Cara Menanam Kedelai



Share on :

PENDAHULUAN

Kedelai (kadang-kadang ditambah "kacang" di depan namanya) adalah salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti kecap, tahu, dan tempe. Berdasarkan peninggalan arkeolog, tanaman ini telah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di Asia Timur. Kedelai putih diperkenalkan ke Nusantara oleh pendatang dari Cina sejak maraknya perdagangan dengan Tiongkok, sementara kedelai hitam sudah dikenal lama orang penduduk setempat. Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat meskipun kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910.

SYARAT TUMBUH

Tanaman dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah asal drainase (tata air) dan aerasi (tata udara) tanah cukup baik, curah hujan 100-400 mm/bulan, suhu udara 230C - 300C, kelembaban 60% - 70%, pH tanah 5,8 - 7 dan ketinggian kurang dari 600 m dpl.

PENGOLAHAN TANAH

- Tanah dibajak, digaru dan diratakan
- Sisa-sisa gulma dibenamkan
- Buat saluran air dengan jarak sekitar 3-4 m
- Tanah dikeringanginkan tiga minggu baru ditanami

PENANAMAN

- Rendam benih dalam larutan regent red dg kosentrasi 5ml/kg kira-kira 15-30 menit dan dicampur Legin (Rhizobium ) untuk tanah yang belum pernah ditanami kedelai
- Buat jarak tanam antar tugalan berukuran 30 x 20 cm, 25 x 25 cm atau 20 x 20 cm
- Buat lubang tugal sedalam 5 cm dan masukkan biji 2-3 per lubang
- Tutup benih dengan tanah gembur dan tanpa dipadatkan
- Waktu tanam yang baik akhir musim hujan

PENJARANGAN & PENYULAMAN

Kedelai mulai tumbuh kira-kira umur 5-6 hari, benih yang tidak tumbuh diganti atau disulam dengan benih baru yang akan lebih baik jika dicampur Legin. Penyulaman sebaiknya sore hari.

PENYIANGAN

Penyiangan pertama umur 2-3 minggu, ke-2 pada saat tanaman selesai berbunga (sekitar 6 minggu setelah tanam). Penyiangan ke-2 ini dilakukan bersamaan dengan pemupukan ke-2.

PEMBUBUNAN

Pembubunan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman. Luka pada akar akan menjadi tempat penyakit yang berbahaya.



N/B :Atau disesuaoikan dg kondisi tanah setempat.

PENGAIRAN DAN PENYIRAMAN

Kedelai menghendaki kondisi tanah yang lembab tetapi tidak becek. Kondisi seperti ini dibutuhkan sejak benih ditanam hingga pengisian polong. Saat menjelang panen, tanah sebaiknya dalam keadaan kering.

PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT

1. Aphis glycine
Kutu ini dapat dapat menularkan virus SMV (Soyabean Mosaik Virus). Menyerang pada awal pertumbuhan dan masa pertumbuhan bunga dan polong. Gejala: layu, pertumbuhannya terhambat. Pengendalian: (1) Jangan tanam tanaman inang seperti: terung-terungan, kapas-kapasan atau kacang-kacangan; (2) buang bagian tanaman terserang dan bakar, (3) gunakan musuh alami (predator maupun parasit); (4) semprot Insektisida berbahan aktif abamektin atau klorfenapir dilakukan pada permukaan daun bagian bawah.

2. Kumbang daun tembukur (Phaedonia inclusa)
Bertubuh kecil, hitam bergaris kuning. Bertelur pada permukaan daun. Gejala: larva dan kumbang memakan daun, bunga, pucuk, polong muda, bahkan seluruh tanaman. Pengendalian: penyemprotan Rampage 100 EC.

3. Ulat polong (Ettiela zinchenella)
Gejala: pada buah terdapat lubang kecil. Waktu buah masih hijau, polong bagian luar berubah warna, di dalam polong terdapat ulat gemuk hijau dan kotorannya. Pengendalian : (1) tanam tepat waktu.atau pengendalian dg insektisida Rampage 100 EC.

4. Kepik polong (Riptortis lincearis)
Gejala: polong bercak-bercak hitam dan menjadi hampa.

5. Lalat kacang (Ophiomyia phaseoli)
Menyerang tanaman muda yang baru tumbuh. Pengendalian : disemprot dg insektisida berbahan aktif abamektin.

6. Kepik hijau (Nezara viridula)
Pagi hari berada di atas daun, saat matahari bersinar turun ke polong, memakan polong dan bertelur. Umur kepik dari telur hingga dewasa antara 1 sampai 6 bulan. Gejala: polong dan biji mengempis serta kering. Biji bagian dalam atau kulit polong berbintik coklat.

7. Ulat grayak (Spodoptera litura)
Gejala : kerusakan pada daun, ulat hidup bergerombol, memakan daun, dan berpencar mencari rumpun lain. Pengendalian : (1) dengan cara sanitasi; (2) disemprotkan pada sore/malam hari (saat ulat menyerang tanaman) beberapa Insektisida berbahan aktif Alfasipermetrin jika serangan tinggi gunakan yang berbahan aktif Emamektin benzoat.

8. Penyakit Layu Bakteri (Pseudomonas sp.)
Gejala : layu mendadak bila kelembaban terlalu tinggi dan jarak tanam rapat. Pengendalian : Varietas tahan layu, sanitasi kebun, dan pergiliran tanaman.


9. Penyakit layu (Jamur tanah : Sclerotium Rolfsii)
Penyakit ini menyerang tanaman umur 2-3 minggu, saat udara lembab, dan tanaman berjarak tanam pendek. Gejala : daun sedikit demi sedikit layu, menguning. Penularan melalui tanah dan irigasi. Pengendalian; tanam varietas tahan

10. Anthracnose (Colletotrichum glycine )
Gejala: daun dan polong bintik-bintik kecil berwarna hitam, daun yang paling rendah rontok, polong muda yang terserang hama menjadi kosong dan isi polong tua menjadi kerdil. Pengendalian : (1) perhatikan pola pergiliran tanam yang tepat; (2) Pencegahan di awal dengan Polycom atau Antracol

11.Penyakit karat (Cendawan Phakospora phachyrizi)
Gejala: daun tampak bercak dan bintik coklat. Pengendalian: (1) cara menanam kedelai yang tahan terhadap penyakit; (2) semprotkan Cabrio 250 EC

12. Busuk batang (Cendawan Phytium Sp)
Gejala : batang menguning kecoklat-coklatan dan basah, kemudian membusuk dan mati. Pengendalian : memperbaiki drainase lahan,

PANEN DAN PASCA PANEN
- Lakukan apabila sebagian besar daun sudah menguning, tetapi bukan karena serangan hama atau penyakit, lalu gugur, buah mulai berubah warna dari hijau menjadi kuning kecoklatan dan retak-retak, atau polong sudah kelihatan tua, batang berwarna kuning agak coklat dan gundul.
- Perlu diperhatikan, kedelai sebagai bahan konsumsi dipetik pada usia 75 - 100 hari, sedangkan untuk benih umur 100 - 110 hari, agar kemasakan biji betul-betul sempurna dan merata.
- Setelah pemungutan selesai, seluruh hasil panen hendaknya segera dijemur.
- Biji yang sudah kering lalu dimasukkan ke dalam karung dan dipasarkan atau disimpan.

4.5


Artikel Terkait:



30 komentar:

  1. waw mantap nih untuk referensi bagi yg membutuhkan :)

    BalasHapus
  2. mantap ternyata bakat juga mas ni tuk bercocok tanam

    BalasHapus
  3. bagus kita memanga harus belajar menanam

    BalasHapus
  4. ayo rame-rame tanam kedelai, agar tidak import lagi dari luar negri :)

    BalasHapus
  5. membaca artikel ini mengingatkan gue sewaktu belajar biologi di SMA dulu hehehe..!
    kunjungan balasan sob!

    BalasHapus
  6. wih pingin kedelainya

    dan pingin jg jadi petani kedelai…

    BalasHapus
  7. tanaman ini bisa tumbuh sehat di daerah saya sob ... di daerah malang ....

    BalasHapus
  8. waktu kecil dlu sempat pny kebun kedelai. tp lupa gmn cara nanamx..., *smile
    btw kedelai ternyta enak klo dimakan setelah direbus bahkan lebih enak drpd tempe.,

    nice share & happy blogging...

    BalasHapus
  9. potret berkunjung, sip postingnya kali ini

    BalasHapus
  10. buat ilmu..simpen dulu ah...

    BalasHapus
  11. lengkap sekali nich...memang ditempat saya juga kalo pas musim kemarau tiba, areal persawahan suka ditanami dg kacang2an. namun kadang hasilnya tidak begitu memuaskan selain karena penyakit juga bayka faktor diantaranya kurang pengetahuan mengenai bagaimana cara penanaman yg baik.

    BalasHapus
  12. @pengisah:hehehe,saya memang seorang petani sob. :)

    BalasHapus
  13. @amatiran:Menanam apa nich sob.??hehehe
    @Blogs Of Hariyanto :Setuju saya gan...selama ini memang kita meneng impor untuk mencukupi kebutuhan dalam negri.

    BalasHapus
  14. @Bung PenhoWah mengenang masa lalu nich.xixx
    @Fahmi Setiyawan :Mau gan ini sedang ngerbus kedelai.

    BalasHapus
  15. @anisayudan @deby putera bahrodin:bertanam kedelai sangat menguntungkan mbak,juka mau bersepekulasi dan kita bersungguh-sungguh hasilnya akan memuaskan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya lagi usaha jadi petani kedelai dikebun kakau yg lum tinggi…

      Hapus
  16. @malam dan Potret :makasih kang atas kunjungannya.

    BalasHapus
  17. @Urang Kampoeng:mudah-mudahan blog sederhana ini bisa membantu dalam urusan tehnik budidayanya kang.

    BalasHapus
  18. wah bagus nih artikel semoga dapat membantu para petani yg mau menanam kedelai

    BalasHapus
  19. @anisayu:wahhh,cocok sekali mbak.semoga sukses.

    BalasHapus
  20. Banyak ilmu yang aku dapat disini.
    Support

    BalasHapus
  21. numpang makan siang, coment pake seluler

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya.

Mari kita budayakan untuk saling berkomentar,baik cacian,makian,hinaan juga boleh asal jangan spam ya.?dan Usahakan komentar tidak masuk kotak spam.!

Tapi maaf lho komentar yang berisi link hidup atau mati tidak akan ditampilkan.

Terima Kasih.

 

Visitors

Free counters!

BackLink

Ping your blog, website, or RSS feed for Free This page is geo-coded Top 100 Education Sites on Top100Add.com - Add your Site, Boost Your Traffic! PageRank Personal Blogs
W3 Directory - the World Wide Web Directory DMCA.com free web site traffic and promotion Top 100+
Return to top of page Copyright © 2010- 2013| Agriculturproduct Converted into Blogger Template by Hack Tutors