Budidaya Tanaman Kubis




I.PENDAHULUAN
Kubis dalam bahsa latin bisa disebut Brassica oleracea merupakan komoditas pertanian yang cukup bagus untuk dikembangkan baik di dataran rendah atau dataran tinggi,selain itu juga memiliki nilai ekonomis sebagai tanaman tumpang sari atau tanaman pokok. .

II.PENGOLAHAN TANAH
Pengolahan tanah I dilakukan 15 hari sebelum tanam dengan cara dicangkul sedalam 20-25 cm.pengolahan tanah II dilakukan 5 hari sebelum tanam dengan cara di cangkul atau di garu untuk menghancurkan bongkahan pengolahan tanah pertama.
Dibuat bedengan lebar 1,2 m tinggi 20 cm,jarak antar bedengan 30 cm panjang sesuai petakan,selanjutnya petroganik dicampur rata dengan tanah bagian atas bedengan dengan dosis 2 ton/ha.

III.PEMBIBITAN
Varietas untuk dataran rendah KK-Cross dataran tinggi Gloria Ocean,Grand dll,
Pembibitan dilakukan 25 HST
Media yang digunakan terdidi dari tanah lapisan atas (top Soil),dan pupuk kandang 3:1 lalu dimasukkan dalam polybag kecil.atau benih bisa juga di tabur di tempat persemaian biasa yang di beri naungan,dan naungan dibuka secara bertahap agar bibit dapat beradaptasi dengan lingkungan luar.
IV.PENANAMAN DAN PEMUPUKAN
Bedengsn di beri pupuk dasar dengan campuran karbofuron dengan dosis 10-20 kg per hektar dan di sebarkan di bedengan yang telah disiapkan.setelah itu di buat lubang dengan jarak tanam 60 cm X 80 cm.




N/B:Pemupukan dapat disesuaikan dengan kondisi atau keadaan tanah setempat.pemupukan dapat juga dilakukan sesai anjuran petugas pertanian.
V.PEMELIHARAAN
Penyiangan dilakukan jika curah hujan kuran atau tanaman sangat membutuhkan air.penyiangan dilakukan sebelum pemupukan susulan I dan II,lahan usahakan selalu bersih dari gulma.

VI.PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
A,HAMA
Hama yang sering menyerang tnaman ini adalah:
A.1.Ulat Tanah (Agrotis ipsilon)
Ciri-ciri tanaman terserang ulat ini ditandai dengan patahnya tanaman dari pangkal akar,dan jenis ulat ini dapat dikendalikan menggunakan insektisida dari golongan sintetic prietroid salah satu contohnya adalah Alfa sipermetrin.
A.2.Ulat Gerayak (Spodoptera litura)
Tanaman terserang ulat ini dapat ditandai dengan berlubangnya tanaman/daun ulat ini dapat menyerang tanaman sejak tanaman berumur 15 HST,ulat jenis ini dapat di kendalikan menggunakan Insektisida.
A.3.Ulat Perusak daun (crocidolomia biotalis)

Ulat ini menyerang pada tanaman berusia 25 HST atau pada saat tanaman mulai pembentukan crop.pengendalian serangan ringan dapat dilakukan dengan insektisida jenis sintetik prietroid,jika serangan berat gunakan golongan insektisida lebih tinggi.

A.4.Ulat Gantung (Plutella sp)
Ulat ini menyerang pada tanaman berusia 25 HST atau pada saat tanaman mulai pembentukan crop.pengendalian serangan ringan dapat dilakukan dengan insektisida jenis sintetik prietroid,jika serangan berat gunakan golongan insektisidaa lebih tinggi.
B.PENYAKIT
B.1.Busuk ketiak
B.2.Bercak daun (Alternaria brassicae)
Gejala serangan dapat diandai dengan bercak-bercak pada tanaman,penyakit ini dapat dikendalikan dengan fungisida berbahan aktif pyraclostrobin atau propineb.
VII.PANEN DAN PASCA PANEN
Panen dapat dilakukan pada saat krop sudah penuh dan padat.
Panen dapat dilakukan pada saat umur 80-90 HST
Produksi dapat mencapai 40-60 ton per hektar.
[Read More...]


 

Visitors

Free counters!

BackLink

This page is geo-coded PageRank Personal Blogs
W3 Directory - the World Wide Web Directory DMCA.com free web site traffic and promotion
Return to top of page Copyright © 2010- 2013| Agriculturproduct Converted into Blogger Template by Hack Tutors