Indonesia akan ikut mengurangi ekspor karet alam sebagai kesepakatan dengan sejumlah negara produsen di Asia Tenggara guna memulihkan harga komoditas itu yang terus naik.

Sedikitnya 100.000 ton bakal dikurangi dari kuota ekspor tahun ini sesuai kesepakatan dengan Malaysia dan Thailand. RI, Thailand, dan Malaysia sepakat mengurangi ekspor 300.000 ton guna memulihkan harga komoditas itu.

Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Asril Sutan Amir mengatakan Indonesia masuk kedalam anggota The International Tripartite Rubber Council (ITRC) bersama Thailand dan Malaysia menyepakati peran masing-masing negara untuk melakukan pembatasan ekspor dan pengendalian produksi karet di tingkat hulu.

Indonesia ikut andil kurangi ekspor 100.000 ton dan Malaysia 50.000 ton. Tiga negara menyepakati pemangkasan ekspor sebanyak 300.000 ton.

Sementara, untuk peremajaan pohon karet seluas 160.000 hektar, Thailand akan menebang pohon karet berusia tua di atas lahan seluas 80.000 hektar (ha), Indonesia 53.333 ha, sedangkan Malaysia 26.667 ha. “Ketiganya menyepakati rasio 3:2:1.”

Karena pemangkasan itu, ekspor karet alam Indonesia berkurang menjadi 2,3 juta ton dari perkiraan sebelumnya sebanyak 2,4 juta ton hingga akhir tahun. Produksi pun akan berkurang dari 2,98 juta ton pada 2011 menjadi 2,8 juta ton tahun ini.

Sumber :http://www.harianterbit.com/2012/08/23/ri-kurangi-eskpor-karet-alam-100-ribu-ton/