1.Insektisida adalah pestisida yang digunakan untuk memberantas serangga seperti belalang, kepik, wereng, dan ulat. Insektisida juga digunakan untuk memberantas serangga di rumah, perkantoran atau gudang, seperti nyamuk, kutu busuk, rayap, dan semut. Contoh : basudin, basminon, tiodan, diklorovinil dimetil fosfat, diazinon,dll.
2.Fungisida adalah pestisida untuk memberantas/mencegah pertumbuhan jamur/ cendawan seperti bercak daun, karat daun, busuk daun, dan cacar daun. Contoh : tembaga oksiklorida, tembaga (I) oksida, carbendazim, organomerkuri, dan natrium dikromat.

3.Bakterisida adalah pestisida untuk memberantas bakteri atau virus. Salahsatu contoh bakterisida adalah tetramycin yang digunakan untuk membunuh virus CVPD yang meyerang tanaman jeruk. Umumnya bakteri yang telah menyerang suatu tanaman sukar diberantas. Pemberian obat biasanya segera diberikan kepada tanaman lainnya yang masih sehat sesuai dengan dosis tertentu.

4.Rodentisida adalah pestisida yang digunakan untuk memberantas hama tanaman berupa hewan pengerat seperti tikus. Lazimnya diberikan sebagai umpan yang sebelumnya dicampur dengan beras atau jagung. Hanya penggunaannya harus hati-hati, karena dapat mematikan juga hewan ternak yang memakannya. Contohnya : Warangan.

5.Nematisida adalah pestisida yang digunakan untuk memberantas hama tanaman berupa nematoda (cacing). Hama jenis ini biasanya menyerang bagian akar dan umbi tanaman. Nematisida biasanya digunakan pada perkebunan kopi atau lada. Nematisida bersifat dapat meracuni tanaman, jadi penggunaannya 3 minggu sebelum musim tanam. Selain memberantas nematoda, obat ini juga dapat memberantas serangga dan jamur. Dipasaran dikenal dengan nama DD, Vapam, dan Dazomet.

6.Herbisida adalah pestisida yang digunakan untuk membasmi tanaman pengganggu (gulma) seperti alang-alang, rerumputan, eceng gondok, dll. Contoh ammonium sulfonat dan pentaklorofenol.

Sumber :Dari berbagai sumber
[Read More...]


Hama Dan Penyakit Utama Tanaman Tomat



1.Ulat Buah (Helicoverpa armigera)
Ulat tidak hanya menyerang tanaman tomat,tetapi juga bisa menyerang tanaman lain seperti bunga,daun hingga batang tanaman.Ulat menyerang buah tomat dengan cara melubangi buah tomat.buah yang terserang akhirnya busuk dan rontok.


2.Kutu Daun (Myzus persicae)
Kutu ini bisanya hidup berkelompok,menghisap cairan daun muda dan bagian tanaman yang masih muda(pucuk).Cairan yang dikeluarka kutu ini mengandung madu,sehingga mendorong timbulnya embun jelaga pada daun yang dapat menghambat fotosintesis.
Dampak langsung serangan hama ini adalah tanaman menjadi keriput,tumbuh kerdil,warna daun kekuningan,terpelintir,layu dan mati.Secara tidak langsung kutu ini merupakan vektor lebih dari 150 strain virus.Kutu dewasa berwarna kuning atau hijau dengan ukuran 1,8-2,3 mm.Seekor kutu menghasilkan keturunan 50 ekor.lama hidup bisa berlangsung 2 bulan.


3.Penggorok Daun (Liriomyza sp)
Imago meletakkan telur di dalam daun setelah 2-8 hari menetas menjadi larva.larva berada didalam daun dan makan dengan caramenggorok daun,priode larvaa 4-6 hari dan kemudian menjadi pupa didalam tanah.lalat betina dapat menghasilkan teur sampai 600 butir.gejala serangan terlihat adanya garis-garis putih tidak beraturan dipermukaan daun.



4.Bercak Kering (Alternaria solani)
Cendawan ini dapat bertahan pada sisa-sisa tanaman sakit dan biji.Konodium mudah lepas terbawa angin dan dapat disebarkan oleh angin,suhu optimum perkecambahan konodium adalah antara 28-30 derajat celcius.Patogen dapat menyerang bibit dan tanaman muda,gejala dapat terlihat pada batang daun dan buah seperti bercak bulat kecil berwarnacoklat tua sampai hitam,disekitar bercak nekrotik terdapat halo sempit.pada serangan berat terdapat banyak bercak dan daun gugur sebelum waktunya.

5.Busuk Daun (Phytoptora infestan)
Kelembaban tinggi dan suhu rendah didataran tinggi sangat ideal untuk perkembangan penyakit ini,cedawan hanya membentuk sepora pada kelembaban tinggi dengan suhu optimum 18-22 derajat celcius.Cendawan dapat menyerang tanaman di semua stadia pertumbuhan tanaman.Gejala awal berupa berck basah pada tepi daun atau tengah daun.Bercak didikelilingi oleh masa sporangium yang berwarna putih.Serangan dapat melebar ke batang,tangkai dan Buah.
[Read More...]


Cara Pengapuran Tanah Asam



AgriculturProductaJika dipostingan bulan lalu kita sudah membahas masalah pemupukan yaitu:
1.Memahami Pupuk
2.Pengapuran Tanah Asam
3.Berbagai macam unsur hara dan kegunaannya

Nah kali ini kita akan membahas mengenai cara pengapuran tanah asam.Setelah tanah yang akan kita tanami diukur derajat keasamannya ternyata hasilnya asam maka hal yag dilakukan adalah menentukan kebutuhan kapuruntuk tanah tersebuit.
Hal yang dilakukan ialah menentukan pH tanah yang akan dibuat,misalnya pH 6,5-7.umumny atanah kering yag biasa ditanami dibutuhkan 4 ton/ha dolomit atau kalsit.Untuk tanah gambut dibutuhkan sekitar 19 ton/ha.Memang angka pastinya belum ada.Namun,angka kebutuhan tersebut bisa dijadikan patokan.kuncinya ialah semakin asam tanahnya maka banyak kebutuhan kapurnya.Sekaranyg bagaimana jika lahan nya kurang dari 1 ha.?Tentu saja kebutuhan kapurnya kurang dari dosis per hektar atau sesuai dengan kebutuhaan lahan.Misalnya luas lahannya 1.000m^2 maka kebutuhan kapurnya hanya 400 kg atau 1/10 dari dosis anjuran.Nah berikut ini tabel berapa ukuran pH tanah dan dosis dolomit untuk menetralkan tanah tersebut.

Dosis Dolomit Untuk Menetralkan Tanah Asam


Anjuran untuk setiap meter persegi,yaitu 0,8 kglubang atau dapat dibulatkan menjadi 1 ka/lubang.Selain sebagi bahan untuk menetralkan pH,penggunaan kapur ini dimaksud sebagai buffer dalam tanah sehingga kemasamannya setabil.
[Read More...]


Cara Mengetahui Posisi Blog Di Search Engine Google



Saya rasa hal ini tidak asing lagi bagi para para master seo atau juragan kontes, tools untuk mengetahui posisi SERP website/blog mereka di search engine Google atau Yahoo ini bukanlah barang baru lagi. Karena bisa saya pastikan mereka selalu menggunakan tools bernama SEOSerp ini untuk mengetahui rangking website/blog mereka di search engine untuk target keyword tertentu (keyword pada kontes SEO). So, buat para master seo dan juragan kontes seo silahkan lewat saja he he karena artikel ini saya tujukan buat sobat blogger yang mungkin belum tahu atau belum mengenal yang namanya SEOSerp ini. Yups sobat blogger, tools SEOSerp ini adalah tools untuk mengetahui posisi atau rangking blog kita (lebih spesifik lagi untuk artikel atau postingan) pada halaman hasil pencarian Google atau istilah “gaulnya” adalah SERP (Search Engine Result Page). Blogger manapun sudah pasti menginginkan artikel atau postingannya bisa masuk di halaman 1 (pertama) Google yang menampilkan 10 rangking tertinggi (urutan 1 – 10) dengan kata kunci atau target keyword tertentu. Pada ajang kontes seo, kata kunci atau target keywordnya sudah ditentukan oleh panitia kontes. Sedangkan untuk artikel atau postingan umum, kata kuncinya tergantung pada si pembuat artikel mau “nembak” keyword apa. Dengan menggunakan SEOSerp ini sobat blogger tidak perlu lagi membuka satu demi satu halaman pencarian Google untuk mengetahui posisi SERP artikel sobat, karena SEOSerp ini memperlihat hasil pencarian urutan 1 - 1000 di Google..wow that is cool man..!

OK sobat, saya akan coba memberikan ilustrasi supaya lebih memudahkan sobat blogger bagaimana cara menggunakan tools SEOSerp ini. Misalnya saya ingin mengetahui posisi artikel saya Budidaya tanaman seledri. Kata kunci atau keyword yang saya tuju pada saat membuat artikel ini pada bulan April 2011 lalu adalah “Budidaya tanaman seledr”. Waktu itu saya penasaran melihat hasil pencarian di google.com untuk kata kunci “Budidaya Tanaman Seledri”. Akhirnya muncul niat untuk membuat artikel tersebut untuk mencoba menjajal kemampuan blog ini apakah mampu bersaing di google.com internasional tersebut.
Cara mengecek posisi artikel di SEOSerp adalah sebagai berikut :
1.Langsung saja menuju ke situs SEOSerp ini.

.
2.Pada target Google ada pilihan Google dari 60 negara, kita pilih yang pertama yaitu Google International (www.google.com).

3.Pada keywords diisikan kata kunci artikel Budidaya Tanaman Seledri.

4.Kemudian your domain saya isikan http://agriculturproduct.blogspot.com/

5.Klik tombol Go for SERP.

6.Hasilnya adalah artikel tersebut menduduki posisi ke-2 pada hasil pencarian google.com seperti gambar dibawah ini


7.Selanjutnya saya coba lagi untuk mengetahui posisi artikel tersebut di Google Indonesia dengan mengklik google.co.id pada pilihan Select a Google.

8.Hasilnya artikel tersebut berada di urutan 1 (pertama) Google Indonesia bravo seperti terlihat pada screenshot dibawah ini.




9.Langkah terakhir adalah mengecek langsung kebenaran hasil dari SEOSerp pada browser dengan langsung meluncur ke google.com dan google.co.id. Untuk bagian yang ini saya persilahkan sobat blogger untuk membuktikannya he he…

Nah dari ilustrasi yang sudah saya berikan tadi, saya harap sobat blogger sudah bisa paham bagaimana cara untuk mengetahui posisi SERP blog di search engine atau Google. Belajar dan terus belajar serta jangan pernah puas dengan hasil yang sudah didapat saat ini akan menjadi kunci sukses buat kita bersama. Happy nice blogging.

Sumber

[Read More...]


Berbagai Macam Unsur Hara dan Kegunaannya



Seperti biasa,setiap akhir bulan dan awal bulan kegiatan offline lebih menyita waktu dan tenaga juga pikiran,sehingga proses update blog juga mengalami gangguan. :) :)
Ok kali ini saya akan membagikan sedikit tentang berbagai macam unsur hara dan kegunaannya,Jika terjadi kekurangan atau kesalahan tolong koreksi ya.? :)

1. Nitrogen (N) :
Pertumbuhan vegetatif (tinggi,anakan,hijau daun)
Bahan penyusun klorofil dan daun.

2. Kalium (K) :
Fotosintesis,pembentukan protein dan karbohidrat.
Katalisator dalam transformasi tepung,gula dan lemak tanaman.
Bagian dari jerami dan kayu tanaman.
Mempengaruhi kualitas rasa dan warna dari buah serta bunga.
Daya tahan tanaman terhadap hama/penyakit dan kekeringan.
Mempercepat pertumbuhan jaringan meristematik.

3. Kalsium (Ca) :
Bahan penyusun klorofil.
Dibutuhkan bagi enzim pada metabolisme karbohidrat.
Bagian dari minyak tanaman penghasil minyak.

4. Magnesium (Mg) :
Pembentukan bulu-bulu akar dan biji-bijian.
Jerami dan bagian kayu tanaman.

5. Sulfur (S) :
Penyusun utama ion sulfat.
Merupakan kandungan protein dan vitamin.
Pembentukan bintil akar kacang-kacangan dan butir-butir hijau daun.

6. Ferum (Fe) :
Pembentukan klorofil.

7. Klorin (CI) :
Meningkatkan produktifitas dan mutu/ kualitas tanaman.

8. Mangan (Mn) :
Penyusunan klorofil dalam fotosintesis.
Perkecambahan biji dan pemasakan buah.

9. Kuprum (Cu) :
Pengaturan sistem enzim dan pembentukan klorofil.
Sangat diperlukan pada tanah alkalis dan organik.

10. Zink (Zn) :
Pengaturan sistem enzim dan zat pengatur tumbuh.
Sangat diperlukan pada tanah alkalis.

11. Boron (B) :
Meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil sayur dan buah-buahan.
Meningkatkan produksi biji kacang-kacangan.
Diperlukan pada tanah organik.

12. Molibdenum (Mo) :
Penting dalam proses fiksasi unsur N dan untuk tanaman kacang-kacangan,jeruk dan sayur.

13. Natrium (Na) :
Berperan dalam pembukaan stomata dan dapat menggantikan peranan unsur K.
Berperan dalam pembentukan umbi,mencegah busuk bagian tengah ubi (hartrot).

14. Fosfor (P) :
Pertumbuhan akar.
Pembungaan dan pemasakan buah,biji atau gabah.
Penyusunan inti sel,lemak dan protein.

Agar tumbuhan dapat tumbuh dengan baik sebaiknya penggunaan unsur hara makro dan mikro harus seimbang.Unsur hara mikro sebenarnya unsurhara yang sedikit dibutuhkan oleh tanaman,akan tetapi jika tanaman kekurangan unsur ini maka tumbuhan tidak dapat tumbuh dan menghasilkan dengan baik.
[Read More...]


Menentukan Keasaman Tanah



Ada petani yang mengatakan bahwa menentukan reaksi tanah sangat sulit,hal itu memang benar kalau tanahnya haya sekedar dilihat saja.Bahkan dengan melihat gejala yang diperlihatkan pada tanaman pun belum menjamin seseorang mengetahui reaksitanahnya.Untuk keperluan penelitiannya diperlukan /dibutuhkan keterampilan sendiri caranyadengan alat ukur pH tanah.
Ada beberapa alat ukur pH tanah yang dapat dibeli ditoko saprotan (sarana produksi pertanian)dari yang harganya murah sampai yang harganya tinggi/mahal,tetapi dapat dipakai berulang kali dengan hasil pengukuran lebih terjamin adalah pH tester da soil tester.
Baiklah kita akan membahas alat tersebut dari yang paling murah dahulu yaitu :

A.Kertas Lakmus
Pemakaian kertas lakmus Seperti buatan Merck (Jerman Barat)dan Whatman (Inggris)sanagat mudah,caranya ambil tanah lapisan dalam ,lalu larutkan denagan air murni (aquadestilata)dalam wadah biarkan tanahnya terendam didalam wadah sehingga airnya menjadi bening kembali.
Setelah bening airnya dipindahkan dalam wadah lain secara hati-hatiagar tidak keruh.Selanjutnya ambil sedikit kertas lakmus dan celupkan kedalam air tersebut.Dalam beberapa saat tanahnya akan berubah warnanya.Cocokkan warna kertas lakmus dengan warna yang ada pada kemasan kertas lakmus.skala tersebut sudah dilengkapi dengan angka pH masing-masing warna.

B.Soil tester
Pemakain soil tester untuk mendapatkan pH tanah agar berbeda dengan kertas lakmusbentuknya seperti pahat dan berukutran pendek,oleh karena bentuknya seperti pahat ada bagian yang runcing.Bagian yang runcing inilah yang ditancapkan ketanah hingga pada batas yang dianjurkan.Setelah ditancapkan sekitar tiga menit kemudian jarum skala akan bergerak,angka yang ditunjukkan oleh jarum tersebut merupakan dari pH tanah tersebut.
Kalau masih kurang yakin dengan hasil yang diperoleh pengukuran dapat diulang dibeberapa tempat dengan syarat harus pada lahan yang sama.sebelum alat tersebut di tancapkan ke tanah hendaknya alat dibersihkan dahulu.Ini dimaksudkan agar jangan sampai ada unsur lain yang dapat mempengaruhi angka pH pada sil tester tersebut.

C.pH tester
Harga alat ini lebih murah dan seberhana jika dibandingkan soil tester.Penggunaanya untuk mengukur nilai pH tanah dilahan yang tidak terlalu luas.sekitar 1-2 ha.Walau demikain alat ini masih bisa diandalkn.Bagi yang menunjukan angka pH berbentukkotak dengan jarum penunjuk angka.Bagian kotak tersebut dihubungkan dengan besi sepanjang 25 cm yang ujungnuya runcing dan dilapisi logam elektroda.besi inilah yang di tancapkan ke tanah.Jumlah besi bisa 1-2 buah.
Catatan :Jika anda kesulitan untuk menentukan pH tanah bisa menghubungi petugas dari dinas setempat.
[Read More...]


Pengapuran Tanah Asam



Kata “asam”dan “basa” untuk tanah erat kaitaannya dengan reaksi tanahnya.Reaksi tanah asam atau netral dilambangkan dengan pH (potential of hydrogen)yaitu derajat dari keasaman dari tanah.Reaksi ini perlu sedikit disinggung kaena kesuksesan dari membudidayakan tanaman ini tergantung pada derajat keasaman tanah itu sendiri.
Seandainya tanah diibaratkan makanan,kelezatannya tergantung pada garamnya.Jika garam yang dibubuhkan terlalu banyak maka makanan akan terasa asin,sebaliknya jika garamnya terlalu sedikit ,maka makanan itu terasa hambar.Walapun bumbu makannya sudah sempurna tetapi jika garamnya terlalu banyak atau sedikit maka kelezatan makannanya akan berkurang.

Tanah pun demikian halnya.jika tanahnya terlalu asam atau terlalu basa maka tanaman akan tumbuh kurang sempurna sekalipun masih bisa tumbuh dan menghasilkan buah.Memang ada beberapa jenis tanaman tertentu yang suka dengan tanah yang asam atau basa.Namun kebanyakan tanah di Indonesiabersifat netral jadi orang pun jarang membicarakan mengenai tanaman tersebut.

Secara alami,tanah asam unumnya ditemukan didataran tinggi,lahan-lahan yang baru dibuka,dan tanah yang sistim pengairan atau irigasinya tidak baik.Namun ,belakngan ini tanah pertanian yang dulunya netral berubah menjadi asam akibat cara pembudidayaan yang dilakukan pada tanah tersebut .Biasanya tanah yang dapat berubah jadi asam karena ditanami secara terus menerus,pengolahan tanah intensif,dan bahkan diikuti dengan pemakaian pupuk anorganik secara terus menerus.
[Read More...]


Cara Menarik Uang di ATM Melebihi Saldo




SALDO TINGGAL 1jt BISA AMBIL 4jt.
cara ini ditemukan dengan tidak sengaja 2 hari yg lalu oleh seorang teman....
Cara Menarik Uang di ATM Melebihi Saldo Tabungan


@ masukkan kartu ATM anda ke mesin ATM.

@ masukkan kode pin anda.

@ tekan tarik tunai.

@ pilih nominal yg anda inginkan.

@ kemudian mesin ATM akan mulai bunyi menghitung.

@ Nah pada saat mesin ATM menghitung tekan enter sebanyak yang anda inginkan uang yg akan keluar tetapi maksimal 4x saja.

Sebagai contoh: saat anda pertama kali pilih nominal 1 juta maka jika di enter 2x pada saat mesin sedang menghitung maka akan keluar 2jt. Jika di enter 3x maka akan keluar 3jt. Jika di enter 4x maka akan keluar 4jt.
ini sudah dibuktikan teman dan berhasil dalam mimpinya 2 hari yg lalu .......
selamat mencoba ..........

Sumber :

http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=14661898
[Read More...]


Budidaya Tanaman Buncis





I.PENDAHULUAN
Buncis (dari bahasa Belanda, boontjes, Phaseolus vulgaris L.) merupakan sejenis polong-polongan yang dapat dimakan. Buah, biji, dan daunnya dimanfaatkan orang sebagai sayuran. Sayuran ini kaya dengan kandungan protein. Ia dipercaya berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan.
Buncis adalah sayur yang kaya dengan protein dan vitamin ini membantu menurunkan tekanan darah serta mengawal metabolisme gula dalam darah dan amat sesuai dimakan oleh mereka yang mengidap penyakit diabetes atau hipertensi. Kandungan serat dan enzim yang tinggi dapat membantu penurunan berat badan.
Kacang buncis tumbuh melilit, mempunyai akar tunggang dan sisi yang panjang dan memerlukan tiang untuk memanjat.

II. SYARAT TUMBUH

2.1. Tanah
Tanaman buncis dapat tumbuh dengan baik bila ditanam di dataran tinggi, yaitu sekitar 1.000 - 1.500 meter di atas permukaan laut. Jenis tanah yang cocok adalah andosol dan regosol karena mempunyai drainase yang baik. Tanah andosol hanya terdapat di daerah pegunungan yang mempunyai iklim sedang dengan curah hujan di atas 2500 mm/tahun. Tanah andosol mempunyai ciri berwarna hitam, kandungan bahan organiknya tinggi, bertekstur lempung sampai debu, remah, gembur, dan permeabilitasnya sedang. Tanah regosol biasanya berwarna kelabu, cokelat, dan kuning, bertekstur pasir sampai berbutir tunggal dan permeabel. Derajat keasaman (pH) yang optimal untuk pertumbuhan tanaman buncis adalah 5,5 - 6.

2.2. Iklim

A.Curah hujan
Tanaman buncis dapat tumbuh dengan baik pada daerah dengan curah hujan 1.500 - 2.500 mm per tahun. Tanaman ini paling baik ditanam pada akhir musim kemarau (menjelang musim hujan) atau akhir musim hujan (menjelang musim kemarau). Pada saat peralihan, air hujan tidak begitu banyak sehingga sangat cocok untuk fase pertumbuhan awal tanaman buncis, fase pengisian, dan pemasakan polong. Pada fase tersebut dikhawatirkan terjadi serangan penyakit bercak bila curah hujan terlalu tinggi.

B.Suhu
Suhu udara yang paling baik untuk pertumbuhan buncis adalah 20 - 25°C. Pada suhu kurang dari 20 °C tanaman tidak dapat melakukan proses fotosintesis dengan baik, akibatnya pertumbuhan tanaman menjadi terhambat dan jumlah polong yang dihasilkan akan sedikit. Sebaliknya, pada suhu udara yang lebih tinggi dari 25 °C banyak polong yang hampa. Hal ini terjadi karena proses pernapasan (respirasi) lebih besar daripada proses fotosintesis pada suhu tinggi.

C.Cahaya
Cahaya matahari diperlukan oleh tanaman untuk proses fotosintesis. Umumnya tanaman buncis membutuhkan cahaya matahari yang besar atau sekitar 400 - 800 footcandles. Oleh karena itu, tanaman buncis termasuk tanaman yang tidak membutuhkan naungan.
D.Kelembaban Udara
Kelembapan udara yang diperlukan tanaman buncis sekitar 50 - 60 % (sedang). Kelembapan ini agak sulit diukur, tetapi dapat diperkirakan dari lebat dan rimbunnya tanaman. Kelembapan yang terlalu tinggi dapat mempengaruhi terhadap tingginya serangan hama dan penyakit. Beberapa jenis aphis (kutu) dapat berkembang biak dengan cepat pada kelembapan 70 - 80 %.

III.BUDIDAYA TANAMAN BUNCIS
Secara umum, budidaya tanaman buncis meliputi persiapan benih, pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, dan panen.

A.Persiapan Benih
Benih yang digunakan untuk penanaman buncis harus benih yang baik, yaitu berasal dari tanaman induk yang baik pula. Benih yang baik memenuhi persyaratan tertentu, antara lain mempunyai daya tumbuh minimal 80 %, bentuknya utuh, bernah, warna mengkilat, tidak bernoda cokelat terutama pada mata bijinya, bebas dari hama dan penyakit, seragam, tidak tercampur dengan varietas lain, dan bersih dari kotoran. Benih yag baik mempunyai daya tumbuh yang tinggi, dapat disimpan lama, tahan terhadap serangan hama dan penyakit, tumbuh cepat dan seragam, serta mampu menghasilkan tanaman dewasa yang normal dan berproduksi tinggi.
Agar benih dapat disimpan lama maka perlu disimpan pada suhu -18 - 0 C dengan kelembapan relatif 50 - 60%. Kandungan air benih juga sangat menentukan terhadap daya simpan benih. Kandungan air yang baik untuk benih sekitar 14 %. Bila persyaratan di atas sudah terpenuhi maka daya simpan benih dapat mencapai 3 tahun.

B.Pengolahan Lahan
Kegiatan pengolahan tanah dilakukan dengan cara membajak atau mencangkul tanah sedalam 20 - 30 cm. Untuk tanah-tanah berat pencangkulan dilakukan sebanyak dua kali dengan jangka waktu 2 - 3 minggu, sedangkan untuk tanah-tanah ringan pencangkulan cukup dilakukan satu kali saja.
Untuk memudahkan kegiatan pemeliharaan perlu dibuat bedengan-bedengan dengan ukuran panjang 5 m, lebar 1 m, dan tinggi 20 cm. Jarak antar bedengan 40 - 50 cm. Untuk areal yang tidak begitu luas, misalnya lahan pekarangan, tidak perlu dibuat bedengan tetapi cukup berupa guludan selebar 20 cm, panjang 5 m, tinggi 10 - 15 cm, dan jarak antar guludan 70 cm.
Untuk meningkatkan kesuburan tanah dapat dilakukan pemupukan dengan pemberian pupuk kandang atau kompos sebanyak 15 - 20 kg/10 m2. Pemberian pupuk kandang dimaksudkan untuk memperbaiki struktur tanah agar lebih gembur, aerasinya baik, dan drainase optimal. Pupuk anorganik sebagai pupuk dasar dapat diberikan berupa Urea, TSP, dan KCl masing-masing sebanyak 200 kg, 600 kg, dan 120 kg untuk tiap hektar atau masing-masing 2 gram, 6 gram, dan 1,2 gram untuk tiap tanaman. Cara menempatkan pupuk kandang maupun pupuk anorganik adalah dengan menaburkan di sepanjang larikan.

C.Penanaman
Buncis ditanam dengan pola pagar atau barisan karena penanamannya dilakukan pada bedengan atau guludan. Pada pola ini, jarak antar tanaman lebih sempit dibandingkan antar barisan. Dengan pola ini akan lebih memudahkan dalam proses pekerjaan selanjutnya, seperti pengairan, pemupukan, pembumbunan, dan panen.
Jarak tanam yang digunakan adalah 20 x 50 cm, baik untuk tanah datar maupun tanah miring. Bila kesuburan tanahnya tinggi, maka sebaiknya menggunakan jarak tanam yang lebih sempit, yaitu 20 x 40 cm. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari timbuhnya gulma yang tinggi. Penentuan jarak tanam ini harus benar-benar diperhatikan karena berhubungan dengan tersedianya air, hara, dan cahaya matahari.
Setelah jarak tanam ditentukan, maka pekerjaan selanjutnya adalah membuat lubang tanam dengan cara ditugal. Agar lubang tanam yang dibuat dapat lurus, sebelumnya dapat diberi tanda dengan ajir, bambu, atau tali. Tempat yang diberi tanda tersebut yang ditugal. Kedalaman tugal 4 - 6 cm untuk tanah-tanah yang remah dan gembur, dan kedalaman 2 - 4 cm untuk jenis tanah liat. Hal ini disebabkan karena kandungan air pada tanah liat lebih tinggi sehingga dikhawatirkan benih membusuk sebelum berkecambah.

D.Pemeliharaan
Kegiatan pemeliharaan meliputi pemupukan, pengairan, pengguludan, pemasangan turus, pemangkasan, serta pengendalian hama dan penyakit.

1)Pemupukan
Pemupukan dimaksudkan untuk memberikan tambahan unsur hara bagi tanaman, karena hara yang disediakan tanah tidak mencukupi untuk pertumbuhan tanaman. Berkurangnya ketersediaan hara dalam tanah disebabkan adanya proses erosi, pencucian, evaporasi (penguapan), atau diserap oleh tanaman.
Pupuk yang diberikan terdiri dari pupuk organik dan pupuk kimia. Pupuk organik berupa pupuk kandang atau kompos dicampur dengan tanah bedengan sebanyak 15 - 20 kg/10 m2. Pupuk anorganik yang diberikan berupa Urea, SP36, dan KCl masing-masing sebanyak 200 kg, 250 kg, dan 120 kg untuk tiap hektar.

2)Pengairan
Pengairan perlu dilakukan apabila penanaman dilakukan pada musim kemarau, terutama pada umur 1 - 15 hari setelah tanam. Bila penanaman dilakukan pada musim hujan, maka yang perlu diperhatikan adalah masalah pembuangan airnya. Kelebihan air dapat disalurkan melalui parit-parit yang telah dibuat diantara bedengan atau guludan.

3)Pengguludan
Peninggian guludan atau bedengan dilakukan pada saat tanaman berumur kurang lebih 20 dan 40 hari dan lebih baik dilakukan pada saat musim hujan. Tujuannya adalah untuk memperbanyak akar, menguatkan tumbuhnya tanaman, dan memelihara struktur tanah.

4)Pemasangan turus atau lanjaran
Pemasangan turus atau lanjaran dilakukan untuk budidaya buncis tipe merambat. Turus atau lanjaran dibuat dari bambu dengan ukuran panjang 2 m dan lebar 4 cm dan ditancapkan di dekat tanaman. Setiap dua batang turus yang berhadapan diikat menjadi satu pada bagian ujungnya, sehingga akan tampak lebih kokoh. Pelaksanaan pemasangan turus dapat dilakukan bersamaan dengan peninggian guludan yang pertama, yaitu pada saat tanaman berumur 20 hari.

5)Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan dengan tujuan untuk memperbanyak ranting-ranting sehingga diperoleh buah yang lebih banyak. Pemangkasan dilakukan pada saat tanaman berumur 2 dan 5 minggu.
Selain untuk memperbanyak ranting, pemangkasan juga ditujukan untuk mengurangi kelembapan sehingga dapat mengurangi perkembangan hama dan penyakit.

6) Pengendalian hama dan penyakit

HAMA
a)Kumbang Daun
Kumbang daun (Henosepilachna signatipennis) termasuk ke dalam famili Curculionadae. Bentuk tubuhnya oval, berwarna merah atau cokelat kekuning-kuningan, panjang antara 6 - 7 mm. Betina bertelur pada permukaan daun bagian bawah sebanyak 20 - 50 butir. Telur berwarna kuning, bentuknya oval, dan panjang 0,5 mm. Setelah 4 atau 5 hari larvanya akan keluar dan dapat memakan daun-daun buncis. Pupa berbentuk segi empat dan bergerombol pada daun, tangkai, atau batang. Setelah stadia larva adalah stadia dewasa (kumbang) yang sangat rakus memakan daun-daunan, dan hidupnya dapat mencapai lebih dari 3 bulan. Tanaman inangnya bukan hanya jenis kacang-kacangan saja, tetapi juga mentimun, padi, jagung, kubis, dan tanaman lain dari famili Solanaceae.
Gejala serangan hama ini berupa lubag-lubang pada daun yang kadang-kadang tinggal kerangka atau tulang-tulang daunnya saja. Tanaman menjadi kerdil dan polong yang dihasilkan kecil-kecil.
Pengendalian dapat dilakukan dengan membunuh telur, larva, maupun kumbangnya menggunakan tangan. Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida Lannate L dan Lannate 25 WP, dengan konsentrasi 1,5 - 3 cc / liter air.

b)Penggerek Polong
Gejala berupa kerusakan pada polong yang masih muda, bijinya banyak yang keropos. Penyebab kerusakan adalah ulat Etiella zinckenella yang termasuk ke dalam famili Pyralidae. Selain menyerang buncis, ulat ini juga merusak tanaman kedelai, kacang panjang, orok-orok, dan lain-lain.
Ngengat berukuran kecil kurang lebih 12 mm, sayap mukanya panjang dan berbentuk segitiga, sedangkan sayap belakangnya lebar dan berbentuk bulat. Warna sayap putih seperti perak pada bagian tepinya. Telur-telurnya sering ditempatkan pada bagian bawah kelopak buah. Warna ulat hijau pucat kemudian berubah menjadi kemerah-merahan. Bentuk tubuhnya silindris dengan ukuran panjang 15 mm dan kepalanya berwarna hitam. Waktu yang diperlukan dari telur sampai berbentuk ngengat kurang lebih 40 hari.
Pengendalian dapat dilakukan dengan penanaman secara serentak, karena hama ini ada sepanjang tahun. Penyemprotan secara kimia dapat dilakukan menggunakan insektisida Atabron 50 EC dengan konsentrasi 12 - 15 cc/liter air.

c)Lalat Kacang
Gejala serangan berupa adanya lubang-lubang pada daun dengan arah tertentu, yaitu dari tepi daun menuju tangkai atau tulang daun. Gejala lebih lanjut berupa batang yang membengkok dan pecah, kemudian tanaman menjadi layu, berubah kuning, dan akhirnya mati dalam umur yang masih muda.
Serangan disebabkan oleh lalat Agromyza phaseoli yang termasuk ke dalam famili agromyzidae. Selain buncis, hama ini juga menyerang kacang panjang, kedelai, kecang hijau, dan kacang gude. Lalt betina mempunyai panjang tubuh sekitar 2,2 mm, sedangkan yang jantan hanya 1,9 mm. Satu ekor lalat betina dapat memproduksi telur sampai 95 butir. Telur dilatakkan pada keping-keping biji yang baru berkecambah, dekat dengan munculnya daun pertama. Warna lalat hitam mengkilap, sedangkan antena dan tulang sayapnya berwarna cokelat muda.
Pengendalian dilakukan sedini mungkin, yaitu pada saat pengolahan lahan. Setelah biji-biji buncis ditanam sebaiknya lahan langsung diberi penutup dari jerami atau daun pisang, dan penanaman dilakukan secara serentak. Penyemprotan insektisida dapat dilakukan pada saat buncis baru mulai tumbuh dengan menggunakan insektisida Basminon 60 EC dan Azodrin 60 EC. Penyemprotan dilakukan sebanyak 2-3 kali sampai umur tanaman 20 hari, tergantung berat ringannya serangan.

d)Kutu daun
Gejala serangan akan lebih jelas terlihat pada tanaman yang masih muda. Bila serangannya hebat, maka pertumbuhannya menjadi kerdil dan batangnya memutar. Daun menjadi keriting dan kadang berwarna kuning.
Penyebab serangan adalah Aphis gossypii yang termasuk ke dalam famili Aphididae. Sifatnya polifag dan kosmopolitan, yaitu dapat memakan segala macam tanaman dan tersebar di seluruh dunia. Tanaman inangnya bermacam-macam, antara lain kapas, semangka, kentang, cabai, terung, bunga sepatu, dan jeruk.
Kutu berwarna hijau tua sampai hitam atau kuning cokelat. Kutu betina menjadi dewasa setelah 4 - 20 hari, setelah itu dapat menghasilkan kutu muda sebanyak 20 - 140 ekor. Karena hama ini dapat menghasilkan embun madu, maka sering dikerumuni semut. Kutu merusak bagian tanaman dengan cara menghisap cairan tanaman.
Pengendalian dilakukan dengan memasukkan musuh alaminya, seperti lembing, lalat, dan jenis dari Coccinellidae. Pengendalian secara kimia dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida Rampage100 EC dengan konsentrasi 1 - 2 ml/liter air.


PENYAKIT

a)Penyakit Antraknosa
Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Colletotrichum lindemuthianum yang termasuk ke dalam famili Melanconiaceae. Bila cendawan ini telah masuk ke dalam biji maka dapat bertahan sampai biji tersebut berkecambah dan langsung aktif membentuk spora hingga akhirnya menginfeksi tanaman buncis dan tanaman lainnya. Penularannya dapat melalui percikan air hujan maupun serangga. Suhu lingkungan yang sangat mendukung pertumbuhan cendawan adalah 22 - 34 C. Bila suhu terlalu rendah maka cendawan akan dorman (memasuki fase istirahat) dan tahan di dalam tanah sampai beberapa tahun.
Gejala penyakit antraknosa berupa bercak-bercak kecil dengan bagian tepi berwarna cokelat dan batasnya kemerah-merahan, kemudian dapat melebar dengan garis tengah 1 cm. Bentuknya tidak beraturan dan antara satu dengan lainnya saling bersinggungan. Bila udara terlalu lembap akan ditemukan massa spora yang berwarna kemerah-merahan. Setelah itu bercak akan seperti luka bernanah. Bila menyerang biji maka setelah berkecambah akan terdapat bercak pada keeping atau hipokotilnya. Tanaman tua yang terserang akan berbecak hitam atau cokelat tua di seluruh batangnya dengan panjang 7 - 10 cm. Bila menyerang tangkai atau tulang daun maka daun akan kelihatan layu. Demikian pula bila menyerang bunga, akan rontok sehingga tidak terbentuk polong.
Untuk menghindari penyakit ini maka perlu dipilih benih yang benar-benar bebas dari penyakit. Selain itu dapat pula dilakukan perendaman benih dalam fungisida Agrosid 50 SD sebelum ditanam.Penyemprotan dengan fungisida pun dapat dilakukan, yaitu menggunakan CabrioTop 60 WG dengan konsentrasi 1-2 g/liter air.

b)Penyakit Embun Tepung
Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Erysiphe polygoni yang termasuk ke dalam famili Erysiphaceae. Spora dapat berkecambah membentuk hifa baru pada suhu 19 - 25 C dan kelembapan 70 - 80%. Penyebaran penyakit ini dapat terjadi melalui bantuan angin atau percikan air hujan. Penyakit ini hanya menyerang pada waktu udara panas.
Gejala penyakit ditandai dengan adanya warna putih keabuan (kelihatan seperti kain beludru) paba bagian daun, batang, bunga, dan buah. Apabila serangan pada bunga relatif ringan maka polong masih bisa terbentuk. Namun apabila serangannya berat dapat menggagalkan proses pembuahan, bunga menjadi kering dan akhirnya mati. Bila polong yang diserang maka polong tidak gugur, namun akan meninggalkan bekas luka berwarna cokelat suram sehingga menurunkan kualitas.
Pengendalian dapat dilakukan dengan memotong bagian tanaman yang terserang kemudian membakarnya. Pengendalian secara kimia dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida Acrobat 50 WP konsentrasi 0,5 - 1 g/liter air.

c)Penyakit Layu
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Pseudomonas solanacearum yang termasuk ke dalam famili Pseudomonadaceae. Selain menyerang buncis, penyakit ini juga menyerang tembakau, tomat, cabe, terung, kacang tanah, pisang, dan wijen. Bakteri ini hidup dalam tanah dan dapat bertahan beberapa bulan sampai beberapa tahun. Keadaan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri adalah pada suhu 21 - 35 C dengan kandungan air tanah yang tinggi. Penyebaran penyakit dapat melalui aliran air, tanaman yang dipindahkan, atau peralatan yang digunakan sewaktu pengolahan tanah.
Gejala serangan ditandai dengan layunya tanaman, menguning, dan kerdil. Bila batang tanaman yang terserang dipotong melintang maka akan terlihat warna cokelat dan bila dipijit akan keluar cairan berwarna putih. Kadang-kadang warna cokelat ini bisa sampai ke daun dan akar yang sakit pun akan berwarna cokelat.
Pengendalian dapat dilakukan dengan menggunakan air yang terbebas dari penyakit pada saat menyiram tanaman. Tanah persemaian sebaiknya disterilisasi dengan air panas 100 C atau dilakukan fumigasi dengan methyl bromide. Penyemprtotan fungisda dapat dilakukan dengan Agrept 20 WP dengan konsentrasi 0,5 - 1 g/liter air.

d)Penyakit Bercak Daun
Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Cercospora canescens yang termasuk ke dalam famili Dematiaceae. Sporanya dapat tersebar memalui air hujan, angin, serangga, alat-alat pertanian, dan manusia. Spora yang terdapat pada daun-daun tua yang gugur akan tetap hidup di dalam tanah, sehingga pada penanaman selanjutnya akan terdapat serangan yang sama. Spora yang terdapat dalam biji akan bertahan 2-3 tahun.
Gejala serangan ditandai dengan adanya bercak-bercak kecil berwarna cokelat kekuning-kuningan. Lama kelamaan bercak akan melebar dan pada bagian tepinya terdapat pita berwarna kuning. Akibat lebih lanjut, daun menjadi layu dan akhirnya gugur. Bila menyerang polong maka akan terlihat bercak berwarna kelabu dan biji yang terbentuk kurang padat dan ringan.
Pengendalian dapat dilakukan dengan merendam benih dalam air panas dengan suhu 48 C selama 30 menit lalu dibilas dengan air dingin dan keringkan. Bila telah timbul gejala maka bagian yang terserang segera dipotong dan dibakar. Pengendalia secara kimia dilakukan dengan penyemprotan fungisida CabrioTop 60 WG,Polycom 80 WG

e)Penyakit Hawar Daun
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Xanthomonas campestris yang termasuk ke dalam famili Pseudomonadaceae. Bakteri ini dapat berkembang pada suhu lebih dari 20 C dan suhu optimum 30 C. Hidupnya dapat bertahan beberapa tahun didalam biji, tanah, dan sisa-sisa tanaman yang sakit. Proses masuknya bakteri melalui luka bekas gigitan serangga, saluran hidatoda pada tepi daun, stomata, dan akar tanaman.
Gejala ditandai dengan adanya bercak kuning pada bagian tepi daun dan kemudian meluas menuju tulang daun tengah. Daun terlihat layu, kering, dan berwarna cokelat kekuning-kuningan. Bila seranganya hebat, daun berwarna kuning seluruhnya dan akhirnya rontok. Gejala kemudian dapat meluas ke batang, dan lama kelamaan tanaman akan mati.
Pengendalian dapat dilakukan dengan merendam benih dalam Sublimat dengan dosis 1 g/liter air selama 30 menit. Selain iktu, kebersihan lahan harus diperhatikan dengan melakukan penyiangan secara berkala. Tanaman yang sakit segara dicabut dan dibakar.

7)Panen
Pemanenan dapat dilakukan pada saat tanaman berumur 60 hari dan polong menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut :
-Warna polong masih agak muda dan suram.
-Permukaan kulitnya agak kasar.
-Biji dalam polong belum menonjol.
-Polongnya belum berserat serta bila dipatahkan akan menimbulkan bunyi meletup.
Pelaksanaan panennya dapat dilakukan secara bertahap setiap 2 atau 3 hari sekali. Hal ini dimaksudkan agar diperoleh polong yang seragam dalam tingkat kemasakannya. Pemetikan dihentikan pada saat tanaman berumur 80 hari atau kira-kira setelah dilakukan 7 kali panen.
[Read More...]


Cara Akurat Cek Backlink



Berbagai cara dapat dilakukan untuk mengecek backlink salah satunya dengan menggunakan Backlinkwatch,sayangnya akhir akhir ini menurut saya kurang mantab karena hasilnya kurang akurat (Yaa itu menurut saya) bagaimana menurut anda.?
Nah kali ini saya akan share 4 situs untuk mengecek Backlink blog atau website kita,baiklah tanpa basa-basi langsung saja.Ok

1.Open Site Explorer


Nah Ini penampakannya sob :
Photobucket

2.Majesticseo


Photobucket

3.blekko



Photobucket

4.ahrefs



Photobucket

Nah dari 4 cara Cek Backlink diatas memang hasilnya berbeda-beda tapi yang saya rekomendasikan adalah yang pertama.Tapi itu semua juga tergantung anda sendiri mana yang paling yakin.:))
Selamat Mencoba.
[Read More...]


Cara Memasang Navigasi Blogspot



Memang cara ini sudah banyak sekali yang membahas, tapi tidak apa-apa saya bahas lagi masalah cara memasang navigasi blogspot,untuk pengunjung setia blog ini. Navigasi halaman ini dibuat dengan menggunakan kode css3 gradient, border radius, dan text sadhow. Bagi kalian yang sudah terbiasa dengan kode css, silahkan di modifikasi agar jadi lebih menarik sesuai template.Berikut ini penampakannya:


Oke langsung saja kita bahas cara pembuatannya.

1. Login Blogger.
2. Pilih Rancangan, dan masuk ke EDIT HTML.
3. Jangan lupa Expand Template Widget.
4. Cari kode berikut dan letakkan kode CSS dibawah ini di atas kode tadi



Setelah itu tambahkan script berikut DI ATAS tag


Dan terakhir pertinjau template sobat jika tidak ada masalah save template dan lihat hasilnya. Bagaimana, mudah kan?.
[Read More...]


Memahami Pupuk





Pupuk merupakan kunci dari kesuburan tanah karena berisi satu atau lebih unsur untuk menggantikan unsur yang habis diserap oleh tanaman,jadi,memupuk berarti menambah unsurhara ke dalam tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun).
Pupuk mengenal istilah makro dan mikromeski belakangan ini jumlah pupuk mcendrung makin beragamdengan aneka merek kita tidak akan terkecoh.Apapun namanya dan negara manapun pembuatnya dari segi unsur dikandungnya tetap saja dua golongan pupuk,yaitu pupuk makro dan mikro.Sebagai patokan untuk membeli pupuk adalah unsur hara yang dikandungnya.
Untuk jelasnya ,ada baiknya jenis-jenis pupuk di kelonmpokan terlebih dahulu.Ini perlu karena hingga kini jenis pupuk yang beredar dipasaran sangat banyak jenisnya.Untuk secara umum pupuk dibagi menjadi dua kelompok asalnya yaitu:
1.Pupuk anorganik seperti Urea,TSP, atau SP36,KCL serta
2.Pupuk Organik seperti pupuk kandang,kompos,humus,dan pupuk hijau.
Lantas lahirnya pupuk produk baruyang cara pemberiannya lain dari biasanya maka pupuk pun dibagi lagi berdasarkan cara pemberiannya yaitu sebagi berikut.
1.Pupuk akar iyalah segala jenis pupuk yang diberikan lewt akar .Misalnya:Pupuk kandang,TSP,ZA.Urea Kompos dan Dekafrom.
2.Pupuk daun iyalah segala jenis pupuk yang diberikan lewat daun dengan cara menyemprotkan.sampai saat ini diperkirakan sudah banyak jenis pupuk daun.
Kecuali pembagian diatas ada pembagian ada pembagian lain dari pupuk ini.yaitu berdasarkan unsur hara yang dikandungnya.Berdasarkan ini ada tiga kelompok pupuk yaitu:
1.Pupuk tunggal yaitu pupuk yang mengandung hanya satu jenis unsur hara saja contohnya Urea.
2.Pupuk majemuk yaitu pupuk yang mengandung lebih dari satu jenis unsur misalnya:NPK,beberapa jenis pupuk daun dan kompos.
3.Pupuk lengkap iyalah pupuk yang mengandung unsur-unsur lengkap(keseluruhan)baik unsur makro dan unsur mikro.
[Read More...]


 

Visitors

Free counters!

BackLink

This page is geo-coded PageRank Personal Blogs
W3 Directory - the World Wide Web Directory DMCA.com free web site traffic and promotion
Return to top of page Copyright © 2010- 2013| Agriculturproduct Converted into Blogger Template by Hack Tutors