Mari Menanam Sayuran Sistem Verticultur



Pernahkah Anda mengalami kejadian seperti dibawah ini? Suami Anda tiba-tiba ingin makan sayur kangkung. Si sulung minta makan dengan sayur bayam. Si bungsu minta makan dengan tambahan selada dan timun. Ketika melihat lemari es tidak satu pun sayur yang diminta oleh anggota keluarga, mau ke warung jauh, mau ke pasar menyita waktu. Sebagai rumah tangga sering kali mengalami kejadian di atas. Padahal andai saja ada kebun sayur di halaman belakang rumah yang ditanami sayuran, bisa langsung memetiknya. Tapi bagaimana kalau tidak memiliki halaman, tidak memiliki tanah di sekitar rumah untuk menanam sayuran? Ada solusi yang bisa penulis tawarkan pada sesama ibu rumah tangga yang memiliki masalah yang sama. Dengan menggunakan budidaya sayuran sistem vertikultur. Sistem pertanian vertikultur adalah sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat. Vertikultur organik adalah budidaya tanaman secara vertikal dengan menggunakan sarana media tanam, pupuk, dan pestisida berasal dari bahan organik non kimiawi. Sistem vertikultur merupakan solusi atau jawaban bagi yang berminat dalam budidaya tanaman namun memiliki ruang atau lahan sangatterbatas. Kelebihan sistem pertanian vertikultur: (1) Efisiensi dalam penggunaan lahan. (2) Penghematan pemakaian pupuk dan pestisida. (3) Dapat dipindahkan dengan mudah karena tanaman diletakkan dalam wadah tertentu. (4) Mudah dalam hal monitoring/pemeliharaan tanaman. Jenis tanaman yang dapat ditanam dengan sistem ini sangat banyak, misalnya a) tanaman sayur semusim (sawi,selada, kubis, wortel, tomat, terong, cabai dan lain-lainnya), b) tanaman bunga seperti anggrek, mawar, melati, azalea, kembang sepatu, dll; dan c) tanaman obat-obatan yang sekulen. Terdapat tiga aspek yang harus dipersiapkan dalam budidaya tanaman organik secara vertikultur, yaitu: (1) Pembuatan rak vertikultur. (2) Penyiapan dan penggunaan pupuk organik. (3) Penanaman dan pemeliharaan. Pada tulisan ini akan dipaparkan ketiga aspek tersebut secara singkat dan jelas. PEMBUATAN RAK VERTIKULTUR Pelaksanaan vertikultur dapat menggunakan bangunan khusus (modifikasi dari sistem green house) maupun tanpa bangunan khusus, misalnya di pot gantung dan penempelan di tembok-tembok. Wadah tanaman sebaiknya disesuaikan dengan bahan yang banyak tersedia di pasar lokal. Bahan yang dapat digunakan, misalnya kayu, bambu, pipa paralon, pot, kantong plastik dan gerabah. Bentuk bangunan dapat dimodifikasi menurut kreativitas dan lahan yang tersedia. Yang penting perlu diketahui lebih dahulu adalah karakteristik tanaman yang ingin dibudidayakan sehingga kita dapat merancang sistemnya dengan benar. Pembuatan Unit Vertikultur dari Bambu atau Paralon Pembuatan Unit Vertikultur Sistem Rak Penyiapan Media Tanam PENANAMAN DAN PEMELIHARAAN TANAM Pada dasarnya ada tiga tahap dalam proses ini, yaitu persemaian, pemindahan, dan penanaman. Seperti halnya menanam, menyemaikan benih juga memerlukan wadah dan media tanam. Wadah diisi media tanam seperlunya dan memiliki lubang di bagian bawah untuk mengeluarkan kelebihan air. Jumlah benih yang dapat disemaikan disesuaikan dengan ukuran wadahnya, dalam hal ini jarak tanam benih diatur sedemikian rupa agar tidak berdempetan. (SumberI : Ramadhan Pratama, Gaul Edukasi, Mulok Pertanian) Sumber II:m.kompasiana.com/post/hobi/2012/09/18/mari-menanam-sayuran-dengan-vertikultur/
[Read More...]


 

Visitors

Free counters!

BackLink

This page is geo-coded PageRank Personal Blogs
W3 Directory - the World Wide Web Directory DMCA.com free web site traffic and promotion
Return to top of page Copyright © 2010- 2013| Agriculturproduct Converted into Blogger Template by Hack Tutors