Tips Mengatasi Gelagat Error bX-l4u1mh



Wah..bener-bener sial malam ini pas buka blog di rancangan eh gak taunya kena gelagat error bX-l4u1mh,ya..selama ngeblog baru kali ini kena.dan ternyata hal ini buka saya aja yang mengalaminya kabarnya bulan desember ini banyak juga teman-teman bloger yang mengalaminya.ok tak perlu panjang lebar kata-katanya berikut ini saya share sedikit tips mengatasinya dan sudah saya uji sendiri.
Langkah 1
Login ke Blogger dengan Browser Firefox
Langkah 2
Masuk ke "Rancangan - Elemen Laman"
Langkah 3
Blogger Error bX-l4u1mh akan tampil seperti gambar dibawah ini:

Langkah 4
Logout (klik link Keluar) dari Blogger
Langkah 5
Login kembali ke Blogger dengan Browser Chrome, Flock, Opera, atau yang lainnya
Langkah 6
Masuk ke "Racangan - Elemen Laman" seperti gambar dibawah ini:

Langkah 7
Mudah-mudahan sampai disini error (galat) bX-l4u1mh telah teratasi dan silahkan lanjutkan kegiatan blogging anda...
Perhatian ! Intinya untuk mengatasi Blogger Error (galat) bX-l4u1mh kita harus menggunakan browser Google Chrome(untuk beberapa browser sudah saya coba dan hasilnya sama dengan firefox)
[Read More...]


Budidaya Tanaman Mentimun/Timun




I.PENDAHULUAN
Mentimun, timun, atau ketimun (Cucumis sativus L.; suku labu-labuan atau Cucurbitaceae) merupakan tumbuhan yang menghasilkan buah yang dapat dimakan. Buahnya biasanya dipanen ketika belum masak benar untuk dijadikan sayuran atau penyegar, tergantung jenisnya. Mentimun dapat ditemukan di berbagai hidangan dari seluruh dunia dan memiliki kandungan air yang cukup banyak di dalamnya sehingga berfungsi menyejukkan. Potongan buah mentimun juga digunakan untuk membantu melembabkan wajah serta banyak dipercaya dapat menurunkan tekanan darah tinggi.

II. SYARAT PERTUMBUHAN
2.1. Iklim
Adaptasi mentimun pada berbagai iklim cukup tinggi, namun pertumbuhan optimum pada iklim kering. Cukup mendapat sinar matahari, temperatur (21,1 - 26,7)°C dan tidak banyak hujan. Ketinggian optimum 1.000 - 1.200 mdpl.

2.2. Media Tanam
Tanah gembur, banyak mengandung humus, tata air baik, tanah mudah meresapkan air, pH tanah 6-7.


III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

3.1. Pembibitan.
Siapkan tanah halus yang telah dicampur pupuk kandang dan masukkan polybag.
Rendam benih menggunakan Regent red sekitar ±15 menit.
Peram selama 12 jam. Setiap benih yang berkecambah dipindahkan ke polibag sedalam 0,5-1 cm.
Polybag dinaungi plastik bening dan bibit disiram dua kali sehari.
Setelah berumur 12 hari atau berdaun 3-4 helai, bibit dipindahkan ke kebun.

3.2. Pengolahan Media Tanam
Bersihkan lahan dari gulma, rumput, pohon yang tidak diperlukan.
Kemudian tanah di olah baik menggunakan bajak atau cangkul,
Berikan kalsit/dolomit (pH tanah <6>)
Tanah yang sudah diolah tadi dibuat guludan dengan tinggi 50 cm, lebar 120 cm, jarak antar guludan 40 cm. Pemakaian mulsa plastik disarankan untuk mendapat hasil yang lebih baik.

3.3. Penanaman
- Siram bibit dalam polibag dengan air
- Keluarkan bibit bersama medianya dari polibag.
- Tanamkan bibit di lubang tanam dan padatkan tanah di sekitar batang.-

3.4. Pemeliharaan Tanaman
- Tanaman yang rusak atau mati dicabut dan segera disulam dengan tanaman yang baik.
- Bersihkan gulma (bisa bersama waktu pemupukan).
- Pasang ajir pada 5 hst ( hari setelah tanam ) untuk merambatkan tanaman.
- Daun yang terlalu lebat dipangkas, dilakukan 3 minggu setelah tanam pada pagi atau sore hari.
- Pengairan dan Penyiraman rutin dilakukan setiap pagi dan sore hari dengan cara di siram atau menggenangi lahan selama 15-30 menit. -Selanjutnya pengairan hanya dilakukan jika diperlukan dan diintensifkan kembali pada masa pembungaan dan pembuahan.

3.5. Pemupukan:

Pupuk dasar diberikan 4 - 7 hari sebelum tanam, yaitu SP - 36 20 g/tan. Dan ZK plus 10 g/ tanaman.

3.6. Hama dan Penyakit
3.6.1. Hama
a. Oteng-oteng atau Kutu Kuya (Aulocophora similis Oliver).
Kumbang daun berukuran 1 cm dengan sayap kuning polos. Gejala : merusak dan memakan daging daun sehingga daun bolong; pada serangan berat, daun tinggal tulangnya. Pengendalian Semprot dengan Fastac dengan kosentrasi : 2 ml/l air
b. Ulat Tanah (Agrotis ipsilon)
Ulat ini berwarna hitam dan menyerang tanaman terutama yang masih muda. Gejala: Batang tanaman dipotong disekitar leher akar.pengendalian dengan Ripcord kosentrasi 2ml/l air.

c. Lalat buah (Dacus cucurbitae Coq.)
Lalat dewasa berukuran 1-2 mm. Lalat menyerang mentimun muda untuk bertelur, Gejala: memakan daging buah sehingga buah abnormal dan membusuk. Pengendalian : Natural METILAT atau dengan perangkap petrogenol.

d. Kutu daun (Aphis gossypii Clover)
Kutu berukuran 1-2 mm, berwarna kuning atau kuning kemerahan atau hijau gelap sampai hitam. Gejala: menyerang pucuk tanaman sehingga daun keriput, kerititing dan menggulung. Kutu ini juga penyebar virus. Pengendalian : semprot dengan Rampage Kosentarasi 0,5 ml/l air.


3.6.2. Penyakit
a. Busuk daun (Downy mildew)
Penyebab : Pseudoperonospora cubensis Berk et Curt. Menginfeksi kulit daun pada kelembaban udara tinggi, temperatur 16 - 22°C dan berembun atau berkabut. Gejala : daun berbercak kuning dan berjamur, warna daun akan menjadi coklat dan busuk. Pengendalian : semprot dengan Acrobat atau Cabrio Top.
b. Penyakit tepung (Powdery mildew )
Penyebab : Erysiphe cichoracearum. Berkembang jika tanah kering di musim kemarau dengan kelemaban tinggi. Gejala : permukaan daun dan batang muda ditutupi tepung putih, kemudian berubah menjadi kuning dan mengering. Pengendalian : semprot dengan Acrobat atau Cabrio Top.
.

c. Antraknose
Penyebab : cendawan Colletotrichum lagenarium Pass. Gejala: bercak-bercak coklat pada daun. Bentuk bercak agak bulat atau bersudut-sudut dan menyebabkan daun mati; gejala bercak dapat meluas ke batang, tangkai dan buah. Bila udara lembab, di tengah bercak terbentuk massa spora berwarna merah jambu. Pengendalian : Semprot dengan Fungisida berbahan aktif Mancozeb atau simoksanil.

d. Bercak daun bersudut
Penyebab : cendawan Pseudomonas lachrymans. Menyebar pada saat musim hujan. Gejala : daun berbercak kecil kuning dan bersudut; pada serangan berat seluruh daun yang berbercak berubah menjadi coklat muda kelabu, mengering dan berlubang. Pengendalian : Semprot dengan Fungisida berbahan aktif Mancozeb atau simoksanil.

e. Virus
Penyebab : Cucumber Mosaic Virus, CMV, Potato virus mosaic, PVM; Tobacco Etch Virus, TEV; otato Bushy Stunt Virus (TBSV); Serangga vektor adalah kutu daun Myzus persicae Sulz dan Aphis gossypii Glov. Gejala : daun menjadi belang hijau tua dan hijau muda, daun berkerut, tepi daun menggulung, tanaman kerdil. Pengendalian: dengan mengendalikan serangga vektor dengan Insektisida/akarisida Rampage, mengurangi kerusakan mekanis, mencabut tanaman sakit dan rotasi dengan famili bukan Cucurbitaceae.

f. Kudis (Scab)
Penyebab : cendawan Cladosporium cucumerinum Ell.et Arth. Terjadi pada buah mentimun muda. Gejala : ada bercak basah yang mengeluarkan cairam yang jika mengering akan seperti karet; bila menyerang buah tua, terbentuk kudis yang bergabus. Pengendalian : Fungisida Cabriotop atau Antracol.
g. Busuk buah
Penyebab : cendawan (1) Phytium aphinadermatum (Edson) Fizt.; (2) Phytopthora sp., Fusarium sp.; (3) Rhizophus sp., (4) Erwinia carotovora pv. Carotovora. Infeksi terjadi di kebun atau di tempat penyimpanan. Gejala : (1) Phytium aphinadermatum: buah busuk basah dan jika ditekan, buah pecah; (2) Phytopthora: bercak agak basah yang akan menjadi lunak dan berwarna coklat dan berkerut; (3) Rhizophus: bercak agak besah, kulit buah lunak ditumbuhi jamur, buah mudah pecah; (4) Erwinia carotovora: buah membusuk, hancur dan berbau busuk. Pengendalian: dengan menghindari luka mekanis, penanganan pasca panen yang hati-hati, penyimpanan dalam wadah bersih dengan suhu antara 5 - 7 derajat C. Pengendalian dengan menggunakan Fungisida Acrobat,Daconil atau fungisida lain yang sudah direkomendasi.
3.7. Panen
3.7.1. Ciri dan Umur Panen
Buah mentimun muda lokal untuk sayuran, asinan atau acar umumnya dipetik 2-3 bulan setelah tanam, mentimun hibrida dipanen 42 hari setelah tanam Mentimun Suri dipanen setelah matang.

3.7.2. Cara Panen
Buah dipanen di pagi hari sebelum jam 9.00 dengan cara memotong tangkai buah dengan pisau tajam.

3.7.3.Periode Panen
Mentimun sayur dipanen 5 - 10 hari sekali tergantung dari varitas dan ukuran/umur buah yang dikehendaki.
[Read More...]


Kritik dan Saran Pembaca





[Read More...]


Ternyata Page Rank Update November




Agak terlambat rasanya jika blog ini menulis PR karena akhir tahun ini sangat di sibukkan dengan kegiatan offlin yang sangat menyita waktu,tenaga dan pikiran.Sewaktu blogwalking keteman-teman blog banyak yang posting mengenain PR mereka masing-masing,juga dengan berbagai exspresi.ada yang senang karena PRnya naik ada juga yang kurang tentunya karena PRnya turun,tetapi alhamdulillah sangat saya syukuri karena blog ini PR nya masih tetap di posisi 2,walau sebenarnya PR bagi saya kurang berarti karena blog ini bukan untuk bisnis melainkan sebagai hobi menulis dan membagikan sedikit ilmu dibidang pertanian.
Akhir kata bagi yang memiliki blog atau web yang PR nya naik,saya ucapkan selamat,dan bagi yang PR nya turun jangan bersedih hati ya.??karena masih ada waktu untuk memperbaikinya. Salam Bloger Indonesia
[Read More...]


Budidaya Tanaman Kubis




I.PENDAHULUAN
Kubis dalam bahsa latin bisa disebut Brassica oleracea merupakan komoditas pertanian yang cukup bagus untuk dikembangkan baik di dataran rendah atau dataran tinggi,selain itu juga memiliki nilai ekonomis sebagai tanaman tumpang sari atau tanaman pokok. .

II.PENGOLAHAN TANAH
Pengolahan tanah I dilakukan 15 hari sebelum tanam dengan cara dicangkul sedalam 20-25 cm.pengolahan tanah II dilakukan 5 hari sebelum tanam dengan cara di cangkul atau di garu untuk menghancurkan bongkahan pengolahan tanah pertama.
Dibuat bedengan lebar 1,2 m tinggi 20 cm,jarak antar bedengan 30 cm panjang sesuai petakan,selanjutnya petroganik dicampur rata dengan tanah bagian atas bedengan dengan dosis 2 ton/ha.

III.PEMBIBITAN
Varietas untuk dataran rendah KK-Cross dataran tinggi Gloria Ocean,Grand dll,
Pembibitan dilakukan 25 HST
Media yang digunakan terdidi dari tanah lapisan atas (top Soil),dan pupuk kandang 3:1 lalu dimasukkan dalam polybag kecil.atau benih bisa juga di tabur di tempat persemaian biasa yang di beri naungan,dan naungan dibuka secara bertahap agar bibit dapat beradaptasi dengan lingkungan luar.
IV.PENANAMAN DAN PEMUPUKAN
Bedengsn di beri pupuk dasar dengan campuran karbofuron dengan dosis 10-20 kg per hektar dan di sebarkan di bedengan yang telah disiapkan.setelah itu di buat lubang dengan jarak tanam 60 cm X 80 cm.




N/B:Pemupukan dapat disesuaikan dengan kondisi atau keadaan tanah setempat.pemupukan dapat juga dilakukan sesai anjuran petugas pertanian.
V.PEMELIHARAAN
Penyiangan dilakukan jika curah hujan kuran atau tanaman sangat membutuhkan air.penyiangan dilakukan sebelum pemupukan susulan I dan II,lahan usahakan selalu bersih dari gulma.

VI.PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
A,HAMA
Hama yang sering menyerang tnaman ini adalah:
A.1.Ulat Tanah (Agrotis ipsilon)
Ciri-ciri tanaman terserang ulat ini ditandai dengan patahnya tanaman dari pangkal akar,dan jenis ulat ini dapat dikendalikan menggunakan insektisida dari golongan sintetic prietroid salah satu contohnya adalah Alfa sipermetrin.
A.2.Ulat Gerayak (Spodoptera litura)
Tanaman terserang ulat ini dapat ditandai dengan berlubangnya tanaman/daun ulat ini dapat menyerang tanaman sejak tanaman berumur 15 HST,ulat jenis ini dapat di kendalikan menggunakan Insektisida.
A.3.Ulat Perusak daun (crocidolomia biotalis)

Ulat ini menyerang pada tanaman berusia 25 HST atau pada saat tanaman mulai pembentukan crop.pengendalian serangan ringan dapat dilakukan dengan insektisida jenis sintetik prietroid,jika serangan berat gunakan golongan insektisida lebih tinggi.

A.4.Ulat Gantung (Plutella sp)
Ulat ini menyerang pada tanaman berusia 25 HST atau pada saat tanaman mulai pembentukan crop.pengendalian serangan ringan dapat dilakukan dengan insektisida jenis sintetik prietroid,jika serangan berat gunakan golongan insektisidaa lebih tinggi.
B.PENYAKIT
B.1.Busuk ketiak
B.2.Bercak daun (Alternaria brassicae)
Gejala serangan dapat diandai dengan bercak-bercak pada tanaman,penyakit ini dapat dikendalikan dengan fungisida berbahan aktif pyraclostrobin atau propineb.
VII.PANEN DAN PASCA PANEN
Panen dapat dilakukan pada saat krop sudah penuh dan padat.
Panen dapat dilakukan pada saat umur 80-90 HST
Produksi dapat mencapai 40-60 ton per hektar.
[Read More...]


Budidaya Tanaman Karet





I.Pendahuluan

Tanaman karet merupakan salah satu komoditi perkebunan yang menduduki posisi
cukup penting sebagai sumber devisa non migas bagi Indonesia, sehingga memiliki
prospek yang cerah. Oleh sebab itu upaya peningkatan produktifitas usaha tani karet
terus dilakukan terutama dalam bidang teknologi budidayanya .


II.Syarat Tumbuh

Tanaman karet dapat tumbuh baik dan berproduksi yang tinggi pada kondisi tanah
dan iklim sebagai berikut:
- Di dataran rendah sampai dengan ketinggian 200 m diatas permukaan laut,
suhu optimal 280 c.
- Jenis tanah mulai dari vulkanis muda, tua dan aluvial sampai tanah gambut
dengan drainase dan aerase yang baik, tidak tergenang air. pH tanah
bervariasi dari 3,0-8,0
- Curah hujan 2000 - 4000 mm/tahun dengan jumlah hari hujan 100 -150 hari.
Karena itu karet cukup baik dikembangankan di daerah lahan kering beriklim basah. Tanaman karet memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan komoditas lainnya, yaitu: dapat tumbuh pada berbagai kondisi dan jenis lahan, serta masih mampu dipanen hasilnya meskipun pada tanah yang tidak subur, Mampu membentuk ekologi hutan, yang pada umumnya terdapat pada daerah lahan kering beriklim basah, sehingga karet cukup baik untuk menanggulangi lahan kritis, Dapat memberikan pendapatan harian bagi petani yang mengusahakannya, dan Memiliki prospek harga yang cukup baik, karena kebutuhan karet dunia semakin meningkat setelah China membuka pasar baru bagi karet Indonesia.

III.Persiapan Lahan

A.Pengolahan Lahan
1.Penebangan dan pembakaran pohon yang ada pada lahan.
2.Penyacaran lahan dari rumput yang ada.

B. Pencegahan Erosi
1. Pembuatan teras, baik teras individu maupun teras bersambung di sesuaikan dengan kemiringan lahan.
2. Pembuatan parit dan rorak, parit dibuat sejajar dengan lereng, saluran drainase memotong lereng dan rorak dibuat diantara barisan.
3. Pengajiran, untuk menentukan letak tanaman dan meluruskan dalam barisan dengan cara sebagai berikut :
- Tentukan arah Timur-Barat (TB) atau Utara-Selatan (US).
- Ukur pada TB jarak 6 meter atau 7 meter dan 3 meter dari arah US.
4. Penanaman penutup tanah, kegunaaanya : melindungi tanah dari sinar matahari langsung, erosi, menekan pertumbuhan gulma, dan sebagai media hidup cacing.

IV.Penanaman Tanaman Karet
1. Pembuatan lubang tanam dan pengajiran kedua.
2. Lubang tanam untuk tanah ringan 45X45X30 Cm, untuk tanah berat 60 X 60 X 40 Cm.
3. Lubang dibiarkan satu bulan atau lebih.
4. Jenis penutup tanah; Puecaria Javanica, Colopogonium moconoides dan centrosema fubercens,penanaman dapat diatur atau ditugal setelah tanah diolah dan di bersihkan, jumlah bibit yang ditanam 15 – 20 Kg/Ha dengan perbandingan 1 : 5 : 4 antara Pueraria Javanoica : Colopoganium moconoides dan cetrosema fubercens
5. Penanaman ; bibit ditanam pada lubang tanah yang telah dsiberi tanda dan ditekan sehingga leher akan tetap sejajar dengan permukaan tanah, tanah sekeliling bibit diinjak-injak sampai padat sehingga bibit tidak goyang, untuk stump mata tidur mata menghadap ke sekatan atau di sesuaikan dengan arah angin.

V. Pemeliharaan Tanaman Karet

1. Penyulaman
- Bibit yang baru ditanam selama tiga bulan pertama setelah tanam diamati terus menerus.
- Tanaman yang mati segera diganti.
- Klon tanaman untuk penyulaman harus sama.
- Penyulaman dilakukan sampai unsur 2 tahun.
- Penyulaman setelah itu dapat berkurang atau terlambat pertumbuhannya.

2. Pemotongan Tunas Palsu
Tunas palsu dibuang selama 2 bulan pertama dengan rotasi 1 kali 2 minggu, sedangkan tunas liar dibuang sampai tanaman mencapai ketinggian 1,80 meter.

3. Merangsang Percabangan
Bila tanaman 2 – 3 tahun dengan tinggi 3,5 meter belum mempunyai cabang perlu diadakan perangsangan dengan cara :
- Pengeringan batang (ring out)
- Pembungkusan pucuk daun (leaf felding)
- Penanggalan (tapping)

4. Pemupukan
Pemupukan dilakukan 2 kali setahun yaitu menjelang musim hujan dan akhir musim kemarau, sebelumnya tanaman dibersihkan dulu dari rerumputan dibuat larikan melingkar selama – 10 Cm. Pemupukan pertama kurang lebih 10 Cm dari pohon dan semakin besar disesuaikan dengan lingkaran tajuk.

5. Tumpangsari/Tanaman sela/intercroping
Syarat-syarat pelaksanaan tumpangsari :
- Topografi tanah maksimum 11 (8%)
- Pengusahaan tanaman sela diantara umur tanaman karet 0 – 2 tahun.
- Jarak tanam karet sistem larikan 7 X 3 meter atu 6 X 4 meter.
- Tanaman sela harus di pupuk.
- Setelah tanaman sela dipanen segera diusahakan tanaman penutup tanah.

VI. Teknik Perlindungan Tanaman Karet

a. Hama Tanaman Karet
Hama adalah perusak tanamam yang berupa hewan seperti serangga, tungga, mamalia dan nematoda. Beberapa jenis yang cukup merugikan yaitu:
1. Kutu Lak (Laccifer)

Ciri-ciri :
- Menyerang tanaman karet dibawah 6 tahun.
- Kutu berwarna jingga kemerahan dan terbungkus lapisan lak.
- Mengeluarkan cairan madu, membuat jelaga hitam dan bercak pada tempat serangan.
- Bagian yang diserang ranting dan daun lalu cairannya dihisap sehingga bagian tanaman yang terserang kering.
- Penyebaran kutu lak dibantu semut gramang.
Pengendalian :
- Lakukan pengawasan sedini mungkin.
- Bila serangan ringan lakukan pengendalian secara mekanais, Fisik dan Biologis
- Bila serangan berat, dengan Insektisida Albocinium 2% dan formalin 0,15% ditambah Surfaktan Citrowet 0,025%, penyemprotan interval 3 mg.

2. Pscudococcus Citri
Ciri-ciri :
- Stadia yang merusak adalah nympha dan imago berwarna kuning muda
- Meyerang tanaman yang masih muda seperti ranting dan tangkai daun.
Pengendalian :
- Bila serangan berat bisa menggunakan Insektisida jenis metamidofos dilarutkan dalam air dengan konsentrasi 0,05%-0,1%
- Interval penyemprotan 1-2 mg

b. Penyakit Tanaman Karet

1. Penyakit Embun Tepung
Penyebab: Cendawan Oidium heveae
Gejala: Menyerang daun muda lalu berbintik putih dan merangas . Umumnya menyerang setelah musim gugur daun.
Pengendalian: pemeliharaan yang intensif, penyelarasan beban sadapan Secara kimiawi dengan belerang circus dosis 3 – 5 Kg/Ha interval 3 – 5 hari.

2. Penyakit Daun Colletotrichum
Penyebab: Colletotrichum gloeosporioides
Gejala: Daun muda cacat dan gugur, pucuk gundul daun bercak coklat, ditengah bercak berwarna putih bintik hitam (spora)
Pengendalian: Dengan Fungisida

3. Penyakit Kanker garis
Penyebab: Phytophthora palmivora butl
Gejala: Bidang sadapan terdapat garis vertikal berwarna hitam dan bisa masuk sampai kebagian kayu dan kulit membusuk. Banyak timbul dimusim penghujan dan kebun yang terlampau lembab Makin rendah irisan, kemungkinan infeksi makin besar.
Pengendalian: Secara mekanis penjarangan pemangkasan pelindung, penanaman penutup tanah. Secara Kimiawi dengan Fungisida (B.a. Kaptofol)

4. Penyakit Jamur Upas
Penyebab: Cortisium salmonicolor
Gejala: Tajuk pada dahan / cabang akan layu sehingga tanaman lemah dan produksi turun.
Pengendalian: Secara kimiawi luka akibat serangan dilumas dengan fungisida bahan aktif tridermof (Calizin Rm 2%).

5. Penyakit Bidang Sadapan
Penyebab: Ceratocystis Fimbriata
Gejala: Menerang kulit bidang sadapan yaitu timbul selaput benang berwarna putih kelabu lalu. Penyebaran melalui spora spora dan pisau sadap.
Pengendalian: Secara mekanis dengan mengurangi kelembaban. Secara kimiawi dengan Fungisida bahan aktif benomil dan Kaptofol.

6. Penyakit Cendawan Akar putih
Penyebab: Cendawan Fomes Lignosus
Gejala: Daun kusam, menguning, layu dan akhirnya gugur Tanaman bila dibongkar pada akar terdapat cendawan berwarna putih kekuningan.
Pengendalian: Secara mekanis saat pembukaan lahan tunggul dan akar harus dibongkar Penanaman 1-2 tahun setelah pembongkaran. Tanaman sakit dibongkar lalu dibakar. Secara kimiawi akar yang terserang dipotong lalu diolesi fungisida.

VII. Panen dan Pasca Panen Tanaman Karet
Tanda-tanda kebun mulai disadap :
Umur tanaman karet rata-rata 6 tahun atau 55% dari areal 1 hektar sudah mencapai lingkjar batang 45 Cm sampai dengan 50 Cm. Disadap berselang 1 hari atau 2 hari setengah lingkar batang.


[Read More...]


Manajemen Resistensi Hama pada Tanaman Transgenik Bt




Salah satu faktor pembatas
dalam usaha menaikkan
produksi tanaman adalah
adanya serangan hama.
Kerugian yang disebabkan
oleh serangan hama di dunia diperkirakan 13% dari
produksi total.Di Amerika
Serikat diperkirakan lebih
dari 10 ribu juta dolar
digunakan untuk mengatasi
persoalan hama (Gatehouse et a/., 1994). Di Indonesia,
pada tahun 1976-1977 lebih
dari 450.000 ha sawah yang
ditanami padi diserang oleh
hama wereng coklat dan
kerugian yang disebabkan oleh hama tersebut mencapai
100 juta dolar (Oka dan
Bahagiawati, 1982). Hama
yang menyerang suatu jenis
tanaman adalah suatu
kompleks hama. Misalnya tanaman padi sering
didatangi oleh hama, tidak
hanya wereng coklat tetapi
hama Iain seperti penggerek
batang, ulat pemakan daun,
wereng punggung putih dan hijau, aphid, dan lain
sebagainya. Tanaman kapas
juga mempunyai kompleks
hama yang berbeda dengan
tanaman padi. Hama-hama
kapas adalah penggerek daun, penggerek batang,
penggerek buah, dan Iain
sebagainya. Demikian pula
dengan jagung, kedelai, dan
tanaman lain yang juga
mempunyai beberapa hama utama dan hama minornya.
Teknologi yang sampai saat
ini sering dipakai untuk
pengendalian hama adalah
pemakaian insektisida.
Teknologi ini merupakan teknologi yang populer
karena efeknya dapat dilihat
dalam waktu tidak lama
setelah aplikasi dan mudah
diperoleh bila diperlukan.
Namun teknologi ini relatif mahal terutama bagi petani
di negara yang sedang
berkembang. Di samping itu,
teknologi insektisida
berbahaya bagi manusia,
hewan, dan spesies bukan sasaran serta lingkungan jika
dilakukan tidak sesuai
dengan prosedur.
Penggunaan pestisida secara
tidak bijaksana dapat
menimbulkan persoalan
(1)hama resisten,
(2)petani keracunan pestisida,
(3)residu pestisida pada hasil pertanian,
(4)pengrusakan pada agen pengendali hayati dan serangga polinator,
(5)polusi pada air tanah, dan
(6)menurunkan biodiversitas.
serta mempunyai pengaruh
negatif pada hewan bukan
target termasuk mamalia,
burung, dan ikan (Agne et a/., 1995).
Teknologi lain yang dapat
dipakai untuk pengendalian
hama adalah pemakaian
varietas tahan. Di Indonesia,
varietas tahan yang telah digunakan untuk
pengendalian hama wereng
coklat adalah varietas unggul
tahan wereng (VUTW).
Namun demikian, tidak
semua hama mempunyai varietas tahan dan jika ada
sumber plasma nutfah yang
mengandung gen tahan
terhadap hama tertentu
jumlahnya sangat terbatas.
Misalnya pada tanaman padi, hanya gen tahan wereng
coklat dan wereng hijau yang
telah diidentifikasi dan dapat
digunakan dalam proses
perbaikan tanaman untuk
tahan hama, sedangkan hama lainnya seperti
penggerek batang dan hama
pemakan daun, sampai saat
ini belum ditemukan gen
tahan yang dapat dipakai
dalam proses pemuliaan. Demikian juga dengan
tanaman lain seperti jagung,
kapas, dan kedelai.
Dengan berkembangnya
teknologi rekombinan DNA
telah membuka pintu untuk merakit tanaman tahan hama
dengan rekayasa genetika.
Teknologi ini mempunyai
beberapa kelebihan jika
dibandingkan dengan
teknologi konvensional, yaitu :
(1) memperluas pengadaan
sumber gen resistensi
karena dengan teknologi ini
kita dapat menggunakan gen
resisten dari berbagai
sumber, tidak hanya dari tanaman dalam satu spesies
tetapi juga dari tanaman
yang berbeda spesies, genus
atau famili, dari bakteri,
fungi, dan mikroorganisme
lain,
(2)dapat memindahkan gen spesifik ke lokasi yang
spesifik pula di tanaman,
(3)dapat menelusuri stabilitas
gen yang dipindahkan atau
yang diintroduksi ketanaman dalam setiap generasi tanaman,
(4)dapat mengintroduksi beberapa
gen tertentu dalam satu
event transformasi sehingga
dapat memperpendek waktu
perakitan tanaman multiple resistant, dan
(5) perilaku dari gen yang diintroduksi di
dalam lingkungan tertentu
dapat diikuti dan dipelajari,
seperti kemampuan gen
tersebut di dalam tanaman tertentu untuk pindah ke
tanaman lain yang berbeda
spesiesnya (outcrossing), dan
dampak negatif dari gen
tersebut di dalam tanaman
tertentu terhadap lingkungan dan organisme bukan target
(Bahagiawati, 2000a).
Tanaman transgenik Bt
mengalami kemajuan
komersial yang sangat
nyata. Pertama dilepas secara komersial pada tahun
1996 hanya meliputi luas
areal 1,1 ha. Pada tahun 1999
luas pertanamannya sudah
mencapai 11,7 juta ha yang
ditanam di USA, Kanada, Australia, Cina, Afrika
Selatan, Spanyol, Perancis,
Argentina, dan Meksiko
(James, 1999).
Dari pengalaman selama lima
tahun, ternyata tanaman transgenik tahan hama dapat
menurunkan ketergantungan
petani pada pestisida. Dengan
demikian, menurunkan polusi
lingkungan dan keracunan
pada hewan dan manusia, misalnya petani kapas Bt di
Arizona, USA. Penanaman
kapas Bt pada tahun 1997
menurunkan 5,4 kali semprot
untuk hama target pink
bollworm dan penghematan tersebut jika diuangkan
mencapai US$ 80 per acre
(Carriere et ai, 2001). Secara
umum, penanaman kapas Bt
secara global menurunkan
pemakaian pestisida sebesar 10-15% (Roush, 1994).
Pengendalian dengan
pestisida maupun varietas
tahan (tradisional maupun
transgenik) mengalami
permasalahan, yaitu resistensi serangga hama
terhadap bahan aktif baik di
pestisida maupun dalam
tanaman (Bahagiawati,
2000b; 2001a; 2001b).
Resistensi adalah suatu proses di rnana populasi
hama terseleksi dan setelah
beradaptasi, dapat hidup dan
berkembang biak jika
dihadapkan pada suatu jenis
pestisida atau tanaman tahan di mana terjadinya proses
seleksi dan adaptasi
tersebut. Untuk
mengendalikan populasi
hama tanaman yang telah
resisten terhadap pestisida maupun varietas tahan,
selain sulit, juga memerlukan
biaya yang besar. Resistensi
hama mempunyai basis
genetik, lingkungan, dan
faktor ekologi yang mempengaruhi
perkembangan resistensi
tersebut. Resistensi ini
seyogyanya dapat
dikendalikan dengan
manajemen resistensi yang sesuai.
Pada saat ini, lebih dari 40
tanaman transgenik telah
dilepas secara komersial di
dunia. Jumlah ini akan terus
meningkat pada tahun-tahun rnendatang (Whalon dan
Norris, 1999). Pengalaman
membuktikan bahwa hama
serangga dapat beradaptasi
dengan faktor resisten,
sehingga perhatian akan perkembangan serangga
menjadi resisten dan cara
untuk mengontrol resistensi
tersebut harus diperhatikan
secara serius. Masalah yang
disebabkan oleh daya adaptasi serangga terhadap
pestisida dan varietas tahan,
baik yang dibuat secara
konvensional maupun dengan
rekayasa genetika dapat
menyebabkan biaya yang tinggi. Biaya ini dapat berupa
hilangnya kepercayaan
masyarakat petani pada
pemerintah/perusahaan
penghasil benih dan lembaga
terkait lainnya dan dapat menyebabkan masa pakai/
jual yang pendek terhadap
produk yang dihasilkan.

Sumber :Dari berbagai sumber
[Read More...]


Budidaya Tanaman Bayam




I.Pendahuluan
Bayam (Amaranthus spp.) merupakan tumbuhan yang biasa ditanam untuk dikonsumsi daunnya sebagai sayuran hijau. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropik namun sekarang tersebar ke seluruh dunia. Tumbuhan ini dikenal sebagai sayuran sumber zat besi yang penting.Kandungan zat besi pada bayam relatif lebih tinggi daripada sayuran daun lain (besi merupakan penyusun sitokrom, protein yang terlibat dalam fotosintesis) sehingga berguna bagi penderita anemia.
cara membudidayakan tanaman ini ternyata tiaklah sulit,tanan ini tumbuh baik didataran rendah – tinggi 5 – 200 Mdpl Suhu + 20 – 32 C,pH 6 – 7 memerlukan cukup air.

II.Varietas / Kultivar

Varietas / kultivar bayam yang biasa diusahakan oleh para petani seperti :
a.Bayam cabut (Amaranthus tricolor)
Batangnya ada yang berwarna kemerah-merahan (bayam merah) dan ada yang berwarna keputih-putihan.
Varietas yang banyak dibudidayakan baru 2 varietas yaitu Giti Hijau dan Giti Merah (bayam cabut).

b.Bayam tahun/sikap/kakap (Amaranthus hybridus).
Varietas/kultivar ini biasanya mempunyai daun lebar, yang dipanen daun dan berikut cabangnya.

III.Tanah dan Iklim

Bayam biasannya tumbuh sepanjang tahun baik didtaran rendah maupun dataran tinggi, suhu udara yang dikehendaki + 20 C - 32 C, derajat keasaman tanah (pH) 6-7. Tanaman ini memerlukan cukup banyak air, sehingga paling tepat ditanam pada awal musim penghujan dan dapat ditanam pada awal musim kemarau yaitu pada tanah yang gembur dan cukup subur. Namun dapat juga tumbuh ditanah dengan tekstur liat, liat berpasir dan sebagainya dengan syarat harus diberi pupuk kandang yang cukup banyak.

IV.Pembibitan dan Penanaman

1.Pembibitan
Bayam diperbanyak dengan biji, tanpa persemaian. Kebutuhan benih bayam untuk 10 M2 bedengan = 10 gram yang berisi kira-kira 10.000 butir biji dengan takaran + 3 sendok the atau 1 kotak korek api. Benih dapat diperoleh dengan jalan memilih sejumlah tanaman yang pertumbuhannya sehat, kuat, tidak terserang hama dan penyakit. Benih yang telah dipanen dijemur sampai kering kemudian dirontokkan,

Dibersihkan dan disimpan dalam kaleng lalu dibungkus kantong plastik kedap udara.

2.Pengolahan tanah
Penggemburan tanah untuk bayam cabut dilakukan dengan mencangkul sedalam 20 cm sedang untuk bayam tahunan dicangkul lebih dalam lagi + 30 cm. Setelah tanah diratakan kamudian diberi pupuk kandang sebanyak + 10 ton/Ha atau 1 kg/m2.
Bedengan dibuat 1 x 5 meter baik untuk bayam cabut maupun bayam tahun, diantara bedengan dibuat parit selebar + 30 cm untuk memudahkan penyiraman dan sekaligus berfungsi sebagai saluran drainase.

3.Pemupukan
Pupuk kandang diberikan 1 minggu sebelum tanam, pupuk buatan perlu juga diberikan sebagai pupuk dasar. Jenisnya Urea, TSP/SP 36 dan KCI. Pemberian pupuk disebarkan dalam garitan + 5 cm di sebelah kanan dan kiri barisan. Pemupukan diberikan sesuai dengan keadaan tanah setempat.

4.Penanaman
untuk mempercepat perkecambahan benih bisa di rendam lebih kurang 15 menit dengan Regent Red dengan kosentrasi 5 ml/1 ons benih.stelah itu bnih di angin-anginkan jika sudah kering Benih dapat disebarkan atau dideretkan dalam garitan, diatas suatu bedengan yang telah diberi cukup pupuk kandang. Jarak antar garitan 15-20 cm. Setelah benih dtebar ditutup dengan tanah tipis merata kemudian dilakukan penyiraman secara hati-hati. Benih mulai berkecambah pada hari ke 5.

V.Pemeliharaan

1.Penyiangan

Penyiangan dilakukan pada saat tanaman berumur + 2 minggu, rumput tanaman penggangu dicabut dan dibuang, lalu tanah disekitar batang tanaman digemburkan. Penyiangan berikutnya dilakukan setiap 2 minggu.

2.Penyiraman

Penyiraman dilakukan dengan hati-hati dengan menggunkan gembor berlubang halus. Tanah dijaga agar tetap lembab tetapi tidak becek. Hal ini dilakukan terus-menerus hingga tanaman siap panen.

3.Penjarangan

Penjarangan untuk bayam cabut dilakukan pada saat tanaman berumur 20, 25 dan 30 hari dengan mencabut tanaman yang sudah besar dan terlalu rapat. Penjarangan ini sekaligus merupakan pemanenan bayam tersebut. Proses penjarangan + 5 hari sekali, dilakukan dengan hati-hati,agar tidak merusak tanaman yang tinggal.

4.Pengendalian organisme penggangu tanaman

Gangguan hama penyakit tidak banyak dijumpai, kecuali adanya kerusakan daun yang ditimbulkan oleh ulat daun. Gangguan serangan hama diatur dengan insektisida yang ada dipasaran dengan dosis sesuai aturan yang diberikan apabila dianggap sangat perlu. Hindarkan pemberian obat-obatan secara berlebihan. Pemberian obat-obatan ini dihentikan minimal 1 minggu menjelang pemanenan. Gangguan lain seperti rumput-rumput terutama rumput teki, lempuyangan dan gulma diberantas dengan dicabut.

5.Panen

Proses penjarangan pada bayam cabut sekaligus merupakan pelaksanaan pemanenan hasil. Pemanenan dapat dilakukan berturut-turut pada umur 20,25 dan 30 hari dengan menyisakan beberapa tanaman yang tumbuhnya subur untuk menghasilkan benih.
Untuk bayam petik (bayam tahun) pemungutan hasil dilakukan dengan jalan memetik pucuk-pucuk daun. Pemungutan hasil hasil dilakukan pada umur 3 minggu setelah tanam. Hasil yang diperoleh dengan cara cabutan sebanyak + 7kg/m2 atau 35 kg per bedengan (5 m2), sedangkan untuk yang dipanen daunnya (bayam tahun) hasil yang diperoleh diperkirakan 15 kg/ 5 m2.
[Read More...]


cara Ternak Backlink Berkwalitas di w3-directory



W3 Directory - the World Wide Web DirectoryBanyak Sekali cara mendapat Backlink Berkwalitas yang bisa kita manfaatkan Buat mendongkrak Blog kita Masuk di jajaran Top 10 google,baik itu backlink satu arah dan backlink dua arah. Kali ini kita akan mencoba Layanan Backlink dari w3-directory yang bersifat dua arah, maksudnya kita saling pasang Link.
Kenapa agriculturproduct.blogspot.com merekomendasikan buat teman-teman Blogger backlink dari Situs Directory ini?, Tentu selain berkwalitas Situs ini sangat Bagus kita gunakan untuk Ternak Backlink , maksudnya semakin banyak Vote yang kita dapat maka semakin Banyak link yang akan kita Peroleh dan Bagusnya Gratisan dan kita hanya cukup bertukar link dengan situs ini.
Bagi yang ikut Kontes Seo bertukar link dengan w3 directory lumayan membuat Artikel Kontes kita Terdongkrak.
Caranya Cukup Mudah berikut langkah-langkahnya :

Pertama
Silahkan menuju W3 Directory - the World Wide Web Directory

Kedua
Pada Menu bagian atas Silahkan Klik ADD a web site
Masukkan:

Ulr : Alamat Blog / Link Blog
Title : Nama Blog
description : Diskripsi Blog
KeyWords : Keywords blog
identity : Nama anda
email : Email Anda
return link / back link : Isi kembali dengan Link Blog Anda
country : Masukkan Negara ( tentunya Indonesia )
heading 1 : Pilih Kriteria Blog Anda
Sekarang Silahkan Klik Submit my Web site

Catatan : Setiap ada tanda * (bintang) atinya Wajib di isi

Ketiga
Silahkan Copy Code Yang diberikan w3-directory
Lalu Masuklah ke Blog Masing-masing dan Pastekan Code Tadi Pada Gadget Blog Kita

Keempat
Untuk Berternak Backlink tentu kita Harus Kreatif, karena layanan ini memberikan kita Backlink sebanyak-banyaknya tergantung Jumlah Vote ( orang yang klik Link w3-directory ), semakin banyak yang klik lik w3-directory yang ada di Blog kta maka semakin bertambah jumlah Backlink yang kita dapat.

Cara Akalin Biar Banyak yang Klik Link w3-directory kita yakni, share lah link tadi di Facebook atau di Group Fb yang sudah banyak Membernya....Buatlah Status Yang menarik Perhatian. atau share di Forum-forum ternama.

Contoh Status di Fb yang mengundang banyak Klik pada Ulr w3-directory kita
" Jangan Klik Situs ini Jika Takut Panuan " ( Ulr w3-directory )
" Hati2 hanya untuk yang diatas 50 tahun,merasa bawah umur jgn Klik "( Ulr w3-directory )
" Simsalabim..Jika Klik Maka anda Kudisan..Hati-hati " ( Ulr w3-directory )
Dan lain-lain....
Anda Utak atik saja sendiri sekreatif mungkin biar orang penasaran untuk klik.


Terakhir : Semoga Bermanfaat




Sumbr :http://www.kumpulancara.com
[Read More...]


Blogger Ramadhan Award 2011




Asalammualaikum Wr.Wb

Selamat siang kawan,di akhir pekan ini sedikit meluangkan waktu untuk update blog.kangen rasanya dengan sobat-sobat semua karena sudah sekian lama tidak blogwalking.itu semua karena menjelang akhir tahun ini banyak sekali pekerjaan yang harus di selesaikan.
Pas diawal bulan ramadhan kemarin alhamdulillah mendapatkan Award dari sobat horier


ucapan terima kasih saya kepada sobat yang telah memberi award kepada saya.semoga dengan award ini jalinan persahabatan erat.
[Read More...]


Rehat Sejenak Sobat



Assalamualaikum....berhubung banyak sekali kesibukan,
akhirnya dengan berat hati saya
berhenti dulu untuk sementara
mengelola blog ini...kepada
sobat semua, saya ucapkan
terima kasih atas kunjungan, support, kritik dan
sarannya...semoga dilain waktu
saya bisa eksis lagi, dan bisa
memberikan sesuatu yang
bermanfaat.. Mohon maaf atas segala
pertanyaan yang belum
terjawab, atau permintaan yang
belum terpenuhi, keterbatasan
waktulah yang membuat saya
lepas dari keluarga Blogger.. Kepada sobat blogger, maju
terus dan sukses selalu untuk
kalian...
[Read More...]


BUDIDAYA TANAMAN TERONG




1.PENDAHULUAN
Prospek budidaya tanaman terong makin baik untuk dikelola secara intensif dan komersial dalam skala agribisnis, namun hasil rata-ratanya masih rendah. Hal ini disebabkan bentuk kultur budidaya yang masih sampingan, belum memadainya informasi teknik budidaya di tingkat petani.

Kami berusaha memberi alternatife solusi bagaimana teknik budidaya terong sehingga tercapai peningkatan produksi secara K-3, yaitu Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian lingkungan.

2.SYARAT TUMBUH
- Dapat tumbuh di dataran rendah tinggi
- Suhu udara 22 - 30o C
- Jenis tanah yang paling baik, jenis lempung berpasir, subur, kaya bahan organik, aerasi dan drainase baik dan pH antara 6,8-7,3
- Sinar matahari harus cukup
- Cocok ditanam musim kemarau


3.PEMBIBITAN
- Rendamlah benih dalam air hangat kuku + Insektisida berbahan aktif Fipronil dengan kosentrasi 2 cc per liter selama 10 -15 menit
- Bungkuslah benih dalam gulungan kain basah untuk diperam selama + 24 jam hingga nampak mulai berkecambah
- Sebarkan benih di atas bedengan persemaian menurut barisan, jarak antar barisan 10-15 cm
- kemudian masukkan benih satu persatu ke polibag yang telah berisi campuran tanah dan pupuk kandang .
- Tutup benih tersebut dengan tanah tipis
- Permukaan bedengan yang telah disemai benih ditutup dengan daun pisang/Jerami kering
- Setelah benih tampak berkecambah muncul, buka penutupnya
- Siram persemaian pagi dan sore hari
- Bibit berumur 1-1,5 bulan atau berdaun empat helai siap dipindahtanamkan
 
4.PENGOLAHAN LAHAN
- Bersihkan rumput liar (gulma) dari sekitar kebun
- Olah tanah dengan cangkul ataupun bajak sedalam 30-40 cm hingga gembur
- Buat bedengan selebar 100-120 cm, jarak antar bedengan 40-60 cm, ratakan permukaan bedengan
- Jika pH tanah rendah, tambahkan Dolomit
- Sebarkan pupuk kandang 15-20 ton / ha, campurkan merata dengan tanah.
- Sebarkan pupuk dasar dengan campuran ZA atau Urea 150 kg + TSP 250 kg per ha dicampur dengan tanah secara merata atau sekitar 10 gr campuran pupuk per lubang tanam.
- Jika pakai Mulsa plastic, tutup bedengan pada siang hari
- Biarkan selama seminggu sebelum tanam
- Buat lubang tanam dengan jarak 60x70 cm / 70x70 cm
5.PENANAMAN
- Waktu tanam yang baik musim kering
- Pilih bibit yang tumbuh subur dan normal
- Tanam bibit di lubang tanam secara tegak lalu tanah di sekitar batang dipadatkan
- Siram lubang tanam yang telah ditanami hingga cukup basah (lembab)

6.PENGAIRAN
Dilakukan rutin tiap hari, terutama pada fase awal pertumbuhan dan cuaca kering, dapat di-leb atau disiram dengan gembor

7.PENYULAMAN
- Sulam tanaman yang pertumbuhannya tidak normal, mati atau terserang hama penyakit
- Penyulaman maksimal umur 15 hari

8.PEMASANGAN AJIR
- Lakukan seawal mungkin agar tidak mengganggu (merusak) sistem perakaran
- Turus terbuat dari bilah bambu setinggi 80-100 cm dan lebar 2-4 cm
- Tancapkan secara individu dekat batang
- Ikat batang atau cabang terong pada turus

9.PENYIANGAN
- Rumput liar atau gulma di sekitar tanaman disiangi atau dicabut
- Penyiangan dilakukan pada umur 15 hari dan 60-75 hari setelah tanam

10.PEMUPUKAN
Jenis dan Dosis Pupuk Makro disesuaikan dengan jenis tanah, varietas dan kondisi daerah menurut acuan dinas pertanian setempat. Berikut salah satu alternatif :
Jenis Pupuk
Pemupukan Susulan (kg/ha)
Umur 15 hari
Umur 25 hari
Umur 35 hari
Umur 45 hari
Urea
75
75
75
75
SP-36
50
-
-
-
KCl
-
75
100
75

Pemupukan diletakan sejauh 20 cm dari batang tanaman sebanyak 10 gram campuran pupuk per tanaman secara tugal atau larikan ditutup tanah dan disiram atau pupuk dikocorkan sebanyak 3,5 gram per liter air, kocorkan larutan pupuk sebanyak 250 cc per tanaman

11.PEMANGKASAN ( PEREMPELAN )
-Pangkas tunas-tunas liar yang tumbuh mulai dari ketiak daun pertama hingga bunga pertama juga dirempel untuk merangsang agar tunas-tunas baru dan bunga yang lebih produktif segera tumbuh.

12.PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
Hama yang paling sering menyerang tanaman terong adalah :
1. Kumbang Daun (Epilachna spp.)
Gejala serangan adanya bekas gigitan pada permukaan daun sebelah bawah
Bila serangan berat dapat merusak semua jaringan daun dan tinggal tulang-tulang daun saja
Cara pengendalian; kumpulkan dan musnahkan kumbang, atur waktu tanam, pencegahan Insektisida kimia
2. Kutu Daun (Aphis spp.)
Menyerang dengan cara mengisap cairan sel, terutama pada bagian pucuk atau daun-daun masih muda
Daun tidak normal, keriput atau keriting atau menggulung
Sebagai vektor atau perantara virus
Cara pengendalian; mengatur waktu tanam dan pergiliran tanaman,cara pengendalian semprot dengan Akarisida yang berbahan aktif klorfenapir atau abamektin.

3.Tungau ( Tetranynichus spp.)
Serangan hebat musim kemarau.
Menyerang dengan cara mengisap cairan sel tanaman, sehingga menimbulkan gejala bintik-bintik merah sampai kecoklat-coklatan atau hitam pada permukaan daun sebelah atas ataupun bawah.
Cara pengendalian sama seperti pada pengen dalian kutu daun.

4. Ulat Tanah ( Agrotis ipsilon Hufn.)
Bersifat polifag, aktif senja atau malam hari
Menyerang dengan cara memotong titik tumbuh tanaman yang masih muda, sehingga terkulai dan roboh
Cara pengendalian; kumpulkan dan musnahkan ulat, pencegahan semprot dengan Insektisida
5.Ulat Grayak (Spodoptera litura, F.)
Bersifat polifag.
Menyerang dengan cara merusak (memakan) daun hingga berlubang-lubang.
Cara pengendalian; mengatur waktu tanam dan pergiliran tanaman,

6.Ulat Buah ( Helicoverpa armigera Hubn.)
Bersifat polifag, menyerang buah dengan cara menggigit dan melubanginya, sehingga bentuk buah tidak normal, dan mudah terserang penyakit busuk buah.
Cara pengendalian; kumpulkan dan musnahkan buah terserang, lakukan pergiliran tanaman dan waktu tanam sanitasi kebun,

Sedangkan penyakitnya adalah:
1. Layu Bakteri
Penyebab : bakteri Pseudomonas solanacearum
Bisa hidup lama dalam tanah
Serangan hebat pada temperatur cukup tinggi
Gejala serangan terjadi kelayuan seluruh tanaman secara mendadak

2. Busuk Buah
Penyebab : jamur Phytophthora sp., Phomopsis vexans, Phytium sp.
Gejala serangan adanya bercak-bercak coklat kebasahan pada buah sehingga buah busuk.

3. Bercak Daun
Penyebab : jamur Cercospora sp, Alternaria solani, Botrytis cinerea
Gejala bercak-bercak kelabu-kecoklatan atau hitam pada daun.

4. Antraknose
Penyebab : jamur Gloesporium melongena
Gejala bercak-bercak melekuk dan bulat pada buah lalu membesar berwarna coklat dengan titik-titik hitam

5.Busuk Leher akar
Penyebab ; Sclerotium rolfsii
Gejala pangkal batang membusuk berwarna coklat

6.Rebah Semai
Penyebab : Jamur Rhizoctonia solani dan Pythium spp.
Gejala batang bibit muda kebasah-basahan, mengkerut dan akhirnya roboh dan mati

13.PEMANENAN DAN PASCA PANEN
- Buah pertama dapat dipetik setelah umur 3-4 bulan tergantung dari jenis varietas
- Ciri-ciri buah siap panen adalah ukurannya telah maksimum dan masih muda.
- Waktu yang paling tepat pagi atau sore hari.
- Cara panen buah dipetik bersama tangkainya dengan tangan atau alat yang tajam.

[Read More...]


Award Persahabatan dari Bunga-bunga Majapahit



Sudah lama tidak Online dan tidak posting di blog ini,rasanya kangen dengan sahabat-sahabat bloger yang lain tapi mau bilang apa lagi karena akhir-akhir ini kegiatan Offline memnang begitu menyita waktu.
Minggu kemaren sempat online dan betapa kagetnya saya setelah membuka buku tamu dapat award persahabatan dari
BUNGA-BUNGA MAJAPAHIT
Terima kasih sebesar-besarnya saya ucapkan pada bunga-bunga majapahit atas awardnya semoga dengan award ini hubungan persahabatan ini makin erat.

[Read More...]


Teknik Membuat Bonsai




 A. KREATIVITAS DAN KETEKUNAN SEBAGAI MODAL UTAMA
Membuat bonsai tampaknya mudah dan sederhana. Padahal, membuat bonsai yang baik sebenarnya cukup sulit bagi orang awam dan gampang-gampang susah bagi yang sudah mengetahuinya. Yang jelas, menciptakan  bonsai yang baik membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Paling cepat 2-4 tahun. Lamanya waktu tergantung pada jenis tanamannya. Ada 4 ukuran tinggi bonsai yang bisa dipilih, yakni miniature, kecil, sedang, dan rata-rata. Biasanya bonsai miniature tinggi hanya sekitar 5cm dan dipersiapkan selama sekitar 5 tahun. Bonsai kecil tinggi 5-15cm yang membutuhkan waktu persiapan sekitar 5-10 tahun. Bonsai berukuran sedang tinggi 15-30cm yang memerlukan waktui persiapan sekitar 3 tahun. Membuat bonsai membutuhkan kreativitas, ketekunan, ketelitian, dan kasih sayang.

B. MODEL ATAU GAYA BONSAI
 Model atau gaya bonsai paling dasar yang perlu dikuasi pemula adalah berdasarkan gaya tumbuhnya, yakni formal dan menggantung. Penjabaran lebih jelas kedua gaya ini adalah sebagai berikut:
a. formal
Model atau gaya formal mengikuti pertumbuhan normal dari tanaman yang bersangkutan. Gaya ini terdiri dari tegak lurus, tegak berliku, dan miring.

1. Tegak Lurus
Bonsai dengan gaya tegak lurus memiliki batang yang tegak lurus dari pangkal akar sampai ke top mahkota atau puncak batang. Diameter pangkal batang besar dan semakin ke atas batang semakin mengecil. Demikian juga dengan cabang dan ranting pun semakin ke ujung semakin mengecil. Diameter cabang dibagian bawah lebih besar dibandingkan dengan bagian atas. Akar bonsai ini kuat dan menjalar ke segala arah dipermukaan media tanam. Bonsai dengan gaya ini memiliki jarak antar cabang yang tidak merata. Semakin ke atas jarak antar cabangnya semakin rapat. Arah percabangan harus diperhatikan. Pembentukkan bonsai dengan gaya tegak lurus diawali dengan menentukan cabang yang akan dijadikan sebagai top mahkota. Setelah cabang top mahkota ditentukan, batang yang terletak diatasnya dipotong. Sebaiknya, pemotongan batang tersebut menghadap kesamping atau kearah belakang agar bekas pemotongan tidak tampak didepan.

2. Tegak Berliku
Bonsai dengan gaya tegak berliku memiliki batang yang tegak, tetapi berlekuku-lekuk. Seperti halnya bonsai dengan gaya tegak lurus, bonsai ini juga memiliki pangkal batang yang besar dan semakin ke top mahkota mengecil. Cabang bagian bawah lebih besar dibandingkan cabang dengan bagian atasnya. Namun, cabang bagian atas itu tampak tumbuh di setiap lekukan batang. Cabang bagian bawah dibentuk hingga tingginya sepertiga dari tinggi keseluruhan batang. Lekukan sebaiknya selalu dibuat  mengarah kekiri dan kekanan atau sebaliknya. Agar terkesan alami, arah cabang perlu dibuat kedepan agak menyerong kekiri atau kekanan, sehingga lekukannya tampak dari arah depan.
3. Gaya Miring
 Bonsai dengan gaya miring mengesankan sebuah pohon yang tumbuh di sebuah lereng atau tanah yang miring. Bonsai dengan gaya ini memiliki pangkal batang yang lebih besar dari pada pucuk batangnya. Akarnya harus terkesan kuat menahan tegaknya pohon. Pembentukan bonsai bergaya miring diawali dengan pengawetan batang. Batang yang tadinya tumbuh tegak diubah arah tumbuhnya ke samping dengan melakukan pengawatan. Lama-kelamaan, batang yang dikawat akan tumbuh miring dengan sendirinya. Arah percabangan sebaiknya dibuat sejajar dengan permukaan tanah atau merunduk kea rah permukaan tanah, sehingga kesan miring bisa terlihat jelas.

b. Menggantung atau cascade
Gaya ini berlawanan dengan pertumbuhan normal tanaman. Gaya ini ada dua, yakni semi menggantung dan murni menggantung.

1. Setengah Menggantung
Bonsai dengan model setengah menggantung mengesankan pohon yang tumbuh di tempat-tempat tandus, seperti tebing yang curam. Pohon di sela-sela tebing pertumbuhannya akan membelok ke atas mencari cahaya. Jika dipindahkan ke pot, pohon itu tampak miring dan menggantung. Bonsai dengan gaya ini puncak atau top mahkotanya tidak boleh melebihi bibir pot

2. menggantung
Gaya menggantung sama dengan gaya setengah menggantung, hanya top mahkotanya melebihi atau jauh dibawah biir pot. Cara pembentukannya juga sama dengan pembentukan bonsai bergaya setengah menggantung.

C. TEKNIK MEMBONSAI
a. pemotongan dan pemangkasan
prinsipnya, pemotongan dan pemangkasan dilakukan hingga lukanya rata dengan permukaan pangkal tumbuhannya. Pemotongan batang atau cabang yang kurang sehat atau pertumbuhannya jelek harus mempertimbangkan pertumbuhan cabang atau lainnya yang sehat. Pertumbuhan bisa diperbanyak dengan cara pemotongan akar mengarah ke samping.

b. pengawatan
Bertujuan membentuk batang, cabang, dan ranting agar tumbuh sesuai dengan arah yang diinginkan. Pengawatan harus dilakukan dengan hati-hati. Jangan terlalu kencang, tetapi jangan terlalu longgar.

c. posisi bonsai di pot
Posisi yang sempurna ditentukan oleh letak tanaman di pot yang digunakan. Posisi bonsai tergantung pada gaya yang digunakan. Jadi, bonsai tidak harus ditanam ditengah-tengah pot. Dipot persegi panjang, lonjong, atau oval, atau pot memanjang, tanaman bisa diletakan dengan jarak sepertiga dari sisi pot.

d. penanaman
Langkah-langkah penanaman bonsai:
  1. siapkan pot, media tanam, dan bakalan bonsai
  2. kurangi akar bakalan bonsai agar sesuai dengan ukuran pot
  3. masukkan sebagian media tanam ke dalam pot
  4. tanam bakalan dengan posisi tanam yang pas
  5. masukkan kembali media tanam untuk menguatkan posisi tanam tersebut, kemudian padatkan menggunakan ujung jari dan telapak tangan
  6. rawat bonsai dengan baik
e. Menciptakan kesan tua
Bonsai akan lebih bagus jika tanaman tersebut diberi kesan tua. Kesan tua ini biasanya ditandai dengan pertumbuhan cabang yang rata-rata merunduk ke bawah dan akar yang menjalar sampai permukaan tanah.

Sumber::http://bonsai-plant.awardspace.com/cara.html
[Read More...]


Cara Bercocok Tanam Padi



1.PENDAHULUAN
Padi adalah salah satu tanaman budidaya terpenting dalam peradaban. Meskipun terutama mengacu pada jenis tanaman budidaya, padi juga digunakan untuk mengacu pada beberapa jenis dari marga (genus) yang sama, yang biasa disebut sebagai padi liar.

Produksi padi dunia menempati urutan ketiga dari semua serealia, setelah jagung dan gandum. Namun demikian, padi merupakan sumber karbohidrat utama bagi mayoritas penduduk dunia.

2.CIRI-CIRI UMUM
Padi termasuk dalam suku padi-padian atau Poaceae (sinonim: Graminae atau Glumiflorae).

Terna semusim, berakar serabut; batang sangat pendek, struktur serupa batang terbentuk dari rangkaian pelepah daun yang saling menopang; daun sempurna dengan pelepah tegak, daun berbentuk lanset, warna hijau muda hingga hijau tua, berurat daun sejajar, tertutupi oleh rambut yang pendek dan jarang; bunga tersusun majemuk, tipe malai bercabang, satuan bunga disebut floret, yang terletak pada satu spikelet yang duduk pada panikula; buah tipe bulir atau kariopsis yang tidak dapat dibedakan mana buah dan bijinya, bentuk hampir bulat hingga lonjong, ukuran 3 mm hingga 15 mm, tertutup oleh palea dan lemma yang dalam bahasa sehari-hari disebut sekam, struktur dominan adalah endospermium yang dimakan orang.

3.SYARAT TUMBUH
anaman padi dapat hidup baik didaerah yang berhawa panas dan banyak mengandung uap air. Curah hujan yang baik rata-rata 200 mm per bulan atau lebih, dengan distribusi selama 4 bulan, curah hujan yang dikehendaki per tahun sekitar 1500 -2000 mm. Suhu yang baik untuk pertumbuhan tanaman padi 23 °C. Tinggi tempat yang cocok untuk tanaman padi berkisar antara 0 -1500 m dpl.

Tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman padi adalah tanah sawah yang kandungan fraksi pasir, debu dan lempung dalam perbandingan tertentu dengan diperlukan air dalam jurnlah yang cukup. Padi dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang ketebalan lapisan atasnya antara 18 -22 cm dengan pH antara 4 -7.

4.PENGOLAHAN TANAH
-Pengolahan tanah I dilakukan 30 harisebelum ditanam dengan cara di bajak sedalam 20-30 cm
-Pengolahan tanah II dilakukan 15 hari sebelum tanam dengan cara di bajak berlawanan arah dari pengolahan pertama
-Perbaikan pematang dilakukan saat pengolahan tanah II tujuannya untuk membongkar sarang tikus dan mengendalikan gulma yang ada di pematang.
-Sawah digaru 5 hari sebelum tanam agar berlumpur dan rata.
-Selama pengolahan tanah sebainya tanah di airi/digenang agar sisa tanaman cepat busuk dan tanah tidak jadi padat.

5.PERSEMAIAN
-Kebutuhan benih perhektar antara 30-40 kg
-Pengolahan tanah persemaian dengan cara dicangkul sehingga menjadi lumpur
-Benih direndam selama 24 jam dan di peram selama 24 jam
-Benih disebar rata,untuk 1 Hadi butuhkan lahan persemaian seluas 500m2
-Pemupukan dengan dosis 20 kg Phonska di berikan 1 hari sebelum di semai.
-Bibit siap ditanam setelah umur 22-25 hari di persemaian.

6.PERSIAPAN TANAM dan PUPUK DASAR
Tanah di buat macak-macak dan pintu air ditutupkemudian di lakukan pemupukan dasar dengan dosis 500 kg petroganik,135 kg phonska,dan 45 kg urea atau sesuai dengan kebutuhan pupuk setempat.
-Pupuk di campur lalu disebar merata di lahan,
-jarak tanam 20cmX20cm dengan jumlah populasi 250.000 rumpun/ha
-Jarak tanam jajar legowo 10 cm x 20 co x40 cm atau populasi 333.333 rumpun/ha.
-Tanam 1-3 bibit /ha.

7.PUPUK SUSULAN
-Pupuk susulan I di berian umur 15-20 hari setelah tanam dengan dosis 135 kg Phonska,45 kg Urea
-Pupuk susulan II di berikan pada umur 30-35 HST dengan dosis Urea 90 kg,
-Pupuk di sebarkan sebaiknya setelah daun tanaman kering dari embun yang menempel.

JENIS,TAKARAN DAN WAKTU PEMUPUKAN
 
Jenis Pupuk
Takaran
(Kg/Ha)
Takaran & Waktu Pemupukan
Dasar
0 HST
Susulan I
15-20 HST
Susulan II
30-35 HST
Petroganik
500
500
-
-
Phonska
270
135
135
-
Urea
180
45
45
90
Jumlah
950
680
180
90

8.PEMELIHARAAN
-Penyulaman dilakukan paling lambat 10 HST
-Lahan sawah digenangi air ddengan ketinggian 5-10 cm
-Penyiangan dilakukan sebelum pemupukan susulan I dan II dengan cara mencabut gulma dan di benamkan,untuk rumput teki dibuang di pematang.

9.PENGENDALAIN HAMA DAN PENYAKIT
-Penggerek batang padi putih ("sundep", Scirpophaga innotata)
-Penggerek batang padi kuning (S. incertulas)
-Wereng batang punggung putih (Sogatella furcifera)
-Wereng coklat (Nilaparvata lugens)
-Wereng hijau (Nephotettix impicticeps)
-Lembing hijau (Nezara viridula)
-Walang sangit (Leptocorisa oratorius)
-Ganjur (Pachydiplosis oryzae)
-Lalat bibit (Arterigona exigua)
-Ulat tentara/Ulat grayak (Spodoptera litura dan S. exigua)
-Tikus sawah (Rattus argentiventer)

10.PANEN DAN PASCA PANEN
-Lahan di keringkan 10 hari sebelum panen
-Panen dapat dilakukan umur 90-100 hari atau sesuai farietas padi yang di tanam
-Panen dengan cara memotong batang padi kemudian dirontokan dengan mesin perontok padi
-Unuk mendapatkan gabah kering giling dengan kadar air 14% diperlukan penjemuran 5-7 hari
-Kadar air untuk gabah kering simpan 12 %
-Produksi perhektar antara 8-9 ton
[Read More...]


Kembali Mendapatkan AWARD dari sobat JOSS COWPLUG



Photobucket
Photobucket
Photobucket
Award 3 sekaligus : Friendship Award The Best Blogger, You Got Blog Award, Best Friend Award ini saya terima dari joss cowplug, Terima kasih atas Award ini, semoga menjadi pemicu lebih semangat berblogger ria dan menambah keakraban diantara sesama blogger, sekali lagi terima kasih

Selanjutnya Award ini saya berikan kepada sobat blogger yang sering berkunjung dan memberi komen di blog ini Agricultur Product :

Yang dapat 3 Award sekaligus :
1. go blog nya si Budi
2. RumputIlalang
3. Gambutku
5. Komputer dan Internet
6. Obat Sakit 2011
7. Masakan Khas Indonesia
8. ninequadrat
9. rezdown7
10.se-avancee
Selanjutnya guna menyambung tali persaudaraan dan Silahturami diantara sesama Sobat Blogger, mohon Sobat Blogger dapat meneruskan Award ini kepada Sobat Blogger yang lain sesuai pilihan Sobat Blogger
[Read More...]


TOUR DE SINGKARAK AKAN SEGERA DI GELAR



The Tour de Singkarak 2011 takes cyclists over 760,3 kilometers through the beautiful surrounds of West Sumatra. Building on the success of last years race, this year, the race has extended from four to six stages.

As cyclists make their way from the starting point in Padang through to the final finish line at Lake Singkarak they will travel through some of the regions finest landscapes. West Sumatra is renowned for it's beautiful scenery, cultural attractions and delicious local cuisine.

The Categories of the race is 2.2 and the tour forms part of the Asia Tours 2011 Constitute Combination, an official event of the Union Cycliste Internationale.

STAGES


Stage 1 : Padang (Sircuit Race 7 Laps)
Stage 2 : Padang - Sicincin - Pariaman
Stage 3 : Pariaman - Bukit Tinggi
Stage 4 : Bukittinggi - Lembah Harau
Stage 5 : Payakumbuh - Sawahlunto
Stage 6A : Sawahlunto - Istana Baso Pagaruyung
Stage 6B : Istana Baso Pagaruyung - Padang Panjang
Stage 7A : Padang Panjang - Danau Kembar
Stage 7B : Danau Kembar - Danau Singkarak


Sumber :http://www.padang.go.id/v2/content/view/4261/142/
[Read More...]


Cara Budidaya Tanaman Kacang Panjang



1.PENDAHULUAN
Kacang Panjang atau dalam bahasa latin bisa di sebut Vigna sinensis,merupakan tumbuhan tipe merambat,yang dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah.berikut ini klasifikasi dari tanaman kacang panjang tersebut.


Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Tumbuhan
Divisi:
Magnoliophyta
Kelas:
Magnoliopsida
Ordo:
Fabales
Famili:
Fabaceae
Upafamili:
Faboideae
Genus:
Vigna
Spesies:
V. unguiculata
Upaspesies:
V. u. sesquipedalis

 2.SYARAT TUMBUH
Tanaman tumbuh baik pada tanah Latosol / lempung berpasir, subur, gembur, banyak mengandung bahan organik dan drainasenya baik, pH sekitar 5,5-6,5. Suhu antara 20-30 derajat Celcius, iklimnya kering, curah hujan antara 600-1.500 mm/tahun dan ketinggian optimum kurang dari 800 m dpl.


3.SYARAT BENIH
- Benih kacang panjang yang baik dan bermutu adalah sebagai berikut: penampilan bernas/kusam, daya kecambah tinggi di atas 85%, tidak rusak/cacat, tidak mengandung wabah hama dan penyakit. Keperluan benih untuk 1 hektar antara 15-20 kg.
- Benih tidak usah disemaikan secara khusus, tetapi benih langsung tanam pada lubang tanam yang sudah disiapkan.


4.PENGOLAHAN TANAH

- Bersihkan lahan dari rumput-rumput liar, dicangkul/dibajak hingga tanah menjadi gembur.
- Buatlah bedengan dengan ukuran lebar 60-80 cm, jarak antara bedengan 30 cm, tinggi 30 cm, panjang tergantung lahan. Untuk sistem guludan lebar dasar 30-40 cm dan lebar atas 30-50 cm, tinggi 30 cm dan jarak antara guludan 30-40 cm
- Lakukan pengapuran jika pH tanah lebih rendah dari 5,5 dengan dolomit sebanyak 1-2 ton/ha .

5.PENANAMAN
- Lubangi bedengan dengan menggunakan tugal dengan jarak tanam 20 x 50 cm
- Waktu tanam yang baik adalah awal musim kemarau/awal musim penghujan, tetapi dapat saja sepanjang musim asal air tanahnya memadai.
-Masukkan benih tanaman yang telah tersedia kedalam lubang satu persatu lalu tutup lubang dengan tanah.

6.PENYLULAMAN TANAMAN
-Benih kacang panjang akan tumbuh 3-5 hari setelah tanam. Benih yang tidak tumbuh segera disula 

7.PENYIANGAN TANAMAN
Penyiangan dilakukan pada waktu tanaman berumur 2-3 minggu setelah tanam, tergantung pertumbuhan rumput di kebun. Penyiangan dengan cara mencabut rumput liar/membersihkan dengan alat kored.

8.DOSIS PUPUK DAN WAKYU APLIKASI

Waktu
Dosis Pupuk Makro (per ha)
Urea (kg)
SP-36 (kg)
KCl (kg)
Dasar
50
75
25
Umur 45 hari
50
25
75
TOTAL
100
100
100
N/B :Atau sesuai dengan keadaan tanah setempat.
9.PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
-Dalam pengendalian hama dan penyakit hendaknya sesuai dengan pengendalaian hama terpadu supaya tidak merugikan petani.

10.PANEN DAN PASCA PANEN
- Ciri-ciri polong siap dipanen adalah ukuran polong telah maksimal, mudah dipatahkan dan biji-bijinya di dalam polong tidak menonjol
- Waktu panen yang paling baik pada pagi/sore hari. Umur tanaman siap panen 3,5-4 bulan
- Cara panen pada tanaman kacang panjang tipe merambat dengan memotong tangkai buah dengan pisau tajam atau memetik menggunakan tangan langsung
- Selepas panen, polong kacang panjang dikumpulkan di tempat penampungan, lalu disortasi
-Kacang panjang diikat sesuai kebutuhan dan siap dipasarkan.

 
[Read More...]


 

Visitors

Free counters!

BackLink

This page is geo-coded PageRank Personal Blogs
W3 Directory - the World Wide Web Directory DMCA.com free web site traffic and promotion
Return to top of page Copyright © 2010- 2013| Agriculturproduct Converted into Blogger Template by Hack Tutors