Budidaya Tanaman Karet





I.Pendahuluan

Tanaman karet merupakan salah satu komoditi perkebunan yang menduduki posisi
cukup penting sebagai sumber devisa non migas bagi Indonesia, sehingga memiliki
prospek yang cerah. Oleh sebab itu upaya peningkatan produktifitas usaha tani karet
terus dilakukan terutama dalam bidang teknologi budidayanya .


II.Syarat Tumbuh

Tanaman karet dapat tumbuh baik dan berproduksi yang tinggi pada kondisi tanah
dan iklim sebagai berikut:
- Di dataran rendah sampai dengan ketinggian 200 m diatas permukaan laut,
suhu optimal 280 c.
- Jenis tanah mulai dari vulkanis muda, tua dan aluvial sampai tanah gambut
dengan drainase dan aerase yang baik, tidak tergenang air. pH tanah
bervariasi dari 3,0-8,0
- Curah hujan 2000 - 4000 mm/tahun dengan jumlah hari hujan 100 -150 hari.
Karena itu karet cukup baik dikembangankan di daerah lahan kering beriklim basah. Tanaman karet memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan komoditas lainnya, yaitu: dapat tumbuh pada berbagai kondisi dan jenis lahan, serta masih mampu dipanen hasilnya meskipun pada tanah yang tidak subur, Mampu membentuk ekologi hutan, yang pada umumnya terdapat pada daerah lahan kering beriklim basah, sehingga karet cukup baik untuk menanggulangi lahan kritis, Dapat memberikan pendapatan harian bagi petani yang mengusahakannya, dan Memiliki prospek harga yang cukup baik, karena kebutuhan karet dunia semakin meningkat setelah China membuka pasar baru bagi karet Indonesia.

III.Persiapan Lahan

A.Pengolahan Lahan
1.Penebangan dan pembakaran pohon yang ada pada lahan.
2.Penyacaran lahan dari rumput yang ada.

B. Pencegahan Erosi
1. Pembuatan teras, baik teras individu maupun teras bersambung di sesuaikan dengan kemiringan lahan.
2. Pembuatan parit dan rorak, parit dibuat sejajar dengan lereng, saluran drainase memotong lereng dan rorak dibuat diantara barisan.
3. Pengajiran, untuk menentukan letak tanaman dan meluruskan dalam barisan dengan cara sebagai berikut :
- Tentukan arah Timur-Barat (TB) atau Utara-Selatan (US).
- Ukur pada TB jarak 6 meter atau 7 meter dan 3 meter dari arah US.
4. Penanaman penutup tanah, kegunaaanya : melindungi tanah dari sinar matahari langsung, erosi, menekan pertumbuhan gulma, dan sebagai media hidup cacing.

IV.Penanaman Tanaman Karet
1. Pembuatan lubang tanam dan pengajiran kedua.
2. Lubang tanam untuk tanah ringan 45X45X30 Cm, untuk tanah berat 60 X 60 X 40 Cm.
3. Lubang dibiarkan satu bulan atau lebih.
4. Jenis penutup tanah; Puecaria Javanica, Colopogonium moconoides dan centrosema fubercens,penanaman dapat diatur atau ditugal setelah tanah diolah dan di bersihkan, jumlah bibit yang ditanam 15 – 20 Kg/Ha dengan perbandingan 1 : 5 : 4 antara Pueraria Javanoica : Colopoganium moconoides dan cetrosema fubercens
5. Penanaman ; bibit ditanam pada lubang tanah yang telah dsiberi tanda dan ditekan sehingga leher akan tetap sejajar dengan permukaan tanah, tanah sekeliling bibit diinjak-injak sampai padat sehingga bibit tidak goyang, untuk stump mata tidur mata menghadap ke sekatan atau di sesuaikan dengan arah angin.

V. Pemeliharaan Tanaman Karet

1. Penyulaman
- Bibit yang baru ditanam selama tiga bulan pertama setelah tanam diamati terus menerus.
- Tanaman yang mati segera diganti.
- Klon tanaman untuk penyulaman harus sama.
- Penyulaman dilakukan sampai unsur 2 tahun.
- Penyulaman setelah itu dapat berkurang atau terlambat pertumbuhannya.

2. Pemotongan Tunas Palsu
Tunas palsu dibuang selama 2 bulan pertama dengan rotasi 1 kali 2 minggu, sedangkan tunas liar dibuang sampai tanaman mencapai ketinggian 1,80 meter.

3. Merangsang Percabangan
Bila tanaman 2 – 3 tahun dengan tinggi 3,5 meter belum mempunyai cabang perlu diadakan perangsangan dengan cara :
- Pengeringan batang (ring out)
- Pembungkusan pucuk daun (leaf felding)
- Penanggalan (tapping)

4. Pemupukan
Pemupukan dilakukan 2 kali setahun yaitu menjelang musim hujan dan akhir musim kemarau, sebelumnya tanaman dibersihkan dulu dari rerumputan dibuat larikan melingkar selama – 10 Cm. Pemupukan pertama kurang lebih 10 Cm dari pohon dan semakin besar disesuaikan dengan lingkaran tajuk.

5. Tumpangsari/Tanaman sela/intercroping
Syarat-syarat pelaksanaan tumpangsari :
- Topografi tanah maksimum 11 (8%)
- Pengusahaan tanaman sela diantara umur tanaman karet 0 – 2 tahun.
- Jarak tanam karet sistem larikan 7 X 3 meter atu 6 X 4 meter.
- Tanaman sela harus di pupuk.
- Setelah tanaman sela dipanen segera diusahakan tanaman penutup tanah.

VI. Teknik Perlindungan Tanaman Karet

a. Hama Tanaman Karet
Hama adalah perusak tanamam yang berupa hewan seperti serangga, tungga, mamalia dan nematoda. Beberapa jenis yang cukup merugikan yaitu:
1. Kutu Lak (Laccifer)

Ciri-ciri :
- Menyerang tanaman karet dibawah 6 tahun.
- Kutu berwarna jingga kemerahan dan terbungkus lapisan lak.
- Mengeluarkan cairan madu, membuat jelaga hitam dan bercak pada tempat serangan.
- Bagian yang diserang ranting dan daun lalu cairannya dihisap sehingga bagian tanaman yang terserang kering.
- Penyebaran kutu lak dibantu semut gramang.
Pengendalian :
- Lakukan pengawasan sedini mungkin.
- Bila serangan ringan lakukan pengendalian secara mekanais, Fisik dan Biologis
- Bila serangan berat, dengan Insektisida Albocinium 2% dan formalin 0,15% ditambah Surfaktan Citrowet 0,025%, penyemprotan interval 3 mg.

2. Pscudococcus Citri
Ciri-ciri :
- Stadia yang merusak adalah nympha dan imago berwarna kuning muda
- Meyerang tanaman yang masih muda seperti ranting dan tangkai daun.
Pengendalian :
- Bila serangan berat bisa menggunakan Insektisida jenis metamidofos dilarutkan dalam air dengan konsentrasi 0,05%-0,1%
- Interval penyemprotan 1-2 mg

b. Penyakit Tanaman Karet

1. Penyakit Embun Tepung
Penyebab: Cendawan Oidium heveae
Gejala: Menyerang daun muda lalu berbintik putih dan merangas . Umumnya menyerang setelah musim gugur daun.
Pengendalian: pemeliharaan yang intensif, penyelarasan beban sadapan Secara kimiawi dengan belerang circus dosis 3 – 5 Kg/Ha interval 3 – 5 hari.

2. Penyakit Daun Colletotrichum
Penyebab: Colletotrichum gloeosporioides
Gejala: Daun muda cacat dan gugur, pucuk gundul daun bercak coklat, ditengah bercak berwarna putih bintik hitam (spora)
Pengendalian: Dengan Fungisida

3. Penyakit Kanker garis
Penyebab: Phytophthora palmivora butl
Gejala: Bidang sadapan terdapat garis vertikal berwarna hitam dan bisa masuk sampai kebagian kayu dan kulit membusuk. Banyak timbul dimusim penghujan dan kebun yang terlampau lembab Makin rendah irisan, kemungkinan infeksi makin besar.
Pengendalian: Secara mekanis penjarangan pemangkasan pelindung, penanaman penutup tanah. Secara Kimiawi dengan Fungisida (B.a. Kaptofol)

4. Penyakit Jamur Upas
Penyebab: Cortisium salmonicolor
Gejala: Tajuk pada dahan / cabang akan layu sehingga tanaman lemah dan produksi turun.
Pengendalian: Secara kimiawi luka akibat serangan dilumas dengan fungisida bahan aktif tridermof (Calizin Rm 2%).

5. Penyakit Bidang Sadapan
Penyebab: Ceratocystis Fimbriata
Gejala: Menerang kulit bidang sadapan yaitu timbul selaput benang berwarna putih kelabu lalu. Penyebaran melalui spora spora dan pisau sadap.
Pengendalian: Secara mekanis dengan mengurangi kelembaban. Secara kimiawi dengan Fungisida bahan aktif benomil dan Kaptofol.

6. Penyakit Cendawan Akar putih
Penyebab: Cendawan Fomes Lignosus
Gejala: Daun kusam, menguning, layu dan akhirnya gugur Tanaman bila dibongkar pada akar terdapat cendawan berwarna putih kekuningan.
Pengendalian: Secara mekanis saat pembukaan lahan tunggul dan akar harus dibongkar Penanaman 1-2 tahun setelah pembongkaran. Tanaman sakit dibongkar lalu dibakar. Secara kimiawi akar yang terserang dipotong lalu diolesi fungisida.

VII. Panen dan Pasca Panen Tanaman Karet
Tanda-tanda kebun mulai disadap :
Umur tanaman karet rata-rata 6 tahun atau 55% dari areal 1 hektar sudah mencapai lingkjar batang 45 Cm sampai dengan 50 Cm. Disadap berselang 1 hari atau 2 hari setengah lingkar batang.


[Read More...]


Manajemen Resistensi Hama pada Tanaman Transgenik Bt




Salah satu faktor pembatas
dalam usaha menaikkan
produksi tanaman adalah
adanya serangan hama.
Kerugian yang disebabkan
oleh serangan hama di dunia diperkirakan 13% dari
produksi total.Di Amerika
Serikat diperkirakan lebih
dari 10 ribu juta dolar
digunakan untuk mengatasi
persoalan hama (Gatehouse et a/., 1994). Di Indonesia,
pada tahun 1976-1977 lebih
dari 450.000 ha sawah yang
ditanami padi diserang oleh
hama wereng coklat dan
kerugian yang disebabkan oleh hama tersebut mencapai
100 juta dolar (Oka dan
Bahagiawati, 1982). Hama
yang menyerang suatu jenis
tanaman adalah suatu
kompleks hama. Misalnya tanaman padi sering
didatangi oleh hama, tidak
hanya wereng coklat tetapi
hama Iain seperti penggerek
batang, ulat pemakan daun,
wereng punggung putih dan hijau, aphid, dan lain
sebagainya. Tanaman kapas
juga mempunyai kompleks
hama yang berbeda dengan
tanaman padi. Hama-hama
kapas adalah penggerek daun, penggerek batang,
penggerek buah, dan Iain
sebagainya. Demikian pula
dengan jagung, kedelai, dan
tanaman lain yang juga
mempunyai beberapa hama utama dan hama minornya.
Teknologi yang sampai saat
ini sering dipakai untuk
pengendalian hama adalah
pemakaian insektisida.
Teknologi ini merupakan teknologi yang populer
karena efeknya dapat dilihat
dalam waktu tidak lama
setelah aplikasi dan mudah
diperoleh bila diperlukan.
Namun teknologi ini relatif mahal terutama bagi petani
di negara yang sedang
berkembang. Di samping itu,
teknologi insektisida
berbahaya bagi manusia,
hewan, dan spesies bukan sasaran serta lingkungan jika
dilakukan tidak sesuai
dengan prosedur.
Penggunaan pestisida secara
tidak bijaksana dapat
menimbulkan persoalan
(1)hama resisten,
(2)petani keracunan pestisida,
(3)residu pestisida pada hasil pertanian,
(4)pengrusakan pada agen pengendali hayati dan serangga polinator,
(5)polusi pada air tanah, dan
(6)menurunkan biodiversitas.
serta mempunyai pengaruh
negatif pada hewan bukan
target termasuk mamalia,
burung, dan ikan (Agne et a/., 1995).
Teknologi lain yang dapat
dipakai untuk pengendalian
hama adalah pemakaian
varietas tahan. Di Indonesia,
varietas tahan yang telah digunakan untuk
pengendalian hama wereng
coklat adalah varietas unggul
tahan wereng (VUTW).
Namun demikian, tidak
semua hama mempunyai varietas tahan dan jika ada
sumber plasma nutfah yang
mengandung gen tahan
terhadap hama tertentu
jumlahnya sangat terbatas.
Misalnya pada tanaman padi, hanya gen tahan wereng
coklat dan wereng hijau yang
telah diidentifikasi dan dapat
digunakan dalam proses
perbaikan tanaman untuk
tahan hama, sedangkan hama lainnya seperti
penggerek batang dan hama
pemakan daun, sampai saat
ini belum ditemukan gen
tahan yang dapat dipakai
dalam proses pemuliaan. Demikian juga dengan
tanaman lain seperti jagung,
kapas, dan kedelai.
Dengan berkembangnya
teknologi rekombinan DNA
telah membuka pintu untuk merakit tanaman tahan hama
dengan rekayasa genetika.
Teknologi ini mempunyai
beberapa kelebihan jika
dibandingkan dengan
teknologi konvensional, yaitu :
(1) memperluas pengadaan
sumber gen resistensi
karena dengan teknologi ini
kita dapat menggunakan gen
resisten dari berbagai
sumber, tidak hanya dari tanaman dalam satu spesies
tetapi juga dari tanaman
yang berbeda spesies, genus
atau famili, dari bakteri,
fungi, dan mikroorganisme
lain,
(2)dapat memindahkan gen spesifik ke lokasi yang
spesifik pula di tanaman,
(3)dapat menelusuri stabilitas
gen yang dipindahkan atau
yang diintroduksi ketanaman dalam setiap generasi tanaman,
(4)dapat mengintroduksi beberapa
gen tertentu dalam satu
event transformasi sehingga
dapat memperpendek waktu
perakitan tanaman multiple resistant, dan
(5) perilaku dari gen yang diintroduksi di
dalam lingkungan tertentu
dapat diikuti dan dipelajari,
seperti kemampuan gen
tersebut di dalam tanaman tertentu untuk pindah ke
tanaman lain yang berbeda
spesiesnya (outcrossing), dan
dampak negatif dari gen
tersebut di dalam tanaman
tertentu terhadap lingkungan dan organisme bukan target
(Bahagiawati, 2000a).
Tanaman transgenik Bt
mengalami kemajuan
komersial yang sangat
nyata. Pertama dilepas secara komersial pada tahun
1996 hanya meliputi luas
areal 1,1 ha. Pada tahun 1999
luas pertanamannya sudah
mencapai 11,7 juta ha yang
ditanam di USA, Kanada, Australia, Cina, Afrika
Selatan, Spanyol, Perancis,
Argentina, dan Meksiko
(James, 1999).
Dari pengalaman selama lima
tahun, ternyata tanaman transgenik tahan hama dapat
menurunkan ketergantungan
petani pada pestisida. Dengan
demikian, menurunkan polusi
lingkungan dan keracunan
pada hewan dan manusia, misalnya petani kapas Bt di
Arizona, USA. Penanaman
kapas Bt pada tahun 1997
menurunkan 5,4 kali semprot
untuk hama target pink
bollworm dan penghematan tersebut jika diuangkan
mencapai US$ 80 per acre
(Carriere et ai, 2001). Secara
umum, penanaman kapas Bt
secara global menurunkan
pemakaian pestisida sebesar 10-15% (Roush, 1994).
Pengendalian dengan
pestisida maupun varietas
tahan (tradisional maupun
transgenik) mengalami
permasalahan, yaitu resistensi serangga hama
terhadap bahan aktif baik di
pestisida maupun dalam
tanaman (Bahagiawati,
2000b; 2001a; 2001b).
Resistensi adalah suatu proses di rnana populasi
hama terseleksi dan setelah
beradaptasi, dapat hidup dan
berkembang biak jika
dihadapkan pada suatu jenis
pestisida atau tanaman tahan di mana terjadinya proses
seleksi dan adaptasi
tersebut. Untuk
mengendalikan populasi
hama tanaman yang telah
resisten terhadap pestisida maupun varietas tahan,
selain sulit, juga memerlukan
biaya yang besar. Resistensi
hama mempunyai basis
genetik, lingkungan, dan
faktor ekologi yang mempengaruhi
perkembangan resistensi
tersebut. Resistensi ini
seyogyanya dapat
dikendalikan dengan
manajemen resistensi yang sesuai.
Pada saat ini, lebih dari 40
tanaman transgenik telah
dilepas secara komersial di
dunia. Jumlah ini akan terus
meningkat pada tahun-tahun rnendatang (Whalon dan
Norris, 1999). Pengalaman
membuktikan bahwa hama
serangga dapat beradaptasi
dengan faktor resisten,
sehingga perhatian akan perkembangan serangga
menjadi resisten dan cara
untuk mengontrol resistensi
tersebut harus diperhatikan
secara serius. Masalah yang
disebabkan oleh daya adaptasi serangga terhadap
pestisida dan varietas tahan,
baik yang dibuat secara
konvensional maupun dengan
rekayasa genetika dapat
menyebabkan biaya yang tinggi. Biaya ini dapat berupa
hilangnya kepercayaan
masyarakat petani pada
pemerintah/perusahaan
penghasil benih dan lembaga
terkait lainnya dan dapat menyebabkan masa pakai/
jual yang pendek terhadap
produk yang dihasilkan.

Sumber :Dari berbagai sumber
[Read More...]


Budidaya Tanaman Bayam




I.Pendahuluan
Bayam (Amaranthus spp.) merupakan tumbuhan yang biasa ditanam untuk dikonsumsi daunnya sebagai sayuran hijau. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropik namun sekarang tersebar ke seluruh dunia. Tumbuhan ini dikenal sebagai sayuran sumber zat besi yang penting.Kandungan zat besi pada bayam relatif lebih tinggi daripada sayuran daun lain (besi merupakan penyusun sitokrom, protein yang terlibat dalam fotosintesis) sehingga berguna bagi penderita anemia.
cara membudidayakan tanaman ini ternyata tiaklah sulit,tanan ini tumbuh baik didataran rendah – tinggi 5 – 200 Mdpl Suhu + 20 – 32 C,pH 6 – 7 memerlukan cukup air.

II.Varietas / Kultivar

Varietas / kultivar bayam yang biasa diusahakan oleh para petani seperti :
a.Bayam cabut (Amaranthus tricolor)
Batangnya ada yang berwarna kemerah-merahan (bayam merah) dan ada yang berwarna keputih-putihan.
Varietas yang banyak dibudidayakan baru 2 varietas yaitu Giti Hijau dan Giti Merah (bayam cabut).

b.Bayam tahun/sikap/kakap (Amaranthus hybridus).
Varietas/kultivar ini biasanya mempunyai daun lebar, yang dipanen daun dan berikut cabangnya.

III.Tanah dan Iklim

Bayam biasannya tumbuh sepanjang tahun baik didtaran rendah maupun dataran tinggi, suhu udara yang dikehendaki + 20 C - 32 C, derajat keasaman tanah (pH) 6-7. Tanaman ini memerlukan cukup banyak air, sehingga paling tepat ditanam pada awal musim penghujan dan dapat ditanam pada awal musim kemarau yaitu pada tanah yang gembur dan cukup subur. Namun dapat juga tumbuh ditanah dengan tekstur liat, liat berpasir dan sebagainya dengan syarat harus diberi pupuk kandang yang cukup banyak.

IV.Pembibitan dan Penanaman

1.Pembibitan
Bayam diperbanyak dengan biji, tanpa persemaian. Kebutuhan benih bayam untuk 10 M2 bedengan = 10 gram yang berisi kira-kira 10.000 butir biji dengan takaran + 3 sendok the atau 1 kotak korek api. Benih dapat diperoleh dengan jalan memilih sejumlah tanaman yang pertumbuhannya sehat, kuat, tidak terserang hama dan penyakit. Benih yang telah dipanen dijemur sampai kering kemudian dirontokkan,

Dibersihkan dan disimpan dalam kaleng lalu dibungkus kantong plastik kedap udara.

2.Pengolahan tanah
Penggemburan tanah untuk bayam cabut dilakukan dengan mencangkul sedalam 20 cm sedang untuk bayam tahunan dicangkul lebih dalam lagi + 30 cm. Setelah tanah diratakan kamudian diberi pupuk kandang sebanyak + 10 ton/Ha atau 1 kg/m2.
Bedengan dibuat 1 x 5 meter baik untuk bayam cabut maupun bayam tahun, diantara bedengan dibuat parit selebar + 30 cm untuk memudahkan penyiraman dan sekaligus berfungsi sebagai saluran drainase.

3.Pemupukan
Pupuk kandang diberikan 1 minggu sebelum tanam, pupuk buatan perlu juga diberikan sebagai pupuk dasar. Jenisnya Urea, TSP/SP 36 dan KCI. Pemberian pupuk disebarkan dalam garitan + 5 cm di sebelah kanan dan kiri barisan. Pemupukan diberikan sesuai dengan keadaan tanah setempat.

4.Penanaman
untuk mempercepat perkecambahan benih bisa di rendam lebih kurang 15 menit dengan Regent Red dengan kosentrasi 5 ml/1 ons benih.stelah itu bnih di angin-anginkan jika sudah kering Benih dapat disebarkan atau dideretkan dalam garitan, diatas suatu bedengan yang telah diberi cukup pupuk kandang. Jarak antar garitan 15-20 cm. Setelah benih dtebar ditutup dengan tanah tipis merata kemudian dilakukan penyiraman secara hati-hati. Benih mulai berkecambah pada hari ke 5.

V.Pemeliharaan

1.Penyiangan

Penyiangan dilakukan pada saat tanaman berumur + 2 minggu, rumput tanaman penggangu dicabut dan dibuang, lalu tanah disekitar batang tanaman digemburkan. Penyiangan berikutnya dilakukan setiap 2 minggu.

2.Penyiraman

Penyiraman dilakukan dengan hati-hati dengan menggunkan gembor berlubang halus. Tanah dijaga agar tetap lembab tetapi tidak becek. Hal ini dilakukan terus-menerus hingga tanaman siap panen.

3.Penjarangan

Penjarangan untuk bayam cabut dilakukan pada saat tanaman berumur 20, 25 dan 30 hari dengan mencabut tanaman yang sudah besar dan terlalu rapat. Penjarangan ini sekaligus merupakan pemanenan bayam tersebut. Proses penjarangan + 5 hari sekali, dilakukan dengan hati-hati,agar tidak merusak tanaman yang tinggal.

4.Pengendalian organisme penggangu tanaman

Gangguan hama penyakit tidak banyak dijumpai, kecuali adanya kerusakan daun yang ditimbulkan oleh ulat daun. Gangguan serangan hama diatur dengan insektisida yang ada dipasaran dengan dosis sesuai aturan yang diberikan apabila dianggap sangat perlu. Hindarkan pemberian obat-obatan secara berlebihan. Pemberian obat-obatan ini dihentikan minimal 1 minggu menjelang pemanenan. Gangguan lain seperti rumput-rumput terutama rumput teki, lempuyangan dan gulma diberantas dengan dicabut.

5.Panen

Proses penjarangan pada bayam cabut sekaligus merupakan pelaksanaan pemanenan hasil. Pemanenan dapat dilakukan berturut-turut pada umur 20,25 dan 30 hari dengan menyisakan beberapa tanaman yang tumbuhnya subur untuk menghasilkan benih.
Untuk bayam petik (bayam tahun) pemungutan hasil dilakukan dengan jalan memetik pucuk-pucuk daun. Pemungutan hasil hasil dilakukan pada umur 3 minggu setelah tanam. Hasil yang diperoleh dengan cara cabutan sebanyak + 7kg/m2 atau 35 kg per bedengan (5 m2), sedangkan untuk yang dipanen daunnya (bayam tahun) hasil yang diperoleh diperkirakan 15 kg/ 5 m2.
[Read More...]


cara Ternak Backlink Berkwalitas di w3-directory



W3 Directory - the World Wide Web DirectoryBanyak Sekali cara mendapat Backlink Berkwalitas yang bisa kita manfaatkan Buat mendongkrak Blog kita Masuk di jajaran Top 10 google,baik itu backlink satu arah dan backlink dua arah. Kali ini kita akan mencoba Layanan Backlink dari w3-directory yang bersifat dua arah, maksudnya kita saling pasang Link.
Kenapa agriculturproduct.blogspot.com merekomendasikan buat teman-teman Blogger backlink dari Situs Directory ini?, Tentu selain berkwalitas Situs ini sangat Bagus kita gunakan untuk Ternak Backlink , maksudnya semakin banyak Vote yang kita dapat maka semakin Banyak link yang akan kita Peroleh dan Bagusnya Gratisan dan kita hanya cukup bertukar link dengan situs ini.
Bagi yang ikut Kontes Seo bertukar link dengan w3 directory lumayan membuat Artikel Kontes kita Terdongkrak.
Caranya Cukup Mudah berikut langkah-langkahnya :

Pertama
Silahkan menuju W3 Directory - the World Wide Web Directory

Kedua
Pada Menu bagian atas Silahkan Klik ADD a web site
Masukkan:

Ulr : Alamat Blog / Link Blog
Title : Nama Blog
description : Diskripsi Blog
KeyWords : Keywords blog
identity : Nama anda
email : Email Anda
return link / back link : Isi kembali dengan Link Blog Anda
country : Masukkan Negara ( tentunya Indonesia )
heading 1 : Pilih Kriteria Blog Anda
Sekarang Silahkan Klik Submit my Web site

Catatan : Setiap ada tanda * (bintang) atinya Wajib di isi

Ketiga
Silahkan Copy Code Yang diberikan w3-directory
Lalu Masuklah ke Blog Masing-masing dan Pastekan Code Tadi Pada Gadget Blog Kita

Keempat
Untuk Berternak Backlink tentu kita Harus Kreatif, karena layanan ini memberikan kita Backlink sebanyak-banyaknya tergantung Jumlah Vote ( orang yang klik Link w3-directory ), semakin banyak yang klik lik w3-directory yang ada di Blog kta maka semakin bertambah jumlah Backlink yang kita dapat.

Cara Akalin Biar Banyak yang Klik Link w3-directory kita yakni, share lah link tadi di Facebook atau di Group Fb yang sudah banyak Membernya....Buatlah Status Yang menarik Perhatian. atau share di Forum-forum ternama.

Contoh Status di Fb yang mengundang banyak Klik pada Ulr w3-directory kita
" Jangan Klik Situs ini Jika Takut Panuan " ( Ulr w3-directory )
" Hati2 hanya untuk yang diatas 50 tahun,merasa bawah umur jgn Klik "( Ulr w3-directory )
" Simsalabim..Jika Klik Maka anda Kudisan..Hati-hati " ( Ulr w3-directory )
Dan lain-lain....
Anda Utak atik saja sendiri sekreatif mungkin biar orang penasaran untuk klik.


Terakhir : Semoga Bermanfaat




Sumbr :http://www.kumpulancara.com
[Read More...]


 

Visitors

Free counters!

BackLink

This page is geo-coded PageRank Personal Blogs
W3 Directory - the World Wide Web Directory DMCA.com free web site traffic and promotion
Return to top of page Copyright © 2010- 2013| Agriculturproduct Converted into Blogger Template by Hack Tutors